1000 Hadist Nabi Muhammad SAW - lanjutan

Berikut ini adalah Lanjutan Posting 1000 Hadist Nabi Muhammad SAW dari yang ke 501 sampai dengan yang ke 1000 :

501 - Hadits riwayat Ummi Athiyyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. mengambil janji kami saat bai`at, yaitu agar kami tidak meratapi mayit. Hanya lima wanita yang ikut bai`at saat itu; Ummu Sulaim, Ummul `Ala, puteri Abi Sabrah (isteri Mu'adz) atau puteri Abi Sabrah dan isteri Mu'adz

502 - Hadits riwayat Umi Athiyyah ra. ia berkata: Kami (kaum wanita) dilarang mengiringkan jenazah dan tidak diwajibkan atas kami

503 - Hadits riwayat Ummi Athiyyah ra. ia berkata: Nabi saw. masuk ke tempat kami, ketika kami sedang memandikan puteri beliau. Beliau bersabda: Mandikanlah dia tiga kali, atau lima kali atau lebih banyak lagi bila menurut kalian hal itu perlu, dengan air dan daun bidara. Dan pada basuhan terakhir bubuhkanlah kapur barus atau sedikit kapur barus. Kalau kalian sudah selesai, beritahukanlah kepadaku. Ketika kami selesai, kami memberitahu beliau, lalu beliau melempar kain beliau kepada kami seraya bersabda: Pakaikanlah ini padanya

504 - Hadits riwayat Khabbab bin Al Arat ra. ia berkata: Kami hijrah bersama Rasulullah saw. di jalan Allah, demi mengharapkan ridha Allah, maka sudah sawajarnya pahala kami dipenuhi oleh Allah. Di antara kami ada orang-orang yang sama sekali tidak sempat merasakan ganjaran-Nya (di dunia), seperti Mush'ab bin Umair. Dia terbunuh pada perang Uhud. Padanya tidak ditemukan sesuatupun untuk mengkafani dirinya, kecuali sehelai selimut. Apabila kami tutupkan selimut itu pada kepalanya, maka kedua kakinya keluar (tidak tertutup) dan kalau selimut itu kami tutupkan pada kedua kakinya, kepalanyalah yang keluar. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Tutupkanlah selimut itu di kepalanya, sedangkan kedua kakinya tutupilah dengan idzkhir (sejenis rerumputan yang harum baunya). Namun, di antara kami ada pula orang-orang yang memiliki buah-buahan yang matang, lalu dia dapat memetiknya (berkesempatan merasakan ganjaran-Nya di dunia)

505 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. dikafani dalam tiga lapis kain tenun putih yang terbuat dari kapas, tanpa ada baju ataupun sorban. Adapun tentang selimut Yaman, orang-orang keliru mengira. Memang selimut Yaman itu dibeli dan sedianya dimaksudkan untuk mengkafani beliau, tetapi selimut itu ditinggalkan dan beliau dikafani dalam tiga lapis kain tenun putih. Lalu selimut itu diambil oleh Abdullah bin Abu Bakar. Ia berkata: Aku akan menyimpannya untuk mengkafani diriku nanti. Namun, kemudian ia berkata: Andaikata Allah meridhainya bagi Nabi-Nya, tentu Dia mengkafani beliau dalam selimut itu. Lalu Abdullah menjualnya dan mensedekahkan uang hasil penjualannya

 

506 - Hadits riwayat Aisyah Ummul mukminin ra. ia berkata: Seluruh tubuh Rasulullah saw. ditutupi, ketika beliau wafat, dengan kain Hibarah (jenis kain buatan Yaman)

 

507 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Percepatlah penyelenggaraan jenazah! Karena, jika jenazah itu baik, maka sudah sepantasnya kalian mempercepatnya menuju kebaikan. Dan kalau tidak demikian (tidak baik), maka jenazah itu adalah keburukan yang kalian letakkan dari leher-leher kalian (melepaskan dari tanggungan kalian)

 

508 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja menghadiri jenazah sampai jenazah itu di shalati, maka dia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka dia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah saw. bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar

 

509 - Hadits riwayat Tsauban ra. maula Rasulullah saw. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja menyalati jenazah, maka dia mendapatkan satu qirath. Jika dia menghadiri penguburannya, maka dia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan Uhud

 

510 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Iring-iringan membawa jenazah lewat, lalu orang-orang memuji jenazah sebagai orang baik, maka Nabi saw. bersabda: Wajib, wajib, wajib. Lalu lewat pula iringan jenazah lain, orang-orang mengatakan jenazah itu orang jahat, Nabi saw. pun bersabda: Wajib, wajib, wajib. Umar berkata: Menjadi penebusmu, ayah dan ibuku! Ada iringan jenazah lewat dan orang-orang memujinya sebagai orang baik, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Lewat pula iringan jenazah lain yang disifati sebagai orang jahat, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Apa artinya itu? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kalian puji sebagai orang baik, maka wajib baginya surga, sedangkan orang yang kalian katakan sebagai jahat, maka wajib baginya neraka. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi

 

511 - Hadits riwayat Abu Qatadah bin Rub`iy ra. ia berkata: Pernah lewat kehadapan Rasulullah saw. jenazah, lalu beliau bersabda: Yang beristirahat dan yang diistirahatkan darinya. Para shahabat bertanya: Ya Rasulullah! Apakah yang beristirahat dan yang diistirahatkan darinya itu? Rasulullah saw. bersabda: Hamba yang beriman itu beristirahat dari kepayahan dunia. Sedangkan orang jahat, bisa membuat istirahat para hamba, negara, pepohonan dan hewan (semua merasa tenteram dari kejahatannya)

 

512 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. mengumumkan kepada kaum muslimin kemangkatan Raja Najasyi, lalu beliau keluar menuju ke tempat shalat bersama kaum muslimin dan bertakbir empat kali

 

513 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. melakukan shalat atas Ashamah An Najasyi, beliau bertakbir empat kali

 

514 - Hadits riwayat Abdullah bin Abbas ra. ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. menyalati mayit di atas kubur, sesudah mayit dikubur. Beliau bertakbir empat kali

515 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Bahwa ada seorang perempuan hitam yang biasa menyapu masjid. Pada suatu hari, Rasulullah saw. merasa kehilangan dia (tidak menjumpainya). Lalu beliau menanyakannya. Para shahabat menjawab: Dia sudah meninggal dunia. Rasulullah saw. menegur: Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku? Seakan-akan para shahabat menganggap kecil urusannya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Tunjukkanlah kuburnya kepadaku. Setelah ditunjukkan, beliau menshalati kemudian beliau bersabda: Sungguh, kubur itu penuh kegelapan bagi penghuninya. Dan Allah meneranginya sebab shalatku atas mereka

516 - Hadits riwayat Amir bin Rabi`ah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah karenanya, sampai jenazah itu lewat meninggalkan kalian atau diletakkan dalam kubur

 

517 - Hadits riwayat Abu Sa`id ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila kalian mengiringi jenazah, maka janganlah kalian duduk sebelum jenazah itu diletakkan

 

518 - Hadits riwayat Jabir bin Abdulullah ra. ia berkata: Ada jenazah lewat, lalu Rasulullah saw. berdiri karenanya. Kamipun ikut berdiri bersama beliau. Kemudian kami berkata: Ya Rasulullah! Jenazah itu adalah orang Yahudi. Rasulullah saw. bersabda: Kematian itu menggetarkan. Karena itu, apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah

519 - Hadits riwayat Qais bin Sa`ad ra. Dari Ibnu Abi Laila bahwa ketika Qais bin Sa`ad ra. dan Sahl bin Hunaif ra. sedang berada di Al Qadisiyah, tiba-tiba ada jenazah diusung melewati mereka, maka merekapun berdiri. Lalu ada yang mengatakan: Jenazah itu adalah termasuk penduduk tanah tersebut (yakni orang kafir). Mereka berdua berdiri dan berkata: Dulu, Rasulullah saw. pernah dilewati usungan jenazah, lalu beliau berdiri. Ketika dikatakan: Jenazah itu Yahudi. Rasulullah saw. bersabda: Bukankah dia juga manusia?

520 - Hadits riwayat Samurah bin Jundab ra. ia berkata: Aku shalat di belakang Nabi saw. dan beliau menyalati Ummi Ka`ab yang meninggal dunia dalam keadaan nifas. Rasulullah saw. berdiri di arah tengah

 

521 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudhri ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak ada Kewajiban zakat pada hasil bumi yang kurang dari lima Wasaq (tiga-ratus sha'), tidak ada Kewajiban zakat pada unta yang kurang dari lima ekor, tidak ada kewajiban zakat pada perak yang kurang dari lima uqiyah

522 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada kewajiban zakat budak dan kuda bagi orang Muslim

 

523 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. mengutus Umar untuk menarik zakat. Lalu dikatakan, bahwa Ibnu Jamil, Khalid bin Al Walid dan Al Abbas, paman Nabi saw. tidak mau mengeluarkan zakat. Mendengar itu Rasulullah saw. bersabda: Penolakan Ibnu Jamil tidak lain hanyalah pengingkaran terhadap nikmat, dulu dia melarat, lalu Allah menjadikannya kaya. Adapun Khalid, maka kalianlah yang menganiaya Khalid. Dia telah menyimpan baju besi dan peralatan perangnya demi perjuangan di jalan Allah. (Para penarik zakat meminta kepada Khalid agar mengeluarkan zakat dari peralatan perangnya. Mereka mengira, peralatan itu barang dagangan yang harus dikeluarkan zakatnya. Khalid berkata: Aku tidak wajib memberikan zakat kepada kalian. Itulah sebabnya, mereka melapor kepada Rasulullah saw. bahwa Khalid menolak mengeluarkan zakat). Sedangkan Al Abbas, maka zakatnya menjadi tanggunganku begitu pula zakat semisalnya (yakni aku telah meminjam darinya zakat dua tahun). Kemudian beliau bersabda: Hai Umar! Tidakkah engkau merasa bahwa paman seseorang itu ayahnya?

 

524 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan kepada manusia, yaitu satu sha` (gantang) kurma atau satu sha` gandum. Kewajiban itu menyeluruh kepada orang-orang Islam, baik yang merdeka atau budak, pria maupun wanita

 

525 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudhri ra. ia berkata: Kami selalu mengeluarkan zakat fitrah satu sha` makanan, atau satu sha` gandum, atau satu sha` keju, atau satu sha` anggur

526 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum orang-orang pergi untuk shalat (shalat `Ied)

 

527 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Setiap pemilik emas atau perak yang tidak mau memenuhi haknya (tidak mau membayar zakat), pasti nanti bila datang hari kiamat akan diratakan baginya lempengan-lempengan bagaikan api, lalu lempengan-lempengan itu di panaskan di dalam neraka jahannam, kemudian lambungnya diseterika dengan lempengan itu, juga dahi dan punggungnya. Setiap kali lempengan itu menjadi dingin, dipanaskan kembali. Itu terjadi pada satu hari yang lamanya sama dengan lima-puluh ribu tahun (di bumi). Hal ini berlangung terus, sampai keputusan di antara para hamba selesai. Lalu di tampakkan jalannya, boleh jadi ke surga dan boleh jadi ke neraka. Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana halnya dengan unta (yang tidak dikeluarkan zakatnya)? Rasulullah saw. bersabda: Begitu pula pemilik unta yang tidak mau memenuhi haknya. Dan di antara haknya adalah susunya pada waktu keluar. Pada hari kiamat, pasti unta-unta itu dibiarkan di padang terbuka, sebanyak yang ada, tidak tidak berkurang seekor anak untapun dari unta-untanya itu. Unta-unta itu dengan tapak-tapak kakinya menginjak-injak pemiliknya dan dengan mulutnya mereka menggigit sang pemilik itu. Setiap kali unta yang pertama telah melewatinya, maka unta yang lain kembali kepadanya. Ini terjadi dalam satu hari yang ukurannya sama dengan lima-puluh ribu tahun, sampai selesai diputuskan di antara para hamba. Lalu ditampakkan jalannya, boleh jadi ke surga dan boleh jadi ke neraka. Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan sapi dan kambing? Rasulullah saw. bersabda: Demikian juga pemilik sapi dan kambing yang tidak mau memenuhi hak sapi dan kambing miliknya itu. Pada hari kiamat, tentu sapi dan kambing itu akan diumbar di suatu padang yang rata, tidak kurang seekorpun. Sapi-sapi dan kambing-kambing itu tidak ada yang bengkok, pecah, atau hilang tanduknya. Semuanya menanduk orang itu dengan tanduk-tanduknya dan menginjak-injak dengan tapak-kaki tapak-kakinya. Setiap kali lewat yang pertama, maka kembalilah yang lain. Demikian terus-menerus dalam satu hari yang ukurannya sama dengan lima-puluh ribu tahun, sampai selesai diputuskan di antara para hamba. Lalu ditampakkan jalannya, boleh jadi ke surga dan boleh jadi ke neraka. Ditanyakan: Wahai Rasullah! Bagaimana dengan kuda? Beliau bersabda: Kuda itu ada tiga macam, sebagai beban bagi seseorang, sebagai penutup bagi seseorang dan sebagai ganjaran bagi seseorang. Adapun kuda yang menjadi beban bagi seseorang, adalah kuda yang diikat dengan maksud pamer, bermegah-megahan dan memusuhi pemeluk Islam, kuda itu, bagi pemiliknya merupakan beban. Adapun yang menjadi penutup bagi seseorang, adalah kuda yang diikat oleh pemiliknya untuk keperluan perjuangan di jalan Allah, kemudian si pemilik itu tidak melupakan hak Allah yang terdapat pada punggung dan leher kuda tersebut. Kuda itu, bagi pemiliknya merupakan penutup (penghalang dari api neraka). Sedangkan kuda yang menjadi ganjaran bagi pemiliknya, ialah kuda yang diikat demi tujuan perjuangan di jalan Allah untuk masyarakat Islam, pada tanah yang subur atau taman. Apapun yang dimakan oleh kuda itu dari tanah subur atau taman tersebut, pasti dicatat untuk pemiliknya kebaikan sejumlah apa yang telah dimakan oleh kuda itu, dan dicatat pula untuk pemiliknya kebaikan sejumlah kotoran dan air kencingnya. Bila tali pengikat terputus, lalu kuda itu membedal, lari sekali atau dua kali, maka Allah akan mencatat untuk pemiliknya kebaikan sejumlah langkah-langkah dan kotoran-kotorannya. Dan jika pemilik kuda itu melewatkan kudanya pada sebatang sungai, kemudian kuda itu minum dari air sungai tersebut, padahal sebenarnya dia tidak hendak memberi minum kudanya itu, maka Allah pasti mencatat untuknya kebaikan sejumlah apa yang telah diminum oleh kudanya. Ditanyakan: Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan keledai? Rasulullah saw. bersabda: Mengenai keledai, tidak ada sesuatupun (Wahyu) yang diturunkan kepadaku, kecuali ayat yang berdiri sendiri dan menyeluruh ini: (Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya)

 

528 - Hadits riwayat Abu Dzar ra. ia berkata: Aku menghampiri Nabi saw. yang sedang duduk di bawah bayang-bayang Ka`bah. Ketika beliau melihatku beliau bersabda: Mereka benar-benar rugi Demi Tuhan Ka`bah! Aku sampai dan duduk, tetapi tidak bisa tinggal lama, maka aku segera bertanya: Wahai Rasulullah! Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, siapakah mereka itu? Rasulullah saw. menjawab: Mereka adalah orang-orang yang paling banyak hartanya, kecuali mereka yang berbuat begini, begini dan begini (beliau memberi isyarat ke depan, ke belakang, ke kanan dan ke kiri). Mereka yang mau berbuat demikian sangatlah sedikit. Setiap pemilik unta atau sapi atau kambing yang tidak mau membayarkan zakatnya, pasti nanti pada hari kiamat hewan-hewan itu akan datang dalam keadaan lebih besar dan lebih gemuk dari asalnya. Semuanya menanduki pemiliknya dengan tanduk-tanduknya dan menginjak-injak dengan telapak kaki-telapak kakinya. Setiap kali yang lain telah selesai, datang lagi yang pertama, hingga seluruh manusia mendapat keputusan

