Wahana Outbond di Cibubur


Hari sabtu yang lalu, Dhany dan Izan meminta kepada kami untuk berkunjung ke salah satu lokasi wisata edukasi baru yang berlokasi di Cibubur.  Lokasi Wisata tersebut adalah Taman Telaga Arwana Cibubur (TAC) yang memadukan konsep Taman, Kolam Renang, Pemancingan, Restauran, Wahana Outbond, dan Wahana Motor ATV.


Tidak sulit untuk menjangkau lokasi TAC.  Dari arah pintu Tol Cibubur langsung saja arahkan kendaraan  ke arah Cikeas melalui Jalan Raya Alternatif Cibubur.  Jelang 2 kilometer  sejak keluar dari Pintu Tol, tepat disamping POM Bensin Petronas dan Perumahan Mahogani, ada jalan masuk   disebelah kiri yang ruas jalannya tidak terlalu lebar.  Sekitar 1 kilometer kita dapat jumpai gerbang masuk ke Telaga  Arwana Cibubur yang lokasinya berada di sisi kiri jalan.  Bila mengambil arah dari pasar kranggan, maka lokasinya tidak terlalu jauh dari TPU Pondok Rangon dan Sekolah Islam Al-Jana.


Masuk ke lokasi, kita hanya dikenakan tiket parkir kendaraan sebesar 5ribu untuk mobil dan 2ribu untuk motor.  Ketika kami berkunjung ke sana, nampak terlihat pembangunan TAC masih belum selesai 100 persen.  Kolam Renang masih dalam tahap ujicoba, taman air untuk area Bebek Air ujuga masih dalam penyelesaian.  Tidak jauh dari portal masuk, sejumlah pekerja nampak sedang menyelesaikan pembangunan arena latihan fisik anak, berupa rangkaian besi yang dibuat kotak-kotak seperti yang biasanya ada di sekolah TK.


Area yang sudah siap untuk dijajal kenikmatannya adalah area ATV Track , Area Outbond, Kolam pemancingan, dan Restauran.  Area track ATV berbentuk lingkaran dengan jalur yang turun naik di beberapa titik.  Satu kali putaran sekitar 200 meter panjangnya.  Untuk menjajal area ATV kita dikenakan biaya sebesar 10ribu rupiah untuk pemakaian 1 unit ATV dengan durasi selama 3 putaran.

ImageImage

ImageImage


Dhany dan Izan antuisias untuk menjajal ATV.  Mereka berdua dengan keyakinan diri yang tinggi, memilih sendiri ATV yang akan digunakan.  Gaya mereka ketika siap menjalankan ATV adalah sebagai berikut :

ImageImage



Dhany memulai terlebih dahulu perjalanan ATV-nya menyusuri jalur yang lumayan terjal dan sempit.  ATV Dhany berjalan perlahan, agak ngeri juga melihatnya, karena mesin ATV cukup lumayan kencang jika dijalankan di jalur lurus.  Tapi akhirnya Dhany dapat melalui jalur ATV  dengan selamat.  Terlihat rona kepuasan di wajahnya.  Izan menyusul di belakang Dhany.  Izan relatif lebih mengkhawatirkan, karena beberapa waktu lalu Izan pernah terlempar dari Mini Moto Cross yang ia coba kendarai di arena motocross Cibinong Bogor.

ImageImage

ImageImage


Apa yang dikhawatirkan tentang Izan rupanya terjadi.  Ketika melewati tikungan, Izan gagal mengendalikan setir dan menyebabkan ATV yang dikendarainya menabrak pembatas dan hampir terguling karena Izan memaksakan menekan handle Gas dengan kencang.  Saya segera berlari menuju Izan untuk menghindari ATV terguling.  Untung saja semuanya masih bisa dikendalikan.  Izan akhirnya menyerah dan meminta saya untuk menjadi Driver dan Izan duduk di depan menikmati perjalanan.  Ketika jalur sudah 3 kali dilalui, berakhirlah petualangan menggunakan ATV.  Dhany dan Izan menunjukkan kepuasan mereka dengan kata-kata ceria "mantap ....."


Usai mencoba ATV, Dhany dan Izan bergegas menuju area Outbond.   Ada 2 trek yang berbeda yang disediakan di area Outbond.  Area pertama diperuntukkan untuk anak usia 4-6 tahun yang bentuk treknya hanya berupa satu jalur rangkaian tali yang menuju ke area penerjunan Flying Fox.


Jalur Kedua relatif agak sulit dan diperuntukkan untuk anak usia di atas 7 tahun.  Jalur kedua diawali dengan Tali rajutan yang  berbentuk Dinding tegak.  Ketika dinding tali rajut berhasil dipanjat, trek berlanjut dengan melintasi lintasan kawat panjang dengan bantuan tali yang bergantungan dengan jarak setiap ½ meter.  Bila jalur ini bisa dilewati, maka berlanjut dengan meniti jembatan tali dengan berpegangan pada tali yang diikatkan sejajar dengan jembatan tali. Bila ini usai, maka perjalanan menuju ke area penerjunan Flying Fox masih harus melalui jembatan gantung dengan berpegangan tali pada sisi kiri dan kanannya.

ImageImage


Dhany dan Izan lebih memilih trek yang pertama.  "Ngeri ... " kata mereka ketika ditawarkan untuk mencoba Trek kedua.  Saat pelengkapan outbond sudah terpasang, Dhany dan Izan mulai petualangan mereka di area Outbond.   Tidak ada kesulitan yang berarti bagi Dhany dan Izan untuk meniti melalui jalur tali.  Tidak membutuhkan waktu yang relatif lama, Dhany dan Izan sudah tiba di area penerjunan.  Ketika sampai di atas, Dhany dan Izan berteriak dengan semangat memanggil adik mereka Andra dalam gendongan Bunda mrereka.   Andra terlihat takjub ketika menyaksikan kedua kakak mereka berhasil mencapai area penerjunan.


 ImageImage

ImageImage

ImageImage

ImageImage

Dhany menggunakan gaya menggantung ketika meluncur pada jalur Flying Fox.  Dari ketinggian 7 meter Dhany meluncur dan berteriak "sukseessss" ketika mendarat di area pendaratan.  Sedangkan Izan menggunakan Gaya Terbang ketika meluncur dari ketinggian 7 meter. Sampai di area pendaratan, Izan tertawa senang dan mengatakan "mantap .... kaya' lagi terbang ..."

ImageImage


Senang sekali melihat anak-anak kami begitu ceria menikmati petualangan mengendarai ATV dan Outbond.  Kedua aktivitas tersebut bagi kami sangat baik untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri anak-anak kami.  Aktivitas mengendarai ATV juga baik untuk melatih motorik anak-anak kami.  Utamanya Izan yang nampak harus banyak melatih kemampuan motoriknya.  Untuk Dhany juga menjadi kemajuan yang luar biasa, ketika sudah bisa merasakan keceriaan dan menghilangkan rasa takut ketika harus meniti tali menuju area penerjunan.  Anak kami berdua memang berbeda.  Izan berani mencoba apapun, tapi gerak motoriknya masih belum bagus.  Sementara Dhany diusianya yang 7 tahun, masih sangat penakut untuk mencoba hal-hal yang bersifat tantangan.  Tapi syukurlah, melalui beragam wahana outbond yang ada, akhirnya perlahan Dhany sudah mulai memiliki keberanian untuk melakukan beberapa kegiatan yang menantang.  Mudah-mudahan latihan keberanian sejak kecil ini dapat menjadi bekal disaat dewasa nanti.

 

Add comment


Security code
Refresh