529 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Nabi saw. bersabda: Andaikata aku mempunyai emas sebesar gunung Uhud, bahkan sampai andaikata datang lagi kepadaku gunung yang (ke dua dan) ke tiga, kemudian di samping itu aku mempunyai satu dinar. Maka yang dapat membuatku senang adalah satu dinar yang dapat aku gunakan untuk membayar hutang

530 - Hadits riwayat Abu Dzar ra. Dari Al Ahnaf bin Qais, ia berkata: Aku datang ke Madinah. Ketika sampai di suatu lingkaran yang di dalamnya terdapat beberapa orang Quraisy, tiba-tiba datang seorang lelaki yang kasar pakaiannya, kasar badannya dan buruk wajahnya, dia berhenti pada mereka, lalu berkata: Kabarkan kepada orang-orang yang menimbun harta (dan tidak mau berinfak di jalan Allah), dengan batu bara yang akan dipanaskan di dalam neraka jahannam, lalu diletakkan pada puting buah dada salah seorang di antara mereka kemudian menembus sampai tulang rawan di ujung kedua bahunya, dan diletakkan pada tulang rawan di ujung kedua bahunya hingga tembus sampai puting buah dadanya, dengan bergerak-gerak. Kata Al Ahnaf: Maka orang-orang meletakkan kepala mereka. Aku tidak melihat seorangpun di antara mereka yang menyanggahnya. Lalu orang itu pergi. Aku mengikutinya, hingga dia berhenti pada sebuah rombongan. Aku berkata: Aku tidak melihat pada mereka, kecuali ketidak sukaan terhadap apa yang engkau katakan kepada mereka. Orang itu berkata: Orang-orang itu tidak tahu apa-apa. Dulu, orang yang kucintai, Abul Qasim (Rasulullah) saw. memanggilku, lalu akupun memenuhi panggilannya. Beliau bertanya: Adakah engkau melihat gunung Uhud? Aku (orang itu) memandang matahari, memperkirakan sisa siang dan aku menyangka beliau (Rasulullah saw.) akan mengutusku untuk suatu keperluan. Akupun menjawab: Aku melihatnya. Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah membuatku gembira seandainya aku mempunyai emas sebesar (gunung Uhud) itu yang dapat kubelanjakan seluruhnya, kecuali tiga dinar. Kemudian orang-orang itu mengumpulkan dunia. Mereka tidak memikirkam apa-apa. Kata Al Ahnaf, Aku bertanya: Ada apa rupanya engkau dengan saudara-saudaramu dari Quraisy? Kenapa engkau tidak mendatangi saja mereka dan meminta kepada mereka? Orang itu berkata: Tidak, demi Tuhanmu! Aku tidak akan meminta dunia kepada mereka dan tidak akan meminta fatwa kepada mereka tentang agama, sampai aku bertemu Allah dan Rasul-Nya

 

531 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Ia menyampaikan sabda Nabi saw: Allah Ta`ala berfirman: Hai anak cucu Adam! Berinfaqlah kalian, tentu Aku memberi ganti. Rasulullah saw. bersabda: Anugerah Allah itu penuh dan deras. Ibnu Numair berkata: Penuh dan deras, tidak mungkin terkurangi oleh apapun baik di waktu malam ataupun siang

 

532 - Hadits riwayat Jabir ra. ia berkata: Seseorang dari Bani Udzrah memerdekakan budaknya dengan menggantungkan kepada kematiannya (misalnya dengan mengatakan: Engkau merdeka, begitu aku mati). Hal itu sampai kepada Rasulullah saw. lalu beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai harta lain? Orang itu menjawab: Tidak! Rasulullah saw. bersabda: Siapakah yang mau membelinya dariku? Nu'aim bin Abdillah Al Adawiy membelinya dengan harga delapan ratus dirham. Lalu Rasulullah saw. membawa harga jual budak itu dan menyerahkannya kepada orang tersebut (pemiliknya). Kemudian beliau bersabda: Mulailah dengan dirimu, bersedekahlah kepada dirimu. Jika ada kelebihan, maka berikanlah kepada kaum kerabatmu. Bila dari kerabatmu masih ada kelebihan, maka begini dan begini. Jabir menjelaskan: Tetangga depanmu, di kananmu dan di kirimu

 

533 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Abu Thalhah adalah seorang shahabat Anshar yang paling banyak hartanya di Madinah. Dan harta yang paling dia sukai adalah kebun Bairaha yang menghadap ke mesjid. Rasulullah saw. biasa masuk ke kebun itu untuk minum airnya yang tawar. Anas berkata: Ketika turun ayat ini: (Sekali-kali kalian tidak sampai kepada kebaikan "yang sempurna" sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai). Abu Thalhah datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Allah telah berfirman dalam kitab-Nya: (Sekali-kali kalian tidak sampai kepada kebaikan "yang sempurna" sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai). Sedangkan harta yang paling kucintai adalah kebun Bairaha, maka kebun itu kusedekahkan karena Allah. Aku mengharapkan kebaikan dan simpanannya (pahalanya di akhirat) di sisi Allah. Oleh sebab itu, pergunakanlah kebun itu, wahai Rasulullah, sekehendakmu. Rasulullah saw. bersabda: Bagus! Itu adalah harta yang menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan! Aku telah mendengar apa yang engkau katakan mengenai kebun itu. Dan aku berpendapat, hendaknya kebun itu engkau berikan kepada para kerabatmu. Abu Thalhah pun membagi kebun itu dan memberikan kepada para kerabat dan anak-anak pamannya

 

534 - Hadits riwayat Maimunah binti Al Harits ra. bahwa: Ia memerdekakan seorang budak pada zaman Rasulullah saw. Ketika hal itu ia tuturkan kepada Rasulullah saw, Rasululullahpun bersabda: Andaikata budak itu engkau berikan kepada bibi-bibimu, tentu lebih besar lagi pahalamu

535 - Hadits riwayat Zainab ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah kalian, wahai kaum wanita, meskipun dari perhiasan kalian! Setelah aku (Zainab) kembali kepada Abdullah, aku berkata: Engkau adalah seorang lelaki yang tidak banyak harta, sedangkan Rasulullah saw. telah memerintahkan kami untuk bersedekah. Karena itu, datanglah kepada beliau untuk menanyakan apakah cukup sedekahku kuberikan kepadamu. Jika tidak, aku akan berikan kepada selain kamu. Abdullah berkata: Engkau sajalah yang datang menemui beliau! Akupun berangkat. Ternyata di depan pintu rumah Rasulullah saw. sudah ada seorang wanita Anshar yang sama keperluannya dengan keperluanku. Rupanya pada saat itu Rasulullah saw. sedang merasa segan, maka yang keluar menemui kami adalah Bilal. Kamipun berkata kepadanya: Temuilah Rasulullah saw. beritahukanlah kepada beliau bahwa ada dua orang wanita di depan pintu yang hendak menanyakan: Apakah cukup sedekah keduanya diberikan kepada suami mereka dan kepada anak-anak yatim yang berada dalam tanggungan mereka? Tapi jangan katakan siapa kami. Lalu Bilal masuk menemui Rasulullah saw. dan bertanya kepada beliau. Rasulullah saw. bertanya: Siapakah mereka berdua? Bilal menjawab: Seorang wanita Anshar dan Zainab. Rasulullah saw. bertanya: Zainab yang mana? Bilal menjawab: Isteri Abdullah. Rasulullah saw. bersabda kepada Bilal: Mereka berdua mendapatkan dua pahala, pahala kerabat dan pahala sedekah

536 - Hadits riwayat Ummi Salamah ra. ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah! Apakah aku mendapatkan pahala bila aku memberi nafkah anak Abu Salamah, sedangkan aku tidak mau membiarkan mereka ke sana ke mari (mencari rizki), sebab bagaimanapun mereka juga anak-anakku. Rasulullah saw. bersabda: Ya, engkau mendapatkan pahala apa yang engkau nafkahkan kepada mereka

 

537 - Hadits riwayat Abu Mas`ud Al Badriy ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Orang Islam itu apabila memberikan nafkah kepada keluarganya, sedangkan mengharapkan pahala darinya, maka nafkahnya itu menjadi sedekah baginya

538 - Hadits riwayat Asma' ra. ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah! Ibuku datang kepadaku dalam keadaan senang (senang terhadap apa yang ada padaku dan meminta kepadaku). Bolehkah aku menyambung hubungan dengannya? Rasulullah saw. bersabda: Ya

 

539 - Hadits riwayat Aisyah ra. bahwa: Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. dan berkata: Wahai Rasulullah! Ibuku meninggal dunia mendadak dan tidak sempat berwasiat. Tetapi aku menduga, andaikata dia bisa berbicara, tentu dia menyuruh bersedekah. Apakah dia mendapatkan pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah saw. bersabda: Ya

 

540 - Hadits riwayat Abu Musa ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Pada setiap muslim terdapat sedekah. Ditanyakan: Apa pendapatmu jika dia tidak menemukan sesuatu (untuk bersedekah)? Rasulullah saw. bersabda: Dia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga dia dapat memberi manfaat dirinya dan bersedekah. Ditanyakan pula: Apa pendapatmu, jika dia tidak mampu? Rasulullah saw. bersabda: Dia bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Ditanyakan lagi: Apa pendapatmu, bila tidak sanggup? Rasulullah saw. bersabda: Dia bisa memerintahkan kebaikan. Masih ditanyakan lagi: Apa pendapatmu jika dia tidak melakukannya? Rasulullah saw. bersabda: Dia dapat menahan diri dari berbuat jelek. Itu adalah sedekah

 

541 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: Setiap persendian manusia, padanya terdapat sedekah setiap hari ketika terbit matahari. Selanjutnya beliau bersabda: Bertindak adil di antara dua orang adalah sedekah, membantu seseorang naik keatas hewan tunggangannya atau menaikkan barang-barangnya ke atas punggung hewan tunggangnya adalah sedekah. Rasulullah saw. juga bersabda: Kalimat thayyibah (perkataan yang baik) adalah sedekah, setiap langkah menuju shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang bisa membahayakan dari jalan adalah sedekah

 

542 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Setiap hari di mana para hamba memasuki waktu pagi, pasti ada dua malaikat yang turun. Satu di antara keduanya berkata: Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfaq (menggunakan harta untuk beribadah, untuk kepentingan keluarga, tamu, untuk bersedekah dan sebagainya). Sedangkan yang satu lagi berkata: Ya Allah, berikanlah kerusakan (kerugian) kepada orang yang tidak mau berinfaq

 

543 - Hadits riwayat Haritsah bin Wahab ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah kalian! karena, sudah semakin dekat saat di mana seorang lelaki berjalan membawa sedekahnya, lalu orang yang hendak diberi sedekah berkata: Andaikata sedekahmu itu engkau bawa kepadaku kemarin, tentu aku menerimanya. Adapun sekarang, maka aku tidak lagi membutuhkannya. Lelaki itu tidak menemukan orang yang mau menerima sedekahnya

 

544 - Hadits riwayat Abu Musa ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Pasti akan datang kepada manusia, suatu zaman di mana seorang lelaki berkeliling membawa sedekah emas, tetapi tidak menemukan seorangpun yang mau mengambilnya. Dan terlihat seorang pria diikuti oleh empat-puluh orang wanita yang berlindung kepadanya, disebabkan sedikitnya kaum pria dan banyaknya kaum wanita

545 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum harta menjadi banyak dan melimpah, sehingga ada seseorang yang hendak mengeluarkan zakat hartanya, tetapi tidak dapat menemukan seorangpun yang mau menerimanya, dan sehingga tanah Arab kembali menjadi padang penggembalaan dan sungai

 

546 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang memberikan sedekah dari harta yang baik -Allah tidak menerima kecuali yang baik-, pasti Allah yang Maha Pengasih akan menerima sedekah itu dengan tangan kanan-Nya, meskipun sedekah itu hanya berupa sebuah korma. Lalu, di tangan Allah yang Maha Pengasih, sedekah itu bertambah-tambah sehingga menjadi lebih besar daripada gunung, sebagaimana seseorang di antara kalian membesarkan anak kudanya atau anak untanya

 

547 - Hadits riwayat Adiy bin Hatim ra. ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda: Barangsiapa di antara kalian sanggup menutup diri dari neraka meskipun hanya degan separoh kurma, maka hendaklah dia melakukannya

548 - Hadits riwayat Abu Mas`ud ra. ia berkata: Ketika kami diperintahkan untuk bersedekah. Kami menjadi kuli angkut (dan kami bersedekah dari upah pekerjaan itu). Abu 'Aqiel bersedekah dengan setengah sha`. Ada pula orang membawa sedekah sedikit lebih banyak dari Abu `Aqiel. Orang-orang munafik berkata: Sungguh, Allah tidak butuh sedekah orang ini. Orang ini melakukan hal itu hanyalah dengan maksud pamer. Lalu turunlah ayat: "(Orang-orang munafik" yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan mencela orang-orang yang tidak mendapatkan "sesuatu untuk disedekahkan" selain sekedar jerih payahnya)

 

549 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: (Rasulullah saw.) bersabda: Ingatlah! Bahwa seseorang yang memberikan unta perah kepada anggota keluarganya, yang bisa menghasilkan sepanci besar susu setiap keluar di pagi dan sore, pahalanya sungguh sangat besar

 

550 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. bahwa beliau melarang beberapa hal dan bersabda: Barangsiapa memberi pinjaman unta, unta itu akan memasuki waktu pagi dengan sedekah dan memasuki waktu sore dengan sedekah, yakni susunya di pagi hari dan di sore hari itu

551 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Perumpamaan orang yang berinfaq dan orang yang bersedekah, adalah bagaikan seorang lelaki yang mengenakan dua jubah atau dua baju besi mulai dadanya sampai ke atas. Apabila orang yang berinfaq hendak berinfaq (dalam riwayat lain: Apabila orang yang bersedekah hendak bersedekah) maka baju itu menjadi longgar padanya. Dan kalau orang bakhil hendak berinfak, maka baju itu menjadi sesak dan terasa kecil, sehingga dapat menutupi jari-jarinya dan menghapus jejaknya. Lalu ia berkata: Kata Abu Hurairah ra.: Kemudian Nabi berkata: Orang yang bakhil ingin melonggarkan pakaiannya, tetapi tidak bisa longgar

552 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Seorang lelaki berkata: Aku akan memberikan sedekah pada malam ini. Lalu dia keluar membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang wanita pezina. Orang-orang pada membicarakan: Tadi malam, seorang wanita pezina mendapatkan sedekah. Lelaki itu mengucap: Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku jatuh pada wanita pezina. Aku akan bersedekah lagi. Dia keluar membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan orang kaya. Keesokan harinya, orang-orang membicarakan: Sedekah diberikan kepada orang kaya. Orang itu mengucap: Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji. Sedekahku jatuh pada orang kaya. Aku akan bersedekah lagi. Diapun keluar dengan membawa sedekah dan meletakkannya di tangan pencuri. Esoknya orang-orang membicarakan: Sedekah diberikan kepada pencuri. Orang itu mengucap: Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku ternyata jatuh pada wanita pezina, pada orang kaya dan pada pencuri. Lalu dia didatangi dan dikatakan kepadanya: Sedekahmu benar-benar telah diterima. Boleh jadi wanita pezina itu akan menghentikan perbuatan zinanya, karena sedekahmu, orang kaya (yang diberi sedekah) bisa mengambil pelajaran dan mau memberikan sebagian apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya. Dan mungkin saja si pencuri menghentikan perbuatan mencurinya, karena sedekahmu

 

553 - Hadits riwayat Abu Musa ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Bendahara muslim dan terpercaya adalah yang melaksanakan (mungkin juga beliau bersabda: memberikan) apa yang diperintahkan, -dia memberikannya secara sempurna dan banyak, dilandasi jiwa yang baik, lalu dia serahkan kepada orang yang diperintahkan untuk dia beri- adalah termasuk salah seorang yang bersedekah

554 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang wanita berinfaq dari makanan rumahnya tanpa merusak, maka dia mendapat pahala dari apa yang telah dia infaqkan dan suaminya mendapatkan pahala dengan apa yang telah diusahakan (sehingga memperoleh makanan itu), begitu pula bendahara. Sebagian dari mereka tidak mengurangi sedikitpun pahala sebagian yang lain

 

555 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Wanita yang suaminya ada, tidak boleh berpuasa kecuali dengan seizin suaminya itu. Juga tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suaminya, sedangkan si suami ada, kecuali dengan seizin suaminya. Dan apapun yang dia infaqkan dari hasil kerja suaminya tanpa perintah suaminya itu, maka separoh pahalanya adalah milik sang suami

556 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah bersabda: Barangsiapa berinfaq dengan sepasang (kuda, unta dan sebagainya) untuk berjuang di jalan Allah, maka dia dipanggil di surga: Wahai hamba Allah! Pintu ini adalah lebih baik. Barangsiapa termasuk ahli shalat, maka dia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka dia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka dia dipanggil dari pintu Sedekah. Dan barangsiapa termasuk ahli puasa, maka dia dipanggil dari pintu Rayyan. Abu Bakar Ash Shiddiq bertanya: Wahai Rasulallah, apakah setiap orang pasti dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Apakah mungkin seseorang dipanggil dari pintu itu seluruhnya? Rasulullah saw. bersabda: Ya! Dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka (yang dipanggil dari semua pintu itu)

557 - Hadits riwayat Asma' binti Abu Bakar ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda kepadaku: Berinfaqlah (atau: memberilah) dan tidak usah menghitung-hitung, karena Allah akan memperhitungkannya untukmu

 

558 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah bersabda: Wahai para wanita muslimah janganlah sekali-kali seseorang meremehkan pemberian tetangganya, meskipun hanya berupa teracak (kuku) kambing

 

559 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Ada tujuh gologan manusia yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya senantiasa bergantung pada masjid-masjid (sangat mencintianya dan selalu melakukan shalat jama'ah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah (keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah), seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang punya kedudukan dan cantik, tapi dia mengatakan: Aku takut kepada Allah!, seseorang yang memberikan sedekah, kemudian merahasiakannya sehingga seakan-akan tangan kanannya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kirinya (atau kebalikannya), dan sesorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesunyian, lalu menetes air mata dari kedua matanya

560 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulallah, sedekah manakah yang paling agung? Rasulullah saw. bersabda: Engkau bersedekah ketika engkau masih dalam keadaan sehat lagi loba (masih sangat membutukan), engkau khawatir fakir dan sangat ingin menjadi kaya. Jangan engkau tunda-tunda hingga nyawa sudah sampai di kerongkongan, baru engkau berpesan: Berikan kepada si Fulan sekian dan untuk si Fulan sekian. Ingatlah! Memang pemberian itu hak si Fulan

561 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. ketika sedang Berada di atas mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta. Beliau bersabda: Tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi, sedangkan yang di bawah adalah yang meminta

 

562 - Hadits riwayat Hakim bin Hizam ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik ialah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dengan orang yang engkau tanggung

 

563 - Hadits riwayat Muawiyah ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa dikehendaki oleh Allah menjadi baik, maka Allah akan memandaikannya dalam masalah agama

564 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Orang miskin itu bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada manusia, lalu dia dikembalikan dengan sesuap dua suap dan sebuah dua buah kurma. Para shahabat bertanya: Kalau begitu, siapakah orang miskin itu, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang tidak menemukan harta yang mencukupinya tapi orang-orang tidak tahu (karena kesabarannya, dia menyembunyikan keadaannya dan tidak meminta-minta kepada orang lain), lalu diberi sedekah tanpa meminta sesuatupun kepada orang lain

565 - Hadits riwayat Hamzah bin Abdillah bin Umar ra. bahwa: Nabi saw. bersabda: Tak henti-hentinya sifat meminta-minta ada pada diri seseorang di antara kalian hingga dia bertemu dengan Allah, sedangkan di wajahnya tak ada sepotong dagingpun

 

566 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, jika sekiranya salah seorang di antara kalian berangkat pagi untuk mencari kayu yang dia panggul di atas punggungnya, lalu dia bersedekah dengannya dan tidak membutuhkan pemberian orang lain, maka itu adalah lebih baik ketimbang dia meminta kepada orang lain, baik orang lain itu memberinya maupun tidak. Karena, tangan yang di atas itu lebih utama daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dengan orang yang engkau tanggung

 

567 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra. ia berkata: Pernah Rasulullah saw. memberiku suatu pemberian, lalu aku berkata: Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya daripadaku. Pada lain kali beliau memberiku uang, akupun berkata: Berikanlah kepada orang yang lebih membutukannya daripadaku. Maka bersabdalah Rasulullah saw.: Ambillah! Apapun harta yang datang kepadamu, sedangkan engkau tidak tamak dan tidak meminta, maka ambillah. Dan apa yang bukan demikian, maka janganlah engkau jadikan nafsumu mengikutinya

568 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: Hati orang tua menjadi muda karena mencintai dua hal: Suka dengan kehidupan dan harta

 

569 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersada: Anak cucu Adam menjadi semakin tua, tetapi pada dua hal darinya ia menjadi muda, yaitu, loba terhadap harta dan loba terhadap umur

570 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Andaikata anak Cucu Adam mempunyai dua lembah harta, tentu dia masih menginginkan yang ketiga. Padahal, yang memenuhi perut anak cucu Adam hanyalah tanah (kuburnya). Dan Allah menerima taubat orang yang mau bertaubat

 

571 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Andai kata anak cucu Adam mempunyai harta sepenuh lembah, tentu dia masih ingin memiliki yang semisalnya. Padahal, yang memenuhi diri anak cucu Adam itu hanyalah tanah. Dan Allah selalu menerima taubat orang-orang yang mau bertaubat

 

572 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya hati

573 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudhri ra. ia berkata: Rasulullah saw. berdiri berkhutbah kepada kaum muslimin. Beliau bersabda: Tidak, demi Allah! Aku tidak khawatir atas kalian, wahai manusia, kecuali terhadap keindahan dunia yang dikeluarkan oleh Allah bagi kalian. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah kebaikan itu bisa mendatangkan keburukan? Rasulullah, saw. diam sejenak, kemudian beliau bersabda: Apa tadi yang engkau tanyakan? Aku mengulangi pertanyaan: Wahai Rasululllah, apakah kebaikan itu dapat mendatangkan keburukan? Rasulullah saw. menjawab: Kebaikan (yang hakiki) itu hanya akan mendatangkan kebaikan. Apakah bisa dikatakan kebaikan, apa yang engkau dapat dari keindahan dunia itu? Segala apa yang tumbuh pada musim semi itu bisa membunuh karena kekenyangan atau nyaris membunuh, kecuali ternak yang makan daun-daunan. Ternak itu makan, sampai ketika kedua lambungnya telah penuh, dia menghadap ke arah matahari untuk membuang kotoran encer atau kencing, kemudian memamah dan kembali makan. Barangsiapa mengambil harta sesuai dengan haknya, maka dia diberkati dalam harta itu. Dan barang siapa mengambil harta tidak menurut haknya, maka dia seperti orang yang makan tapi tidak pernah kenyang

 

574 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudhri ra. bahwa: Orang-orang dari golongan Anshar meminta kepada Rasulullah saw. Beliaupun memberi mereka. Kemudian mereka meminta lagi. Beliaupun memberi mereka, sampai ketika telah habis apa yang ada pada beliau, beliau bersabda: Apapun kebaikan yang ada padaku, maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian. Barangsiapa menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. Barangsiapa merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Seseorang tidak diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari pada sabar

 

575 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. berdo`a: Ya Allah jadikan rizki keluarga Muhammad sebagai kekuatan

576 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Aku pernah berjalan bersama Rasulullah saw. Beliau memakai selendang Najran yang kasar pinggirnya. Tiba-tiba seorang desa berpapasan dengan beliau, lalu menarik selendang beliau dengan kuat. Ketika aku memandang ke sisi leher Rasulullah saw. ternyata pinggiran selendang telah membekas di sana, karena kuatnya tarikan. Orang itu kemudian berkata: Hai Muhammad, berilah aku sebagian dari harta Allah yang ada padamu. Rasulullah saw. berpaling kepadanya, lalu tertawa dan memberikan suatu pemberian kepadanya

577 - Hadits riwayat Al Miswar bin Makhramah ra. ia berkata: Rasulullah saw. membagi-bagikan pakaian luar, tetapi tidak memberikan sesuatupun kepada Makhramah. Lalu Makhramah berkata kepadaku (Al Miswar): Wahai anakku, marilah berangkat bersamaku menemui Rasulullah saw. Akupun berangkat bersamanya. Ia berkata: Masuklah dan panggilkan beliau untukku. Aku memanggilkan Rasulullah saw. Ketika beliau keluar, beliau membawa selembar pakaian, seraya bersabda: Aku memang menyimpan ini untukmu. Aku memandang kepada beliau maka beliau bersabda: Mudah-mudahan Makhramah senang

 

578 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Pada waktu perang Hunain ketika Allah menganugerahkan jarahan kepada Rasulullah saw. yang berasal dari harta kabilah Hawazin, Rasulullah saw. memberi orang-orang dari Quraisy seratus ekor unta. Melihat hal itu, orang-orang Anshar mengucap: Semoga Allah mengampuni Rasulullah! Beliau memberi orang-orang Quraisy dan meninggalkan kami (tidak memberi kami), sedangkan pedang-pedang kami masih meneteskan darah mereka. Kata Anas bin Malik ra.: Rasulullah saw. diberitahu tentang ucapan orang-orang Anshar itu. Lalu beliau memanggil orang-orang Anshar. Beliau kumpulkan mereka dalam sebuah kemah dari kulit. Setelah mereka semua berkumpul, Rasulullah saw. datang, kemudian bertanya: Apakah pembicaraan yang sampai kepadaku yang berasal dari kalian? Orang yang pintar di antara orang-orang Anshar itu menjawab: Orang-orang yang berakal di antara kami wahai Rasulullah, tidak mengatakan apa-apa. Sedangkan orang-orang yang masih muda di antara kami, mengatakan: Semoga Allah mengampuni Rasul-Nya! Beliau memberi orang Quraisy dan meninggalkan kami, sedangkan pedang-pedang kami masih meneteskan darah mereka. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, aku memberi orang-orang yang baru saja meninggalkan kekafiran, adalah untuk membujuk hati mereka (agar tetap memeluk Islam). Tidakkah kalian ridha jika orang-orang pergi membawa harta, sedangkan kalian sediri kembali ke tempat kalian bersama Utusan Allah? Demi Allah, apa yang kalian bawa pulang pasti lebih baik dari apa yang mereka bawa (harta). Orang-orang Anshar berkata: Benar, wahai Rasulullah! Kami ridha. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, kalian akan menemui keadaan yang kalian tidak sukai. Karena itu, bersabarlah kalian hingga kalian bertemu Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, aku akan berada di telaga (menunggu kalian, pada hari kiamat)

 

579 - Hadits riwayat Abdullah bin Zaid ra. bahwa: Rasulullah saw. membagikan harta rampasan perang ketika memenangkan perang Hunain. Beliau memberi orang-orang yang hendak dibujuk hatinya (orang yang baru masuk Islam, agar tetap dalam keislamannya). Lalu beliau mendengar bahwa orang-orang Anshar ingin pula mendapatkan seperti apa yang diperoleh orang-orang lain. Maka berdirilah Rasulullah saw. menyampaikan khutbah kepada mereka. Setelah memuji dan menyanjung Allah, beliau bersabda: Hai orang-orang Anshar! Tidakkah aku temukan kalian dalam keadaan sehat, lalu Allah menunjukkan kalian dengan perantaraan aku? Tidakkah aku temukan kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah membuat kalian kaya dengan perantaraan aku? Tidakkah aku temukan kalian dalam keadaan terpecah-belah, lalu Allah mempersatukan kalian dengan perantaraan aku? orang-orang Anshar menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih berhak mengungkit-ungkit. Rasulullah saw. bersabda: Mengapa kalian tidak menjawabku? Mereka berkata: Allah dan Rasul-Nya lebin berhak mengungkit-ungkit pemberian. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh saja menghendaki berkata begini dan begini, sedangkan persoalan sebenarnya adalah begini dan begini. (Beliau menyebutkan beberapa hal. Amru, perawi hadits mengira dia tidak bisa menghafalnya). Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Tidakkah kalian ridha jika orang lain pergi dengan membawa kambing-kambing dan unta, sedangkan kalian pergi dengan membawa Rasulullah ke tempat kalian? Orang-orang Anshar itu bagaikan pakaian dalam dan orang lain seperti pakaian luar (Artinya, orang Ansharlah yang paling dekat di hati Nabi saw.) Andaikata tidak ada hijrah, tentu aku adalah salah seorang di antara gologan Anshar. Andaikata orang-orang melalui lembah dan celah, tentu aku melalui lembah dan celah orang-orang Anshar. Kalian pasti akan menemukan keadaan yang tidak disukai sepeninggalku. Karena itu, bersabarlah kalian hingga kalian bertemu denganku di atas telaga (pada hari kiamat)

 

580 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Pada waktu perang Hunain, Rasulullah saw. memgutamakan beberapa orang dalam pembagian. Beliau memberi Al Aqra' bin Yabis seratus ekor unta. Begitu pula kepada Uyainah dan beberapa orang bangsawan Arab. Ketika itu Rasulullah saw. mengutamakan mereka dalam pembagian. Lalu seseorang berkata: Demi Allah! Sungguh, ini adalah pembagian yang sama sekali tidak adil dan tidak dikehendaki Allah. Aku (Abdullah) berkata: Demi Allah! Aku pasti menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Akupun datang kepada Rasulullah saw. dan memberitahu beliau tentang ucapan orang tersebut. Mendengar itu, wajah beliau berubah kemerah-merahan, kemudian bersabda: Siapa lagi yang dapat berbuat adil, jika Allah dan Rasul-Nya tidak berbuat adil? Kemudian beliau melanjutkan: Semoga Allah memberikan rahmat kepada Nabi Musa. Dia telah disakiti hatinya (oleh kaumnya) lebih banyak dari ini, tetapi dia tetap sabar. Aku berkata: Sesudah ini aku tidak melaporkan pembicaraan apapun kepada beliau

581 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji'ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambil dari sana untuk diberikan kepada orang-orang. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad! Berbuatlah adil! Rasulullah saw. bersabda: Celaka kamu! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Aku pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh shahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Al Qur'an, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka (tidak bisa mengambil manfaat dari apa yang mereka baca. Mereka hanya sekedar membaca). Mereka keluar dari Al Qur'an, sebagaimana anak panah keluar dari binatang buruan

 

582 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudhri ra. ia berkata: Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijihnya kepada Rasulullah saw, kemudian Rasullah saw. membagikannya kepada beberapa orang, Aqra' bin Habis Al Handhali, Uyainah bin Badr Al Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaid Al Khair Ath Thaiy, lalu seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: Apakah engkau memberi para pemimpin Najd, tapi meninggalkan (tidak memberi) kami? Rasulullah saw. bersabda: Aku lakukan itu hanyalah untuk membujuk hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang lebat jenggotnya, yang menonjol rahangnya, cekung kedua matanya, menonjol (nonong) dahinya dan botak kepalanya. Ia berkata: Takutlah kepada Allah, hai Muhammad! Rasulullah saw. bersabda: Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayaiku atas penduduk bumi, sedangkan engkau tidak mempercaiku? Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara khalayak meminta izin untuk membunuh laki-laki itu (diketahui bahwa orang tersebut adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di antara bangsaku ini, ada orang-orang yang membaca Al Qur'an tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka bisa saja membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari binatang buruan. Sungguh, jika sekiranya aku menemukan mereka, pasti aku bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum `Aad (membasmi seakar-akarnya)

583 - Hadits riwayat Ali ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Al Qur'an yang tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, sebagaimana anak-panah menembus binatang buruan. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka. karena, membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kari kiamat

 

584 - Hadits riwayat Sahal bin Hunaif ra.: Dari Yusair bin Amr ra. ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya (beliau menunjuk dengan tangannya ke arah timur): Suatu golongan yang membaca Al Qur'an dengan lisan mereka, tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus binatang buruan

 

585 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Suatu ketika Hasan bin Ali ra. mengambil sebuah korma dari kurma sedekah, lalu hendak memasukkannya ke dalam mulutnya, kemudian Rasulullah saw. bersabda: Hei, hei, buang itu! Tidakkah engkau tahu bahwa kita tidak boleh makan sedekah?

586 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: (Pada suatu hari) Aku kembali kepada keluargaku, lalu aku menemukan sebuah kurma yang jatuh di atas pembaringanku. Kemudian aku mengambilnya untuk aku makan, tetapi aku khawatir korma itu korma sedekah, maka akupun membuangnya

587 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Nabi saw. menemukan sebuah kurma, lalu beliau bersabda: Andaikata kurma itu bukan dari sedekah, tentu aku memakannya

588 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Barirah menghadiahkan daging kepada Rasulullah saw. Daging tersebut adalah sedekah untuknya (Barirah). Rasulullah saw. bersabda: Daging itu baginya adalah sedekah, sedangkan bagi kami adalah hadiah

589 - Hadits riwayat Aisyah ra. bahwa: Nabi saw. diberi daging sapi dan dikatakan: Ini adalah daging yang disedekahkan kepada Barirah. Rasulullah saw. bersabda: Baginya, itu adalah sedekah dan bagi kami adalah hadiah

 

590 - Hadits riwayat Ummi Athiyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. mengirimkan kambing dari sedekah kepadaku. Lalu aku mengirimkan sebagiannya kepada Aisyah ra. Ketika Rasululllah saw. datang kepada Aisyah ra. beliau bertanya: Apakah kalian mempunyai sesuatu? Aisyah ra. menjawab: Tidak, kecuali bahwa Nusaibah (Ummi Athiyyah) mengirim kita sebagian kambing yang engkau kirimkan kepadanya. Rasulullah saw. bersabda: Kambing itu telah mencapai kehalalannya (hukum sedekah hilang darinya dan menjadi halal bagi kita)

591 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Nabi saw. biasanya bila dibawakan makanan, selalu menanyakannya terlebih dulu. Jika dikatakan, hadiah, maka beliau memakannya. Dan kalau dikatakan, sedekah, maka beliau tidak mau memakannya

592 - Hadits riwayat Abdullah bin Abi Aufa ra. ia berkata: Rasulullah saw. bila didatangi oleh orang-orang yang membawa sedekah mereka, beliau berdo`a: ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAIHIM (Ya Allah, rahmatilah mereka). Ketika ayahku, Abu Aufa datang membawa sedekahnya, beliau berdo`a: ALLAAHUMMA SHALLI' ALAA AALI ABI AUFA (Ya Allah, rahmatilah keluarga Abu Aufa)

 

593 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba (bulan) Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu

 

594 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadhan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah kamu berpuasa sebelum kamu melihat awal bulan Ramadhan dan janganlah kamu berbuka sebelum kamu melihat awal bulan Syawwal. Apabila kamu tertutup oleh awan, maka hendaklah kamu menghitungnya

595 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulallah saw. bersabda: Apabila kamu melihat awal bulan Ramadhan, maka hendaklah kamu berpuasa. Apabila kamu melihat awal bulan Syawwal, maka hendaklah kamu berbuka. Dan apabila kamu tertutup oleh awan, maka hendaklah kamu berpuasa selama tiga puluh hari penuh

596 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulallah saw. bersabda: Janganlah kamu berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali bagi orang-orang yang memang biasa berpuasa. Maka baginya diperbolehkan

597 - Hadits riwayat Ummi Salamah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersumpah tidak akan menemui sebagian isteri-isterinya selama sebulan. Namun baru dua puluh sembilan hari berlalu, beliau sudah menemui mereka. Kemudian beliau ditanya, Wahai Nabi! Engkau sudah bersumpah tidak akan menemui kami selama satu bulan. Mendengar itu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya sebulan itu ada dua puluh sembilan hari

598 - Hadits riwayat Abu Bakrah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Dua bulan dimana terdapat hari raya, tidak mungkin (jumlahnya) berkurang

599 - Hadits riwayat `Adiy bin Hatim ra. ia berkata: Ketika turun ayat: (Sehingga nyata bagimu benang yang putih dari benang yang hitam, yaitu fajar), maka `Adiy bin Hatim berkata kepada Rasulallah saw: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya saya meletakkan benang berwarna putih dan benang berwarna hitam sekaligus di bawah bantalku, sehingga aku bisa mengenali antara waktu malam dan waktu siang hari. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya bantalmu itu sangat lebar. Sesungguhnya yang dimaksud benang putih dan benang hitam itu ialah waktu menjelang pagi hari dan waktu menjelang sore hari (gelapnya malam)

 

600 - Hadits riwayat Sahal bin Sa'ad ra. ia berkata: Ketika turun ayat: (Makan dan minumlah hingga nyata bagimu benang yang putih dari benang yang hitam). Beliau berkata: Seorang lelaki mengambil seutas benang yang berwarna putih dan seutas lagi benang berwarna hitam. Dia lalu makan sampai kedua benang tersebut kelihatan jelas olehnya, sehingga akhirnya Allah lantas menurunkan ayat kelanjutannya yaitu fajar. Maka dengan demikian persoalannya menjadi jelas bagi lelaki tadi

601 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. telah bersabda: Sesungguhnya saat Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari, maka makan dan minumlah sampai kamu mendengar adzan atau panggilan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummu Maktum

 

602 - Hadits riwayat Ibnu Mas`ud ra. ia berkata: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: Janganlah sekali-kali panggilan adzannya Bilal itu mencegah salah seorang di antara kamu dari makan sahurnya, sebab Bilal itu mengumandangkan suara panggilan adzannya di malam hari adalah buat memberi peringatan kepada salah seorang dari kamu yang kebetulan masih tengah mengerjakan shalat malam, di samping buat membangunkan salah seorang di antara kamu yang masih tidur. Selanjutnya beliau bersabda: Janganlah kamu hiraukan ucapan seseorang bahwa fajar itu begini begini sambil membenahi letak tangannya kemudian mengangkatnya ke atas, sesungguhnya fajar yang dimaksud ialah begini, sambil merenggangkan celah di antara kedua jarinya

603 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda: Hendaklah kalian makan sahur, karena di dalam makan sahur itu ada berkahnya

604 - Hadits riwayat Zaid bin Tsabit ra. ia berkata: Kami pernah makan sahur bersama-sama dengan Rasulullah saw. Setelah itu kami baru melaksanakan shalat. Kemudian saya bertanya: Berapa lamakah perkiraan waktu antara keduanya itu? Rasulullah saw. menjawab: Selama bacaan lima puluh ayat

605 - Hadits riwayat Sahal bin Saad ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah bersabda: Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selagi mereka mau mensegerakan berbuka puasa

 

606 - Hadits riwayat Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Ketika malam datang, siang pergi, dan mataharipun mulai terbenam, maka sudah boleh berbuka puasa bagi orang yang berpuasa

607 - Hadits riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra. ia berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Ketika matahari sudah mulai terbenam, beliau bersabda: Wahai fulan! Pulanglah dan siapkanlah hidangan. Fulan yang disuruh itu berkata: Wahai Rasulullah! Bukankah sebaiknya Engkau tangguhkan barang sebentar lagi sampai petang hari? Rasulullah saw. berkata: Pulanglah dan siapkan hidangan buat kami! Kemudian dia pulang untuk mempersiapkan hidangan dan melayani beliau. Setelah menikmati hidangannya, Rasulullah saw. kemudian bersabda sembari memberikan isyarat kedua tangannya: Ketika matahari sudah mulai terbenam di arah sana, dan malampun sudah datang dari arah sana, maka sudah boleh berbuka bagi orang yang berpuasa

608 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Nabi saw. melarang orang berpuasa sambung (wishal). Para shahabat bertanya: Bukankah engkau sendiri melakukan puasa seperti itu? Nabi saw. menjawab: Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Aku diberi makan dan minum

 

609 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang orang melakukan puasa sambung. Kemudian ada sementara orang Islam yang bertanya: Wahai Rasulullah! Bukankah engkau sendiri melakukan puasa seperti itu? Mendengar pertanyaan itu beliau balik bersabda: Siapa di antara kalian yang bisa menyamai aku? Sesungguhnya di malam hari aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku. Ketika mereka tetap ngotot ingin melakukan puasa sambung, Rasulullah saw. sengaja membiarkannya satu sampai dua hari. Namun pada hari ketiga mereka melihat tanggal. Rasulullah saw. lantas bersabda: Kalau saja tanggal itu tertunda datangnya, niscaya akan aku tambah lagi untuk berpuasa sambung buat kalian. Beliau seakan-akan memberi peringatan kepada mereka, karena mereka enggan berhenti dari berpuasa sambung

610 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah mengerjakan shalat di bulan Ramadhan. Sebentar kemudian saya datang lalu ikut berdiri di samping beliau. Kemudian datang lagi orang lain dan ikut pula berdiri di sampingku begitu seterusnya, sampai kira-kira sebanyak sepuluh orang. Ketika Rasulullah saw. merasa bahwa ada beberapa orang berada di sampingnya, beliau mengerjakan shalat secukupnya saja kemudian bergegas masuk ke rumah untuk melanjutkan shalat lagi yang tidak sebagaimana biasanya. Pagi harinya aku tanyakan hal itu kepada beliau: Apakah semalam engkau sengaja memberikan pelajaran kepada kami? Beliau menjawab: Betul, itulah alasan yang mendorongku melakukannya. Anas berkata: Kemudian Rasulullah saw. melakukan puasa sambung. Hal itu terjadi di akhir bulan Ramadhan. Mengetahui hal itu maka ada beberapa orang shahabat yang ikut-ikutan berpuasa sambung. Rasulullah saw. kemudian bersabda: Apa mau orang-orang itu ikut berpuasa sambung bersamaku! Sesunguhnya mereka itu tidak seperti aku. Demi Allah, seandainya saja bulan ini ditambah untukku, niscaya aku akan terus berpuasa biar hal itu menjadi pelajaran bagi mereka yang keras kemauannya itu

611 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. mencium salah seorang isterinya, padahal beliau sedang berpuasa, lalu beliau tersenyum

 

612 - Hadits riwayat Umar bin Abu Salamah ra. Ia bertanya kepada Rasulullah saw: Bolehkah orang yang sedang berpuasa itu berciuman (dengan isteri sendiri)? Rasulullah saw. menjawab: Tanyakan saja kepada Ummu Salamah, yang kemudian memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah saw. pernah melakukan hal itu bahkan cukup sering. Umar bin Abu Salamah lalu berkata: Wahai Rasulullah! Bukankah Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah berlalu dan yang akan datang? Rasulullah saw. bersabda padanya: Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah daripada kalian

 

613 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bangun pagi hari dalam keadaan junub bukan sebab bermimpi dan terus berpuasa

614 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah saw. dan berkata: Celaka saya, wahai Rasulullah! Rasullah saw. bertanya: Apa yang membuat kamu celaka? Lelaki itu menjawab: Saya telah bersetubuh dengan isteri saya di siang hari bulan Ramadhan Rasulullah saw. bertanya: Mampukah kamu memerdekakan seorang budak? Lelaki itu menjawab: Tidak. Rasulullah saw. bertanya: Kuatkah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab: Tidak. Rasulullah saw. bertanya lagi: Mampukah kamu memberi makan kepada enam puluh orang miskin? Lelaki tadi menjawab: Tidak. Rasulullah saw. kemudian menyuruh lelaki tadi untuk duduk menunggu sebentar. Beliau lalu memberikan kepadanya sekeranjang kurma sembari bersabda: Sedekahkanlah ini. Lelaki tadi bertanya: Tentunya ini harus saya sedekahkan kepada orang yang paling miskin di antara kami, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Benar Lelaki itu berkata: Asal engkau tahu saja, wahai Rasulullah, bahwasanya di antara kami yang ada di Madinah ini keluarga sayalah yang paling miskin. Mendengar ucapan lelaki itu Rasulullah saw. tertawa sampai kelihatan salah satu bagian giginya. Kemudian beliau bersabda: Pulanglah! dan sedekahkan ini kepada keluargamu sendiri

615 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Celaka aku. Rasulullah saw. bertanya: Kenapa? Lelaki tadi menjawab: Aku telah menggauli isteriku pada siang hari bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah untuk itu, bersedekahlah. Tetapi laki-laki tadi berkata: Aku tidak memiliki apa-apa. Rasulullah saw. lalu menyuruh laki-laki itu untuk duduk sejenak. Kemudian beliau memberikan kepadanya sekeranjang makanan, dan menyuruhnya untuk mensedekahkannya

616 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bepergian pada peristiwa penaklukan kota Mekah di bulan Ramadhan. Beliau masih tetap berpuasa hingga di daerah Kadid. Setelah itu barulah beliau berbuka. Sementara itu para shahabat Rasulullah saw. selalu mengikuti kejadian demi kejadian karena perintahnya

 

617 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Sesungguhnya di tengah-tengah perjalanan dalam suatu bepergian, Rasulullah saw. melihat seorang laki-laki tengah dikerumuni oleh orang banyak sehingga dia hampir-hampir tidak bisa dikenali. Rasulullah saw. kemudian bertanya: Ada apa dengannya? Para shahabat menjawab: Dia sedang berpuasa. Rasulullah saw. bersabda: Bukan termasuk yang utama tetap berpuasa dalam perjalanan

618 - Hadits riwayat Anas Bin Malik ra. bahwa: Anas ra. pernah ditanya tentang berpuasa pada bulan Ramadhan dalam perjalanan? Dia menjawab: Sesungguhnya kami pernah bepergian bersama-sama dengan Rasulullah saw. pada bulan Ramadhan. Yang tetap berpuasa tidak mencela yang berbuka, dan sebaliknya yang berbuka tidak mencela yang berpuasa

619 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Kami pernah bersama-sama dengan Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Di antara kami ada yang tetap berpusa dan ada pula yang berbuka. Kami berhenti di sebuah tempat saat hari sedang panas sekali. Di antara kami yang paling banyak mendapat naungan ialah orang-orang yang berpakaian lengkap, sementara orang-orang yang tidak berpakaian lengkap mereka melindungi kepalanya dari teriknya matahari dengan menutupkan tangannya ke atas. Saat itu orang-orang yang berpuasa dalam keadaan sangat lemah, tidak seperti mereka yang berbuka di mana keadaan mereka masih tetap segar bugar. Mereka kemudian mendirikan tenda-tenda dan memberikan minum kepada unta-untanya. Rasulullah saw. lalu bersabda: Orang-orang yang berbuka hari ini pergi membawa pahala

 

620 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Hamzah bin Amr Al Aslami pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai masalah berpuasa dalam perjalanan, maka beliau menjawab: Jika mau, berpuasalah, dan jika tidak mau, berbukalah

621 - Hadits riwayat Abu Darda' ra. ia berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. di bulan Ramadhan pada hari yang sangat panas sekali, sehingga ada sebagian kami yang terpaksa harus menutupkan tangan pada kepalanya untuk melindungi teriknya matahari. Kami semua tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah saw. sendiri dan Abdullah bin Rawahah

622 - Hadits riwayat Ummi Al Fadhl binti Al Harits ra. bahwa: Sesungguhnya ada beberapa orang di dekatnya pada hari Arafah. Mereka sedang membicarakan apakah pada hari itu Rasulullah saw. berpuasa ataukah tidak. Sebagian mereka ada yang mengatakan, bahwa pada hari itu beliau berpuasa. Tetapi ada pula yang mengatakan, bahwa pada hari itu beliau tidak berpuasa. Kemudian aku mengirimkan segelas susu kepada beliau yang pada saat itu kebetulan sedang beristirahat dengan untanya di Arafah. Ternyata beliau berkenan meminumnya

 

623 - Hadits riwayat Ummul Fadhli ra. ia berkata: Beberapa orang shahabat Rasulullah saw. merasa ragu-ragu akan hukum puasa hari Arafah sedangkan kami ada di sana bersama Rasulullah saw. Maka aku mengirimkan secangkir susu kepada beliau, sewaktu beliau berada di Arafah lalu beliau meminumnya

624 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya kaum Quraisy pada zaman Jahiliyah selalu berpuasa pada hari Asyura', dan Rasulullah saw. juga berpuasa pada hari itu. Kemudian ketika beliau sudah berhijrah ke Madinah, beliau tetap berpuasa pada hari itu. Beliau juga menyuruh para shahabat untuk berpuasa pada hari itu juga. Namun ketika puasa bulan Ramadhan telah diwajibkan, beliau bersabda: Barangsiapa yang menghendakinya, tentu dia diperbolehkan berpuasa pada hari itu, dan barangsiapa yang tidak menghendakinya, dia juga diperbolehkan untuk meninggalkannya

 

625 - Hadits riwayat Abdullah Ibnu Umar ra. bahwa: Orang-orang pada zaman Jahiliyah dahulu selalu berpuasa pada hari Asyura'. Begitu pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan orang-orang Islam sebelum puasa bulan Ramadhan diwajibkan. Kemudian ketika puasa Ramadhan sudah diwajibkan, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Asyura' itu adalah termasuk hari-hari Allah. Maka barangsiapa yang menghendaki puasa dipersilahkan, dan barangsiapa yang meninggalkan puasa juga dipersilahkan

626 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. Dari Abdur Rahman bin Yazid, ia berkata: Al Asy`ats bin Qais datang menjumpai Abdullah, sementara dia sedang makan siang, maka Abdullah berkata: Wahai Abu Muhammad! Mari kita makan siang bersama. Al Asy`ats berkata: Hai, bukankah hari ini adalah hari Asyura'? Abdullah bertanya: Apa yang kamu ketahui tentang hari Asyura'? Al Asy'ats menjawab: Tidak tahu. Kemudian Abdullah menjelaskan: Hari itu adalah hari yang dahulu Rasulullah saw. selalu berpuasa sebelum puasa di bulan Ramadhan diwajibkan. Maka ketika puasa bulan Ramadhan sudah diwajibkan, puasa hari Asyura' itu ditinggalkan

627 - Hadits riwayat Humaid bin Abdur Rahman ra. bahwa: Dia pernah mendengar Mu`awiyah bin Abu Sufyan berpidato di Madinah pada hari Asyura' ketika dia berkunjung ke kota tersebut. Mu'awiyah ra. bertanya: Di manakah ulama-ulama kalian, wahai penduduk Madinah? Ketahuilah! Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda mengenai hari ini, yaitu hari Asyura': Pada hari Asyura' ini Allah tidak mewajibkan kamu melaksanakan puasa. Tetapi aku sendiri hari ini berpuasa. Oleh sebab itu barangsiapa di antara kamu yang ingin berpuasa, silahkan berpuasa. Dan juga barangsiapa di antara kamu yang ingin berbuka pada hari ini, silahkan tidak puasa

628 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. setiba di Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi sedang melaksanakan puasa hari Asyura'. Ketika ditanya tentang puasanya itu, mereka sama menjawab: Hari ini adalah hari kemenangan yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa as. dan kaum Bani Israil atas Fir`aun. Karena itulah kami merasa perlu untuk berpuasa pada hari ini sebagai penghormatan kami padanya. Mendengar jawaban itu Rasulullah saw. bersabda: Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian. Kemudian beliau menyuruh para shahabat untuk berpuasa pada hari itu

629 - Hadits riwayat Abu Musa ra. ia berkata: Hari Asyura' adalah hari yang dimuliakan orang-orang Yahudi dan dijadikannya sebagai Hari Raya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Berpuasalah kamu pada hari Asyura' tersebut

630 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Ibnu Abbas pernah ditanya mengenai masalah berpuasa pada hari Asyura'. Dia menjawab: Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw. berpuasa sehari dalam rangka mencari keutamaan yang tidak ada pada hari-hari yang lain selain pada hari ini. Begitu pula saya tidak pernah melihat Rasulullah saw. berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan ini, bulan Ramadhan

631 - Hadits riwayat Salamah bin Akwa` ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah mengutus seorang laki-laki dari Aslam pada hari Asyura' untuk memberitahukan kepada manusia: Barangsiapa yang sudah berpuasa, maka hendaknya dia terus berpuasa. Dan barangsiapa yang sudah terlanjur makan, maka hendaknya dia menyempurnakan dengan berpuasa sampai menjelang malam

632 - Hadits riwayat Ruba`i binti Mu`awwidz bin Afra' ra. ia berkata: Sesungguhnya pada pagi hari Asyura'. Rasulullah saw. mengirim surat ke kampung-kampung Anshar di sekitar Madinah yang isinya: Barangsiapa yang pada pagi hari ini dalam keadaan berpuasa, maka hendaknya dia menyempurnakan puasanya itu. Dan barangsiapa yang pada pagi hari ini sudah terlanjur berbuka, maka hendaknya dia menyempurnakan (berpuasa) pada sisa harinya. Berkat surat dari Rasulullah saw. itulah kami semua berpuasa. Bahkan kami suruh anak-anak kami yang masih kecil untuk ikut berpuasa bersama kami. Kami berangkat menuju masjid. Kemudian kami membikin permainan buat anak-anak kami yang terbuat dari bulu kambing kibasy. Jika ada di antara mereka yang menangis minta makanan, maka kami hibur dia dengan mainan tersebut. Begitulah sampai menjelang malam tiba, di mana saatnya kami semua boleh berbuka

633 - Hadits riwayat Umar bin Khattab ra. ia berkata: Dua hari ini adalah hari yang oleh Rasulullah saw. orang dilarang untuk melakukan puasa, yaitu hari berbukamu setelah kamu lama berpuasa, dan hari makanmu setelah kamu menunaikan ibadah haji

634 - Hadits riwayat Abu Sa`id ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah patut berpuasa pada dua hari tertentu, yakni Hari Raya `Idul Adha dan Hari Raya `Idul Fitri dari bulan Ramadhan

635 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra.: Pernah seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar ra. dan berkata: Sesungguhnya aku telah bernadzar akan berpuasa sehari yang kebetulan bertepatan dengan Hari Raya `Idul Adha atau Hari Raya `Idul Fitri. Ibnu Umar ra. berkata: Allah telah memerintahkan orang untuk menepati janji. Namun Rasulullah saw. melarang berpuasa pada hari ini

 

636 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. Dari Muhammad bin Abbad ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir bin Abdullah ra. ketika tengah melakukan thawaf sekitar Baitullah (Ka`bah): Apakah pernah Rasulullah saw. melarang orang berpuasa pada hari Jum`at saja? Jabir menjawab: Ya, demi Tuhan Ka`bah ini

 

637 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah salah seorang di antara kamu berpuasa hanya pada hari Jum`at saja, kecuali kalau dia juga berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya

 

638 - Hadits riwayat Salamah bin Akwa` ra. ia berkata: Ketika turun ayat berikut ini: (Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin), maka ada seseorang yang berbuka (tidak berpuasa) membayar fidyah. Setelah itu maka turunlah ayat berikutnya yang menghapusnya

639 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya saya punya beban hutang puasa bulan Ramadhan, namun saya tidak mungkin bisa menbayarnya kecuali pada bulan Sya`ban, dikarenakan saya punya banyak kesibukan dengan Rasulullah saw. atau dari Rasulullah

640 - Hadits riwayat Aisyah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang meninggal dunia sementara dia masih punya tanggungan puasa, maka walinyalah yang harus berpuasa sebagai gantinya

 

641 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Ada seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, sedang ia masih punya tanggungan puasa sebulan. Beliau bertanya kepada perempuan itu: Bagaimana pendapatmu jika ibumu itu masih mempunyai tanggungan hutang kepada orang lain, bukankah kamu harus membayarnya? Perempuan itu menjawab: Benar. Rasulullah saw. bersabda: Hutang kepada Allah itu lebih berhak untuk dibayar

 

642 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang dari kamu sedang berpuasa, maka hendaklah dia jangan berbicara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau dikutuk atau di perangi oleh seseorang, maka hendaklah dia katakan saja: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa

643 - Hadits riwayat Sahl bin Sa`ad ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu pada hari kiamat kelak. Tidak boleh masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah tempat orang-orang yang berpuasa itu? Mereka lalu berduyun-duyun masuk lewat pintu tersebut. Kemudian ketika orang yang terakhir dari mereka sudah masuk, maka pintu tadi kemudian ditutup kembali. Sehingga dengan begitu tidak akan ada lagi orang yang masuk lewat pintu tadi

 

644 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudri ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, maka disebabkan puasanya itulah Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun

 

645 - Hadits riwayat Abu Hurirah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Barangsiapa lupa berpuasa, sehingga dia makan atau minum, maka hendaklah dia terus menyempurnakan puasanya. Sebab dia telah diberi makan dan minum oleh Allah

646 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. tidak pernah berpuasa satu bulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan. Jika sedang mau, beliau pernah selalu melakukan puasa. Sampai-sampai ada orang yang mengira bahwa beliau terus berpuasa dan tak pernah berhenti. Dan pernah juga beliau tidak puasa cukup lama sekali, sampai-sampai ada yang mengira bahwa beliau sepertinya tidak pernah berpuasa

647 - Hadits riwayat Anas ra. bahwa: Rasulullah saw. selalu berpuasa, sampai ada yang mengatakan bahwa beliau seakan-akan berpuasa terus-menerus. Dan pernah pula beliau selalu tidak berpuasa, sampai ada yang mengatakan bahwa beliau jarang sekali berpuasa

648 - Hadits riwayat Abdullah bin Amru bin Al Ash ra. ia berkata: Suatu hari aku diadukan kepada Rasulullah saw. gara-gara ucapannya: Aku akan beribadah semalam suntuk, dan akan terus berpuasa selama hayatku. Kemudian Rasulullah saw. menanyaiku: Betulkah kamu pernah bilang demikian? Aku menjawab: Betul, aku memang pernah mengatakan begitu, wahai Rasulullah. Beliau lantas bersabda: Kamu tidak mungkin melakukan yang demikian itu. Oleh karena itu berpuasalah dan juga berbukalah. Tidurlah dan beribadahlah pada malam hari. Berpuasalah cukup tiga hari dalam setiap bulannya. Sebab, satu kebajikan itu nilainya sama dengan sepuluh kebajikan. Dan yang demikian itu nilainya sama saja dengan berpuasa satu tahun. Lalu aku katakan kepada Rasulullah saw: Tetapi aku mampu berbuat lebih dari itu. Beliau bersabda: Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari. Aku katakan lagi kepada beliau: Tetapi aku mampu berbuat lebih dari itu. Rasulullah saw. bersabda: Jika begitu, berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Demikian itulah cara puasanya nabi Daud as. dan itulah puasa yang tengah-tengah. Dengan nada berat aku katakan kepada Rasulullah saw. Sebetulnya aku masih mampu berbuat lebih dari hal itu. Namun beliau bersabda: Tidak ada yang lebih utama dari hal itu. Abdullah bin Amru ra. mengatakan: Tentu saja aku terima tiga hari sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. tersebut. Bahkan aku lebih menyukainya daripada isteri dan hartaku

649 - Hadits riwayat Imran bin Hushain ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda kepadanya, atau kepada orang lain (dan dia mendengarnya): Apakah kamu berpuasa pada pertengahan bulan Sya`ban? Aku menjawab: Tidak. Beliau bersabda: Kalau begitu, maka berpuasalah selama dua hari

650 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Ada sekelompok orang dari shahabat Rasulullah saw. bermimpi melihat Lailatul Qadar pada hari ke tujuh yang terakhir. Ketika dilapori hal itu, Rasulullah saw. bersabda: Menurutku bahwa mimpi kalian pasti bertepatan dengan hari ke tujuh terakhir. Oleh karena itu barangsiapa yang ingin mencarinya, maka hendaklah dia cari pada hari ke tujuh yang terakhir tersebut

651 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudri ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah melakukan i`tikaf (berdiam diri di dalam masjid) selama sepuluh hari pertengahan di bulan Ramadhan. Manakala selama waktu dua puluh malam telah berlalu dan memasuki hari atau malam yang kedua puluh satu, maka beliau pulang ke rumahnya. Para shahabat yang beri`tikaf bersama beliau juga ikut pulang. Setelah menyuruh atau mengajak mereka untuk selalu tabah terhadap kehendak Allah, beliau bersabda: Sesungguhnya aku telah melakukan i`tikaf pada sepuluh hari dan aku lanjutkan pada sepuluh hari berikutnya. Oleh sebab itu barangsiapa yang ingin melanjutkan i`tikaf bersamaku, maka sebaiknya dia tetap tinggal di tempat i`tikafnya. Sebetulnya aku telah bermimpi melihat lailatul qadar, namun aku lupa kapan waktunya. Maka carilah ia pada sepuluh hari yang terakhir, yaitu pada tiap bilangan ganjil. Pada waktu itulah aku yakin bahwa aku sedang sujud pada air dan lumpur. Abu Sa`id Al Khudri ra. mengatakan: Kami tersiram air hujan pada malam hari yang kedua puluh satu. Begitu pula dengan tempat shalatnya Rasulullah saw. juga terkena tetesan air hujan dari celah-celah atap masjid. Kemudian setelah beliau mengerjakan shalat Shubuh, aku pandang wajah beliau basah terkena lumpur dan air

652 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Carilah lailatul qadar itu pada sepuluh hari yang terakir di bulan Ramadhan

653 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah biasa beri`tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan

654 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Bahwa Rasulullah saw, jika telah masuk ke sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan menghidupkan malam (untuk beribadah), membangunkan isteri-isterinya, bersungguh-sungguh dan bersemangat sekali

655 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, tidak seperti pada bulan-bulan lainnya

656 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Seorang laki-laki telah bertanya kepada Rasulullah tentang pakaian apa yang boleh dikenakan oleh seseorang yang sedang berihram? Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu mengenakan baju, kain serban, celana, tutup kepala dan sarung kaki, kecuali bagi orang yang memang tidak memiliki sandal, maka dia boleh memakai sarung kaki tersebut dengan syarat dia harus memotongnya sampai di bawah mata kaki. Juga jangan memakai pakaian apapun yang dicelup dengan minyak za`faran dan wares

657 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah, ketika sedang berkhotbah bersabda: Celana bagi orang yang tidak mendapatkan lembaran kain. Dan sarung kaki bagi orang yang tidak mendapatkan sepasang sandal. Maksudnya untuk orang yang sedang berihram

658 - Hadits riwayat Ya`la bin Umaiyah ra. ia berkata: Pernah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ketika beliau sedang berada di daerah Ji`ranah. Dengan mengenakan tutup kepala yang sudah ditaburi minyak wangi lelaki tadi bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku sehubungan dengan ibadah umrah? Pertanyaan itu tidak diperhatikan, lantaran saat itu kebetulan beliau tengah dituruni wahyu. Buru-buru beliau ditabiri dengan pakaian seadanya. Kemudian Abu Ya`la nyeletuk: Senang sekali seandainya aku dapat menyaksikan Rasulullah sedang menerima wahyu. Umar berkata: Jadi kamu suka seandainya dapat menyaksikan Rasulullah sedang menerima wahyu? Seketika itu Umar mengangkat kain yang menutupi Rasulullah, ternyata terlihat Rasulullah seperti orang yang tengah tidur mendengkur. Sesaat kemudian tiba-tiba beliau terbangun dan bertanya: Di mana orang yang bertanya tentang umrah tadi? Selanjutuya beliau bersabda: Bersihkanlah dirimu dari bekas minyak yang kamu pakai itu. Lepaskanlah tutup kepalamu. Dan berumrahlah seperti kamu berhaji

659 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah telah menetapkan miqat-miqat berikut: bagi penduduk Madinah adalah Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam daerah Al Juhfah, bagi penduduk Najd daerah Qarnu Al Manazil, dan bagi penduduk Yaman daerah Yalamlam. Miqat-miqat itu adalah untuk penduduk daerah-daerah tersebut dan setiap orang yang datang dari segenap penjuru negeri untuk melaksanakan ibadah Haji atau Umrah. Adapun penduduk daerah-daerah yang jaraknya lebih dekat dengan Mekah daripada miqat-miqat itu maka miqatnya adalah rumah keluarganya, sehingga penduduk Mekahpun miqatnya cukup dari Mekah

660 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Penduduk Madinah mengambil miqat dari Dzul Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, sedangkan penduduk Najd dari Qarn. Abdullah bin Umar ra. berkata: Aku pernah diberitahu bahwa Rasulullah pernah bersabda: Penduduk Yaman mengambil miqat dari Yalamlam

661 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. bahwa: Talbiyah Rasulullah adalah: Aku penuhi panggilan-Mu, wahai Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan semua kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu

662 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Baida` inilah tempat yang kamu kira Rasulullah pernah memulai ihramnya. Padahal Rasulullah tidak pernah memulai ihramnya kecuali dari masjid Dzul Hulaifah

663 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Aku pernah memberi minyak wangi ke tubuh Rasulullah saat beliau hendak berihram dan juga ketika hendak bertahallul sebelum beliau thawaf di Baitullah

 

664 - Hadits riwayat Sha`ab bin Jatsamah Al Laitsi ra. bahwa: Ia pernah menghadiahkan seekor keledai liar kepada Rasulullah ketika beliau berada di desa Abwa' atau Waddan. Namun beliau mengembalikan keledai itu kepadanya. Ketika Rasulullah melihat perubahan wajah Sha`ab karena pemberiannya dikembalikan, beliau lalu bersabda: Aku tidak akan menolak pemberianmu ini seandainya saja aku tidak sedang dalam keadaan ihram

665 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Sesungguhnya Sha`ab bin Jatsamah pernah menghadiahkan seekor keledai liar kepada Rasulullah yang saat itu tengah berihram. Kemudian pemberian itu beliau kembalikan seraya bersabda: Kalau saja kami tidak sedang dalam keadaan ihram, akan kami terima pemberianmu itu

 

666 - Hadits riwayat Abu Qatadah ra. ia berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah, hingga ketika sampai di daerah Al Qahah, saat itu, diantara kami ada yang sedang berihram dan ada pula yang tidak, aku melihat shahabat-shahabatku melihat sesuatu dan setelah kulihat ternyata seekor keledai liar, segera aku memasang pelana kudaku dan mengambil tombakku. Baru saja tubuhku berada di atas kuda, tiba-tiba saja cambukku terjatuh. Maka aku katakan kepada teman-temanku, yang kebetulan dalam keadaan ihram: Berikan kepadaku cambukku itu! Namun mereka semua sama berkata: Demi Allah kami tidak akan membantumu sama sekali. Maka akupun turun dari kuda untuk mengambilnya sendiri. Lalu aku naik kuda lagi dan aku temukan keledai dari belakang yang telah berada di balik sebuah bukit kecil dan akhirnya aku menikamnya. Setelah aku sembelih, aku bawa ia kepada teman-temanku. Kutawarkan kepada mereka. Namun sebagian dari mereka berkata: Makanlah! Sedang sebagian yang lain mengatakan: Jangan kau makan! Saat itu Nabi saw. berada di depan kami maka aku gerakkan kudaku dan aku kejar beliau, kemudian bersabda: Ia halal. Makanlah!

667 - Hadits riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Ada empat macam binatang jahat yang boleh dibunuh di tanah halal maupun di tanah haram; yaitu burung elang, burung gagak, tikus dan anjing buas

668 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Ada lima macam binatang yang tidak memyebabkan dosa bagi pembunuhnya di tanah haram dan dalam keadaan ihram, yaitu: tikus, kalajengking, burung gagak, burung elang dan anjing buas

669 - Hadits riwayat Ka'ab bin Ujrah ra. ia berkata: Rasulullah saw. mendatangiku pada waktu perang Hudaibiyah. Ketika aku sedang menyalakan api (berkata Qawaririy: Di bawah periokku, sedang Abu Rabi' berkata: Di bawah kualiku) dan banyak sekali kutu bertaburan di wajahku. Melihat hal itu beliau bertanya kepadaku: Bukankah kutu di kepalamu itu menyusahkanmu? Aku jawab: Ya. Beliau bersabda: Cukurlah dan berpuasalah tiga hari, atau berilah makan enam orang miskin, atau berkorbanlah dengan seekor kambing

670 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Bahwasanya Nabi saw. pernah berbekam, padahal beliau dalam keadaan sedang ihram

671 - Hadits riwayat Ibnu Buhainah ra. bahwa: Nabi saw. pernah berbekam pada bagian kepalanya ketika beliau berada di sebuah tempat yang menuju ke kota Mekah, padahal beliau dalam keadaan ihram

672 - Hadits riwayat Abu Ayyub Al Anshari ra.: Dari Abdullah bin Hunain ia berkata: Aku diutus oleh Ibnu Abbas untuk menemui Abu Ayyub Al Anshari dan aku dapati dia sedang mandi dengan bertabir selembar kain. Berkata (Abdullah bin Hunain): Maka mengucapkan salam kepadanya. Dia bertanya: Siapakah itu? Saya menjawab: Saya, Abdullah bin Hunain. Ibnu Abbas mengutusku untuk bertanya kepadamu tentang bagaimana Rasulullah mencuci rambutnya di saat beliau sedang berihram. Abu Ayyub kemudian menarik pakaian tadi hingga yang tampak olehku kepalanya saja, lalu berkata kepada seseorang yang menuangkan air: Siramlah! Si pelayan tadi menyiram kepalanya. Lalu saya lihat Abu Ayyub menggerakkan kepalanya dengan membolak-balikkan kedua belah tangannya seraya berkata: Beginilah saya pernah melihat Rasulullah berbuat

673 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Dari Nabi saw. Seorang lelaki jatuh dari untanya sehingga lehernya patah, dan meninggal dunia. Kemudian Nabi saw. bersabda: Mandikanlah dia dengan daun bidara (sidr), kafanilah dia dengan kedua pakaiannya, dan janganlah kamu menutupi kepalanya, sebab sesungguhnya Allah akan menghidupkannya kembali pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah

674 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah masuk di kediaman Dhaba`ah binti Zubair dan bertanya kepadanya: Apakah kamu tidak ingin pergi haji? Ia menjawab: Demi Allah, saya melihat diri saya sedang sakit-sakitan. Rasulullah saw. bersabda: Berhajilah! Ajukan syarat, dan katakanlah: Ya Allah, aku akan bertahallul apabila nanti menemui halangan di mana saja. Dan dia ketika itu di bawah pengawasan Miqdad

675 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah pada tahun haji wada`, kemudian kami berihram untuk menunaikan umrah. Kemudian Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang membawa hewan sembelihan, maka sebaiknya dia berihram haji dan umrah, dan jangan sampai dia bertahallul terlebih dahulu hingga dia bertahallul untuk keduanya secara bersamaan. Ternyata setibanya di Mekah saya datang bulan, padahal saya belum thawaf di Ka`bah, dan belum berlari-lari kecil (sa`i) antara Shafa dan Marwa. Kemudian hal itu saya adukan kepada Rasulullah, dan Beliaupun bersabda: Lepaskanlah jalinan rambut kepalamu dan sisirlah, kerjakanlah ihram haji, dan tinggalkanlah ihram umrah. Lalu saya mengerjakannya. Dan ketika saya sudah menyelesaikan ibadah haji, Rasulullah menyuruh saya bersama dengan Abdurrahman bin Abu Bakar pergi ke At Tan`im, kemudian saya mengerjakan ihram umrah. Beliau bersabda: Ini adalah tempat umrahmu. Kemudian mereka yang berihram umrah sama melakukan thawaf di Baitullah, dan diteruskan bersa`i (lari-lari kecil) antara Shafa dan Marwa, lalu bertahallul. Kemudian mereka melakukan thawaf lagi untuk ibadah hajinya, setelah kembali dari Mina. Adapun mereka yang mengumpulkan haji dan umrah, mereka hanya melakukan thawaf satu kali saja

676 - Hadits riwayat Abdurrahman bin Abu Bakar ra. bahwa: Rasulullah pernah menyuruhnya untuk memboncengkan Aisyah ra. pergi ke Tan`im untuk berumrah

 

677 - Hadits riwayat Jabir ra. ia berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah dalam keadaan berihram haji ifrad, sedangkan Aisyah ra. untuk berihram umrah. Sesampainya di daerah Sarif, tiba-tiba ia datang bulan. Hingga ketika kami sudah sampai kami melakukan thawaf di Ka`bah dan melakukan sa`i antara Shafa dan Marwa, Rasulullah menyuruh kami bertahallul karena kami tidak membawa hewan sembelihan. Aku bertanya: Apa saja yang dihalalkan? Rasulullah menjawab: Semuanya sudah dihalalkan. Maka segera kami menggauli isteri-isteri kami, memakai minyak wangi dan berpakaian lengkap. Sedang antara kami dan hari Arafah ketika itu hanya empat malam saja. Selanjutnya kami mulai berihram lagi pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Kemudian Rasulullah menemui isterinya Aisyah ra. yang kebetulan sedang menangis. Beliau bertanya: Ada apa dengan dirimu? Aisyah ra. menjawab: Aku sedang haidh, orang-orang sudah bertahallul, sedang aku belum bertahallul dan thawaf di Ka`bah bahkan mereka tengah berangkat haji pada saat ini. Rasulullah kemudian bersabda: Sesungguhnya masalah ini sudah merupakan ketentuan Allah terhadap setiap wanita anak-cucu Adam, maka mandilah dan berhajilah! Segera saja Aisyah ra. memenuhi saran suaminya tersebut dan berwukuf. Dan ketika sudah suci dari haidhnya, dia lalu melakukan thawaf di Baitullah, serta melakukan sa`i antara Shafa dan Marwa. Setelah itu Rasulullah bertanya: Bukankah kamu sudah bertahallul dari haji dan umrahmu sekaligus? Lalu Aisyah ra. menjawab: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak berthawaf di Ka`bah sebelum aku selesai berhaji. Mendengar itu Rasulullah saw. kemudian bersabda kepada Abdur Rahman: Hai Abdur Rahman! Pergilah bersamanya. Dan antarkan saudarimu ini untuk umrah dari Tan`im. Mereka lalu pergi pada malam hari Hashbah

678 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. Dari Atha' ia berkata: Aku pernah mendengar Jabir bin Abdullah ra. mengatakan: Saat aku bersama beberapa orang, kami para shahabat Muhammad saw. pernah hanya berihram haji saja. Atha' berkata: Jabir berkata: Pada pagi hari tanggal empat bulan Dzul Hijjah, Nabi saw. datang lalu beliau memerintahkan kepada kami untuk segera bertahallul. Atha' berkata: Jabir berkata: Bertahallul-lah kalian dan gauli isteri. Atha' berkata: Rasulullah tidak mengharuskan orang untuk menggauli isterinya, tapi hukumnya boleh. Selanjutnya Jabir mengatakan: Ketika kesempatan kami hanya tinggal lima hari sebelum berangkat menuju ke Arafah, Rasulullah menganjurkan kepada kami supaya menggauli isteri-isteri kami terlebih dahulu. Setelah itu barulah kami berangkat ke Arafah sekalipun kami masih belum puas berkumpul dengan isteri-isteri kami. Ia berkata: Jabir berkata dengan tangannya seakan-akan aku melihat dia menggerakkan tangannya, ia berkata: Lalu Nabi berdiri di hadapan kami dan bersabda: Kalian tentu sudah tahu, bahwa sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah, orang yang paling jujur, dan yang paling berbakti di antara kalian semua. Kalau saja aku tidak terlanjur membawa hewan sembelihan, niscaya aku akan bertahallul sebagaimana kamu sekalian. Tetapi sudahlah, sekarang kalian bertahallullah. Maka dengan rasa penuh ta`at semua melakukan tahallul. Atha' berkata: Jabir berkata: Sesaat kemudian datanglah Ali dari tempat tugasnya. Ali bertanya kepada Jabir: Kenapa kamu harus bertahallul? Jabir menjawab: Karena Nabi saw. juga melakukan tahallul. Rasulullah lalu bersabda kepada Ali: Sembelihlah hewan kurban dan tetaplah kamu dalam keadaan ihram. Ali kemudian menyerahkan hewan sembelihan kepada Rasulullah. Melihat hal itu Suraqah bin Malik bin Ju`tsum berkata: Ya Rasulullah! Apakah umrah itu hanya untuk tahun ini saja ataukah untuk seterusnya? Rasulullah menjawab: Untuk seterusnya

679 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Pada zaman dahulu, orang-orang Quraisy dan orang-orang yang seagama dengannya biasa berwuquf di Muzdalifah. Mereka disebut dengan Al Hums. Padahal semua orang Arab sama berwuquf di padang Arafah. Ketika Islam datang Allah swt. menyuruh Nabi-Nya untuk menuju ke Arafah dan mengerjakan wuquf di sana, lalu beliau bertolak dari situ. Yang demikian itu sesuai dengan firman Allah swt: (Kemudian kalian bertolaklah dari tempat bertolaknya orang banyak)

680 - Hadits riwayat Jubair bin Muth`im ra. ia berkata: Aku pernah kehilangan unta, lalu aku pergi mencarinya pada hari Arafah. Saat itulah aku melihat Rasulullah bersama orang banyak tengah berwuquf di Arafah. Aku berkata: Demi Allah! Sesungguhnya ini adalah termasuk Al Hums, apa urusan dia di sini? Orang-orang Quraisy dahulu termasuk dalam Al Hums

 

681 - Hadits riwayat Abu Musa ra. ia berkata: Aku pernah menemui Rasulullah saat beliau sedang beristirahat di Bathha'. Beliau bertanya kepadaku: Bukankah kamu sedang berhaji? Aku menjawab: Betul. Beliau bertanya lagi: Bagaimana kamu melakukan ihram? Aku menjawab: Aku datang memenuhi panggilan Allah dengan berihram seperti ihram Nabi saw. Beliau bersabda: Kalau demikian kamu telah melakukan yang terbaik. Sekarang lakukanlah thawaf di Baitullah, lakukan sa`i antara Shafa dan Marwa, dan bertahallullah. Kemudian aku thawaf di Baitullah sa`i antara Shafa dan Marwa. Setelah itu aku menemui seorang wanita dari Bani Qais untuk membantu mencarikan kutu di kepalaku, baru kemudian aku berihram haji. Aku memang pernah memberi fatwa kepada manusia tentang hal ini sebelum masa kekhalifahan Umar bin Al Khathab. Suatu hari ada seorang laki-laki datang menemuiku dan berucap: Wahai Abu Musa! atau Wahai Abdullah bin Qais! Untuk sementara tahanlah dalulu fatwamu itu. Sesungguhnya Anda tidak tahu apa yang hendak diperbaharui oleh Amirul mukminin, Umar bin Khathab tentang masalah ibadah haji ini. Aku lalu memberitahukan kepada orang-orang yang pernah aku beri fatwa supaya jangan tergesa-gesa mengamalkan fatwaku, karena sesungguhnya Amirul mukminin, Umar bin Al Khathab akan memberikan fatwanya kepada kalian. Aku tekankan meraka supaya mengikuti fatwanya saja. Tidak lama kemudian Umar datang. Ketika aku laporkan kepadanya mengenai masalah itu, dia lalu berkata: Jika kalian berpegang teguh pada Kitab Allah, maka Kitab Allah itu menyuruh kalian untuk menyempurnakannya. Tetapi jika kalian berpegang teguh pada sunnah Rasulullah maka sesungguhnya Rasulullah sendiri baru melakukan tahallul setelah hewan sembelihannya sudah siap di tempat sembelihannya

682 - Hadits riwayat Umar ra.: Dari Abu Musa ra. bahwa: Ia pernah memberikan fatwa mengenai haji tamattu`. Lalu ada seorang lelaki berkata kepadanya: Tahanlah dahulu fatwamu itu. Sebab sesungguhnya kamu belum mengerti apa yang akan difatwakan oleh Amirul mukminin nanti tentang masalah ibadah haji. Lelaki itu kemudian menemui Amirul mukminin Umar bin Khathab dan menanyakan masalah tersebut kepadanya. Umar lalu mengatakan: Aku tahu bahwa Nabi saw. pernah melakukan hal itu, demikian pula dengan beberapa orang shahabatnya. Namun aku benci mereka bila masih mencampuri para istri di daerah Arak, lalu mereka berangkat beribadah haji sementara air masih menetes dari kepalanya bekas mandi jinabat

683 - Hadits riwayat Ali bin Abu Thalaib ra. Dari Abdulah bin Syaqiq, ia berkata bahwa Utsman pernah melarang haji tamattu`, sementara Ali malah memerintahkannya. Suatu hari Utsman menemui Ali dan membicarakan masalah tersebut. Ali berkata: Sebenarnya engkau sudah mengetahui bahwa aku pernah bertamattu` bersama Rasulullah. Kemudian Utsman menanggapi: Betul, namun kami merasa khawatir

684 - Hadits Imran bin Hushain ra. Dari Mutharrif ra. ia berkata: Imran bin Hushain pernah berkata kepadaku: Sesungguhnya aku pada hari ini akan menceritakan sebuah hadits kepadamu. Semoga Allah membuatnya bermanfaat untuknmu sesudah hari ini. Ketahuilah sesungguhnya Rasululullah saw. pernah memerintahkan umrah terhadap sekelompok keluarganya pada tanggal sepuluh Dzul Hijjah. Kemudian belum ada ayat turun yang menghapus tentang hal itu (kebolehan bertamattu`). Jadi beliau tidak melarangnya hingga wafat. Masing-masing orang mempunyai pertimbangan setelah itu (sesudah wafatnya Rasulullah) menurut pendapat sendiri

685 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bertamattu` pada haji wada` dalam ibadah umrah sampai dengan ibadah haji, dan menyediakan binatang sembelihan. Beliau menggiring binatang sembelihan itu dari Dzul Hulaifah. Kemudian beliau memulai dengan ihram umrah baru ihram haji. Para shahabat juga ikut bertamattu` bersama Rasulullah dalam ibadah umrah sampai ibadah haji. Sebagian mereka ada yang menyediakan binatang sembelihan dan menggiringnya bersamanya, sedang sebagian lagi ada yang tidak menyediakan binatang sembelihan. Ketika Rasulullah sudah tiba di Mekah, beliau menyampaikan pidatonya kepada orang-orang: Barang siapa di antara kalian yang telah menyembelih binatang (denda), maka sesungguhnya tidak dihalalkan baginya apa yang telah diharamkan, sebelum dia menyelesaikan ibadah hajinya. Dan barangsiapa di antara kalian yang belum menyembelih binatang (dam), maka hendaknya dia berthawaf di Baitullah, (bersa`i) antara Shafa dan Marwa, berpangkas, dan bertahallul. Kemudian dia hendaknya berihram haji dan berkurban. Sedangkan barangsiapa yang tidak mampu mendapatkan binatang sembelihan, maka hendaknya dia berpuasa tiga hari ketika masih dalam ibadah haji dan tujuh hari ketika sudah kembali di tengah-tengah keluarganya. Rasulullah berthawaf setibanya di Mekah, pertama-tama beliau menyalami hajar Aswad, lalu berlari-lari seperti larinya binatang buas sebanyak tiga putaran dari tujuh putaran. Setelah menyelesaikan empat putaran sisanya, beliau kemudian melakukan shalat dalam thawafnya di Baitullah sebanyak dua raka`at di Maqam. Sesudah salam, beliau lantas menuju Shafa kemudian bersa`i antara Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali. Tetapi beliau belum dihalalkan melakukan yang diharamkan sebelum beliau menyelesaikan ibadah hajinya. Pada hari Kurban beliau menyembelih kurban lalu bertolak untuk melakukan thawaf di Ka`bah. Dan baru kemudian dia dihalalkan melakukan apa yang semula masih diharamkan kepada beliau. Kemudian orang yang telah menyediakan binatang sembelihan dan menggiringnya, sudah boleh melakukan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah

686 - Hadits riwayat Urwah bin Zubair ra. bahwa: Aisyah ra. isteri Nabi saw. memberitahukan tentang tamattu` yang dilakukan Rasulullah dalam ibadah haji sampai ibadah umrah, dan hal itu juga diikuti oleh para Sahabat

687 - Hadits riwayat Hafshah ra. isteri Nabi saw. ia bertanya: Wahai Rasulullah! Mengapa orang-orang itu sudah sama bertahallul, sementara engkau sendiri belum bertahallul dari umrah? Beliau menjawab: Soalnya aku sudah terlanjur memberi minyak pada rambut kepalaku dan mengalungi hewan sembelihanku. Jadi aku harus bertahallul terlebih dahulu sebelum menyembelihnya

688 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. Dari Nafi` bahwa Abdullah bin Umar ra. pergi urah sewaktu terjadi kekacauan. Sebelum berangkat dia mengatakan: Jika aku sampai terhalang mencapai Baitullah, maka aku akan melakukan seperti yang pernah aku lakukan bersama Rasulullah saw. Maka mulailah dia melangkahkan kakinya berjalan. Ketika sampai di Baida', dia berpaling kepada teman-temannya dan berkata: Kita berangkat ini adalah karena dibekali suatu tekad yang kuat. Perlu kalian memberikan kesaksian kepadaku, bahwa aku telah mewajibkan atas diriku ibadah haji dan umrah sekaligus. Kemudian dia terus melanjutkan perjalanan. Begitu tiba di Baitullah, dia langsung melakukan thawaf sebanyak tujuh kali, dan sa`i antara Shafa dan Marwa tidak lebih. Menurutnya, hal itu sudah cukup. Sehingga dia lalu menyembelih binatang denda

689 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Nabi saw. mengucapkan talbiyah haji dengan umrah sekaligus

690 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Suatu kali Rasulullah datang terus melakukan thawaf di Baitullah sebanyak tujuh kali putaran, shalat sebanyak dua raka`at di belakang maqam, dan melakukan sa`i antara Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali. Dan kita tahu, sesungguhnya dalam diri Rasulullah saw. itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kalian semua

691 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Pertama kali yang dilakukan oleh Rasulullah begitu tiba di Mekah ialah berwudhu kemudian melaksanakan thawaf di Baitullah

692 - Hadits riwayat Asma' ra.: Dari Abdullah sahaya Asma' puteri Abu Bakar bahwa: Ia pernah mendengar Asma' ra. setiap kali melewati Hajun berkata: Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan dalam kesejahteraan kepada Rasul-Nya. Sesungguhnya aku pernah berhenti bersama beliau di tempat ini. Saat itu aku membawa sebuah koper kecil yang berisi perbekalan dan barang-barang lain yang tidak seberapa banyaknya. Kemudian aku menunaikan umrah bersama saudariku Aisyah ra, Zubair, si Fulan dan si Fulan. Dan setelah menyentuh Ka`bah, aku sama bertahallul. Dan mulai petangnya aku berihram haji

693 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Nabi saw. berihram umrah, sedang para sahabat beliau sama berihram haji. Kemudian Nabi saw. dan beberapa orang sahabat yang kebetulan membawa hewan sembelihan belum bertahallul, sedangkan yang lainnya sudah bertahallul. Karena Thalhah bin Ubaidillah termasuk yang membawa hewan sembelihan maka dia juga belum bertahallul

694 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Orang-orang jahiliyah dahulu sama berpandangan bahwa beribadah umrah dalam bulan-bulan haji adalah termasuk dosa paling besar yang ada di muka bumi ini. Mereka menyebut bulan Muharram sebagai bulan Shafar. Mereka berkata: Jika kepenatan telah sirna, bekas telapak kaki sudah hilang, dan bulan Shafar sudah lewat, maka bagi orang yang berumrah sudah boleh bertahallul. Pada pagi hari tanggal empat (bulan Dzulhijjah) Nabi saw. dan para shahabatnya datang dalam keadaan berihram haji. Selanjutnya beliau memerintahkan mereka untuk beralih pada ihram umrah. Namun mereka merasa keberatan dan berkata: Wahai Rasulullah! Apa saja yang sudah dihalalkan? Beliau menjawab: Semuanya sudah dihalalkan

695 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. melakukan shalat dhuhur di daerah Dzul Hulaifah. Kemudian minta tolong agar diambilkan untanya. Selanjutnya beliau memberi tanda pada untanya pada bongkol sebelah kanan, membersihkan darah, memberi kalung pada lehernya dengan sepasang sandal. Lalu beliau menaiki untanya yang lain. Setelah tiba di daerah Baida' beliau berihram haji

 

696 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Mu`awiyah berkata kepadaku: Tahukah kamu bahwa aku pernah memangkas rambut Rasulullah dengan anak panah yang bermata lebar dan tajam ketika berada di Marwa? Aku mengatakan kepadanya: Saya tidak mengetahui hal ini kecuali suatu alasan terhadap Anda

697 - Hadits riwayat Anas ra. bahwa: Ali telah tiba kembali dari Yaman, kemudian ditanya oleh Nabi saw.: Bagaimana kamu memulai ihram? Ali menjawab: Aku memulai ihram seperti yang dilakukan oleh Nabi saw. Nabi saw. bersabda: Kalau saja aku tidak terlanjur membawa hewan sembelihan, tentu aku sudah bertahallul

698 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah memulai ihram umrah dan haji dengan mengucapkan: Aku penuhi panggilan-Mu, untuk menunaikan ibadah umrah serta ibadah haji. Dan aku penuhi panggilan-Mu untuk memenuhi ibadah umrah dan ibadah haji

699 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah pernah menunaikan ibadah umrah sampai empat kali. Semuanya dilakukan pada bulan Dzul Qa`dah kecuali yang beserta ibadah haji, yaitu ibadah umrah dari Hudaibiyah atau yang terjadi pada zaman peristiwa Hudaibiyah pada bulan Dzul Qa`dah, ibadah umrah tahun berikutnya pada bulan Dzul Qa`dah, ibadah umrah dari daerah Ji`ranah saat beliau membagi harta rampasan perang Hunain juga pada bulan Dzul Qa`dah, dan ibadah umrah yang dihimpun jadi satu sekaligus

700 - Hadits riwayat Zaid bin Arqam ra.: Dari Abu Ishaq ia berkata: Aku bertanya kepada Zaid bin Arqam: Berapa kali kamu pernah ikut berperang bersama dengan Rasulullah? Zaid menjawab: Tujuh belas kali. Selanjutnya Zaid bin Arqam bercerita kepadaku: Bahwa Rasulullah telah berperang sebanyak sembilan belas kali, dan menunaikan satu kali haji setelah hijrah, yaitu ibadah haji wada`

 

701 - Hadits riwayat Aisyah ra.: Dari Urwah bin Zubair ia berkata: Aku dan Ibnu Umar pernah duduk bersandar di dekat pintu Aisyah ra. Saat itu kami mendengar Aisyah ra. sedang menggosok gigi. Aku lalu bertanya kepada temanku itu: Wahai Abu Abdurrahman! Pernahkah Rasulullah menunaikan ibadah umrah pada bulan Rajab? Dia menjawab: Pernah. Selanjutnya aku bertanya kepada Aisyah ra.: Wahai Ummul mukminin! Engkau dengar apa yang baru saja dikatakan oleh Abu Abdurrahman? Aisyah ra. berkata: Apa yang baru saja dia katakan? Aku menjawab: Dia baru saja mengatakan bahwa Nabi saw. pernah menunaikan ibadah umrah pada bulan Rajab. Aisyah ra. mengatakan: Semoga Allah mengampuni Abu Abdurrahman. Demi umurku, beliau tidak pernah menunaikan ibadah umrah pada bulan Rajab. Padahal, setiap kali Rasulullah menunaikan umrah, aku selalu mengikutinya. Urwah bin Zubair berkata: Saat itu Ibnu Umar cuma diam saja. Dia hanya mendengarkan, dia tidak bilang tidak atau ya

 

702 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bertanya kepada seorang wanita dari kaum Anshar (di mana Ibnu Abbas lupa namanya) Apa yang menghalangi kamu pergi haji bersamaku? Wanita itu menjawab: Sebenarnya tidak ada, cuma aku harus mengurus memberi minum dua unta kami. Terpaksa yang pergi haji hanya suami dan anaknya dengan membawa seekor unta. Sementara yang seekor lagi disuruh mengurus wanita tersebut. Rasulullah bersabda: Apabila nanti tiba bulan Ramadhan, maka berumrahlah. Sesungguhnya umrah di bulan tersebut (pahalanya) sebanding dengan ibadah haji

 

703 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah biasa keluar lewat jalur Syajarah dan masuk lewat Al Mu`arras. Jika memasuki kota Mekah, beliau biasa lewat dataran tinggi dan keluarnya lewat dataran rendah

704 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya Nabi saw. manakala pergi ke Mekah, beliau akan memasukinya lewat dataran tingginya dan keluar lewat dataran rendahnya

705 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. bermalam di daerah Dzi Thuwa sampai pagi, baru kemudian beliau memasuki kota Mekah

 

706 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. bahwa: Rasulullah menghadapkan wajahnya ke arah dua celah gunung yang terletak di antara beliau dengan gunumg panjang di samping Ka`bah, menempatkan masjid yang dibangun di sana di sebelah kiri masjid yang berada di ujung bukit, sedang mushallanya sedikit di bawahnya, yaitu di seluruh dataran bukit hitam kecuali kurang lebih sepuluh hasta. Kemudian shalat menghadap dua celah gunung panjang yang terletak antara kamu dan Ka`bah

 

707 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. apabila melakukan thawaf dalam haji dan umrah, maka pertama kali yang beliau lakukan ialah berlari-lari kecil tiga kali putaran di sekitar Ka`bah, kemudian berjalan biasa sebanyak empat kali, lalu melakukan shalat dua raka`at, barulah kemudian melakukan sa`i antara Shafa dan Marwah

708 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Dari Abu Thufail, ia berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Abbas: Bagaimana pendapatmu mengenai berlari kecil tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran di sekitar Ka`bah, sunnahkah hukumnya? Soalnya kaummu menganggap hal itu hukumnya sunnah. Ibnu Abbas menjawab: Mereka benar dan juga bohong. Abu Thufail bertanya: Apa maksud ucapanmu yang membingungkan itu? Ibnu Abbas menjawab: Sesungguhnya ketika Rasulullah datang di Mekah, orang-orang musyrik sama berkata: Sesungguhnya Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak mampu melakukan thawaf di sekitar Ka`bah. Mereka sengaja mengejek dan menghasut beliau. Rasulullah lalu memerintahkan para sahabatnya untuk lari-lari kecil sebanyak tiga kali dan berjalan biasa sebanyak empat kali. Abu Thufail bertanya: Beritahu aku mengenai sa`i antara Shafa dan Marwa dengan naik kendaraan, sunnahkah hukumnya? Soalnya kaummu sama menganggap bahwa hal itu hukumnya sunnah. Lagi-lagi Ibnu Abbas menjawab: Mereka benar dan juga bohong. Abu Thufail bertanya: Apa pula maksud ucapanmu itu? Ibnu Abbas menjawab: Sesungguhnya Rasulullah pernah dikerumuni banyak orang. Mereka mengatakan ini Muhammad. Ini Muhammad, sampai wanita-wanita remaja sama keluar dari rumahnya. Tetapi Rasulullah hanya diam saja. Baru ketika kerumunan manusia kian banyak, beliau segera menunggangi kendaraannya. Walaupun begitu berjalan biasa dan berjalan agak cepat lebih utama

709 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah mengusap sesuatu yang ada di Ka`bah, kecuali dua Rukun Yamani

710 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra.: Umar bin Khathab pernah mencium hajar aswad (batu hitam). Setelah itu beliau mengatakan: Demi Allah! Aku tahu bahwa kamu hanyalah sebongkah batu. Sekiranya aku tidak pernah melihat Rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu

711 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Rasulullah saw. melaksanakan thawaf dalam haji wada` di atas seekor unta. Beliau mengusap batu dengan menggunakan tongkat yang sudah dibengkokkan ujung kepalanya

712 - Hadits riwayat Ummu Salamah ra. ia berkata: Aku mengadukan persoalan yang aku hadapi kepada Rasulullah dan beliau bersabda: Lakukanlah thawaf di belakang orang-orang dengan menumpang kendaraan. Aku penuhi perintah beliau itu. Pada saat itu Rasulullah tengah melaksanakan shalat di samping Ka`bah. Yang beliau baca ialah surat Ath Thur

713 - Hadits riwayat Aisyah ra.: Dari Urwah ra. ia berkata: Aku berkata kepada Aisyah ra.: Aku pikir, seorang lelaki seandainya dia tidak sa`i antara Shafa dan Marwah, tidaklah apa-apa. Aisyah ra. bertanya: Kenapa? Aku jawab: Karena Allah swt. berfirman: (sampai akhir ayat). (Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebahagian dari syi`ar Allah). (sampai akhir ayat). Aisyah ra. berkata: Allah tidak menganggap telah sempurna haji dan umrah seseorang yang tidak melakukan sa`i antara Shafa dan Marwa. Kalau benar apa yang kamu katakan itu, niscaya tidak berdosa bagi orang yang tidak melakukan sa`i antara kedua tempat tersebut. Kamu tahu, apa artinya hal itu? Sesungguhnya pada zaman jahiliyah orang-orang Anshar suka sekali memuji dua berhala yang berada di tepi laut yang bernama Isaf dan Nailah. Kemudian mereka datang dan melakukan sa`i antara Shafa dan Marwah. Kemudian mereka mencukur rambut. Ketika Islam datang, mereka enggan melakukan sa`i antara kedua tempat tersebut demi kebiasaan yang telah mereka lakukan pada masa jahiliyah. Lalu setelah Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman: (Sesungguhnya Shafa dan Marwa itu adalah sebahagian dari syi'ar Allah), barulah mereka mau melakukan sa`i di tempat itu

 

714 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Kaum Anshar enggan melakukan sa`i antara Shafa dan Marwa Sehingga turun ayat: (Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu adalah sebahagian syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tiada berdosa untuk melakukan sa`i antara keduanya)

715 - Hadits riwayat Usamah bin Zaid ra. ia berkata: Aku mengikuti Rasulullah mulai dari Arafah. Ketika sampai di lereng kiri sebelum Muzdalifah, beliau turun dari unta lalu buang air kecil. Kemudian aku tuangkan air untuk berwudhu, dan beliaupun berwudhu dengan ala kadarnya. Lantas aku bertanya: Mau melaksanakan shalat wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Shalat ada di depanmu. Beliau lalu menaiki hewan kendaraannya sampai tiba di Muzdalifah, dan shalat. Kemudian Al Fadl membonceng Nabi di atas unta beliau menuju Jami` keesokan harinya

716 - Hadits riwayat Abdullah bin Abbas ra. bahwa: Rasulullah selalu membaca talbiyah hingga beliau sampai di Jumrah

717 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra.: Dari Muhammad bin Abu Bakar Ats Tsaqafi, bahwa dalam suatu perjalanan dari Mina ke Arafah, dia bertanya kepada Anas bin Malik: Hari begini apa yang kamu lakukan bersama Rasulullah? Anas menjawab: Di antara kami ada yang membaca tahlil, dan beliau diam saja. Di antara kami juga ada yang membaca takbir, dan beliau juga diam saja

718 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Rasulullah saw. bertolak dari Arafah, sementara Usamah membonceng di belakang beliau. Kata Usamah, Rasulullah terus berjalan sampai tiba di Jami`

719 - Hadits riwayat Usamah bin Zaid ra.: Dari Urwah bin Zubair ia berkata: Usamah bin Zaid ditanya dan saya menyaksikan, atau dia berkata: Aku bertanya Usamah bin Zaid tentang perjalanan Rasulullah saw. dari Arafah. Aku berkata: Bagaimana Rasulullah melakukan perjalanan ketika bertolak dari Arafah. Ia berkata: Beliau menjalankan untanya cukup cepat. Sesampai di sebuah tempat yang cukup lapang, beliau berhenti

720 - Hadits riwayat Abu Ayyub ra. bahwa: Dia pernah shalat bersama Rasulullah Maghrib dan isya' sekaligus di Muzdalifah pada waktu haji wada`

 

721 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Aku tidak pernah menyaksikan Rasulullah saw. melakukan satu shalatpun kecuali pada waktunya, kecuali dua macam shalat yakni: shalat Maghrib dan shalat isya' di Jami'. Pada waktu itu pula beliau melakukan shalat fajar sebelum waktunya

722 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Pada suatu malam di Muzdalifah, Saudah meminta izin kepada Rasulullah saw. untuk bertolak terlebih dahulu sebelum beliau dan rombongan orang banyak, maklum ia adalah seorang wanita tsabithah (Al Qasim berkata: Tsabithah maksudnya adalah gemuk-gemuk). Rasulullahpun mengizinkannya. Lalu Saudahpun bertolak lebih dahulu sebelum beliau. Sementara kami harus menunggu sampai pagi hari dan bertolak bersama beliau. Kata Aisyah ra.: Aku tidak akan minta izin kepada Rasulullah saw. sebagaimana yang dilakukan oleh Saudah tersebut. Karena saya lebih suka bertolak bersama beliau

723 - Hadits riwayat Asma' ra.: Dari Abdillah budak Asma ia berkata: Asma' pada waktu ia sedang berada di Darul Muzdalifah berkata: Adakah rembulan telah menghilang? Aku menjawab: Belum. Lantas dia shalat. Kemudian bertanya lagi: Wahai anakku! Apakah rembulan telah menghilang? Aku jawab: Ya. Maka ia berkata: Ayolah pergi bersamaku. Maka kami pergi sampai dia melempar jumrah, kemudian shalat di rumahnya dan aku bertanya: Bukankah ini masih terlalu malam. Dia menjawab: Tidak wahai anakku, sesungguhnya Nabi saw. telah mengizinkan untuk berangkat

724 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Aku pernah dikirim oleh Rasulullah bersama dengan barang dagangan dari Jami` pada suatu malam

 

725 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. bahwa: Dia memerintahkan anggota keluarganya yang lemah untuk berangkat terlebih dahulu. Tengah malam rombongan berhenti di dekat Masy`aril Haram di Muzdalifah. Mereka berzikir kepada Allah. Kemudian mereka bertolak lagi sebelum imam sempat berhenti dan sebelum bertolak. Di antara mereka ada yang langsung menuju Mina untuk menunaikan shalat Shubuh, dan ada pula yang tidak. Ketika mereka semua datang, mereka lalu melempar jumrah. Ibnu Umar berkata: Rasulullah memang sengaja memberikan kemurahan kepada mereka

726 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra.: Dari Abdurrahman bin Yazid ra. ia berkata: Abdullah bin Mas`ud melempar jumrah Aqabah dari tengah-tengah lembah. Aku berkata: Wahai Abu Abdirrahman Orang-orang sama melemparnya dari atas. Abdullah bin Mas`ud berkata: Demi Allah, itulah tempat orang yang dituruni surat Al Baqarah

727 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Rasulullah mencukur gundul rambutnya dan diikuti oleh sekelompok shahabatnya. Sementara sebagian shahabat yang lain hanya memendekkannya saja. Kata Abdullah: Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang mencukur bersih rambutnya satu atau dua kali. Kemudian baru beliau bersabda: Dan orang-orang yang hanya memendekkan

728 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ya Allah! Berilah ampun kepada orang-orang yang mencukur bersih rambutnya. Para shahabat berkata: Wahai Rasulullah! Dan kepada orang-orang yang memendekkannya. Beliau bersabda: Ya Allah, berilah ampun kepada orang-orang yang mencukur bersih rambutnya. Mereka berkata: Wahai Rasulullah! Dan kepada orang-orang yang memendekkannya. Beliau bersabda: Ya Allah, berilah ampun kepada orang-orang yang mencukur bersih rambutnya. Kembali berkata lagi: Wahai Rasulullah! Dan juga kepada orang-orang yang hanya memendekkannya. Beliau bersabda: Dan kepada orang-orang yang hanya memendekkannya

729 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. mencukur bersih rambut kepalanya dalam haji wada`

730 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah tiba di Mina lalu menuju Jumrah dan melemparnya. Kemudian beliau kembali lagi ke kediamannya di Mina lalu menyembelih kurban. Kemudian beliau bersabda kepada tukang cukur: Ambillah, sambil menunjuk pada bagian kepalanya yang sebelah kanan, kemudian yang sebelah kiri. Setelah itu rambut beliau diberikannya kepada para sahabat

731 - Hadits riwayat Abdullah bin Amru bin Al Ash ra. ia berkata: Rasulullah saw. pada haji Wada` pernah berhenti di daerah Mina untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sekelompok manusia. Kemudian datang seorang lelaki seraya berkata: Wahai Rasulullah! Tanpa sadar aku telah terlanjur bercukur padahal belum menyembelih kurban. Beliau bersabda: Sembelihlah kurban, itu tidak apa-apa. Selanjutnya datang lagi seorang lelaki yang lain sembari berkata: Wahai Rasulullah! Tanpa sadar aku telah terlanjur menyembelih kurban padahal belum melempar. Beliau bersabda: Melemparlah, itu tidak apa-apa. Dia (Abdullah bin Amru bin Al Ash) berkomentar, Setiap kali Rasulullah ditanya tentang sesuatu (pekerjaan) yang terlanjur didahulukan atau ditangguhkan, beliau hanya bersabda: Kerjakanlah, itu tidak apa-apa

 

732 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Nabi saw. pernah ditanya mengenai masalah mendahulukan dan mengakhirkan menyembelih kurban, mencukur, melempar, dan beliau menjawab: Tidak apa-apa

733 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra.: Dari Abdul Aziz bin Rufai` ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik ra.: Ceritakan kepadaku tentang sesuatu yang kamu ketahui dari Rasulullah saw, di mana beliau melakukan shalat Dhuhur pada hari Tarwiyah. Anas menjawab: Di Mina. Aku bertanya lagi: Di mana beliau melakukan shalat Ashar pada hari Nafar. Anas menjawab: Di Abthah. Kerjakanlah seperti yang dikerjakan oleh pemimpin-pemimpinmu

734 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Nabi saw, Abu Bakar, dan Umar pernah berhenti di Abthah

 

735 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Berhenti di daerah Abthah tidak sunah hukumnya, tetapi Rasulullah pernah melakukannya, karena daerah itu adalah suatu tempat berhenti yang memudahkan beliau untuk berangkat pulang

736 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Berhenti di Muhashab itu tidak membawa dampak hukum, ia hanya merupakan persinggahan dimana Rasulullah pernah berhenti di sana

 

737 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Insya Allah, besok pagi aku akan berhenti di lembah Bani Kinanah, di mana mereka pernah bersumpah untuk kafir

738 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Abbas bin Abdul Muthalib pernah minta izin kepada Rasulullah untuk menginap di Mekah pada malam hari Mina karena kepentingan mencari air. Dan beliau memberikan izin kepadanya

739 - Hadits riwayat Ali ra. ia berkata: Rasulullah pernah menyuruhku untuk mengurusi untanya. Selanjutnya mensedekahkan daging, kulit dan pakaiannya serta melarangku untuk memberikannya ke pada tukang jagal. Beliau bersabda: Kita akan memberinya dari kepunyaan- kepunyaan kita

740 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Aku pernah berkurban bersama Rasulullah pada tahun Hudaibiyah dengan seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang pula

741 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. Dari Ziyad bin Jubair bahwa Ibnu Umar mendatangi seorang lelaki yang sedang menyembelih untanya dalam keadaan menderum. Lantas dia (Ibnu Umar) berkata: Bangunkanlah ia, biar dalam keadaan berdiri dan terikat (kaki bagian depan yang sebelah kiri), itulah aturan Nabi kalian

 

742 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah mengirim ternak sembelihan dari Madinah dan aku yang memintal kalung-kalung ternak sembelihannya itu. Selanjutnya beliau tidak menjauhi apapun yang semestinya dijauhi oleh orang yang sedang berihram742 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah mengirim ternak sembelihan dari Madinah dan aku yang memintal kalung-kalung ternak sembelihannya itu. Selanjutnya beliau tidak menjauhi apapun yang semestinya dijauhi oleh orang yang sedang berihram

 

743 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah melihat seorang laki-laki menuntun seekor unta. Lantas beliau bersabda: Naikilah ia! Lelaki tadi menjawab: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya ia adalah seekor unta yang akan dikurbankan. Beliau bersabda: Naikilah ia! Bodoh amat kamu! Dalam sabdanya yang kedua atau yang ketiga

744 - Hadits riwayat Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bertemu dengan seorang lelaki yang sedang menuntun seekor unta, kemudian beliau bersabda: Naikilah ia! Lelaki tadi menjawab: Tetapi ia adalah seekor unta yang akan dikorbankan. Beliau bersabda: Naikilah ia! Beliau mengulang sabdanya itu sampai dua atau tiga kali

745 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Dulu orang-orang pernah akan pergi dari berbagai arah, lalu Rasulullah saw. bersabda: Janganlah sekali-kali seorangpun pergi, sebelum mengakhiri perjumpaannya dengan Baitullah

 

746 - Hadits riwayat Bilal ra.: Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah memasuki Ka'bah bersama Usamah, Bilal dan Utsman bin Thalhah Al Hajabi sang juru kunci. Kemudian Utsman bin Thalhah menutupnya. Selanjutnya beliau tinggal di dalamnya. Ibnu Umar berkata: Aku bertanya kepada Bilal ketika sudah keluar: Apa yang dilakukan oleh Rasulullah? Dia menjawab: Beliau menempatkan diri pada posisi sebelah kiri yang terdapat dua tiang, sebelah kanannya terdapat satu tiang, dan bagian belakangnya terdapat tiga tiang. Jadi di dalam bangunan Baitullah terdapat enam tiang. Selanjutnya beliau mengerjakan shalat

 

747 - Hadits riwayat Usamah bin Zaid ra. bahwa: Ibnu Juraij pernah memberitahu kami, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Atha': Apakah kamu pernah mendengar Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya kalian hanya diperintah untuk berthawaf bukan diperintah untuk masuk di dalamnya? Atha' berkata: Ibnu Abbas tidak melarang orang masuk di dalamnya. Sebab aku pernah mendengar ia berkata: Usamah bin Zaid bercerita kepadaku, bahwa Nabi saw. ketika masuk Baitullah, beliau berdo`a disetiap sudutnya dan tidak mengerjakan shalat sampai beliau keluar. Kemudian setelah itu barulah beliau mengerjakan shalat dua raka`at di bagian Baitullah yang paling depan, lalu beliau bersabda: Ini adalah Kiblat. Kemudian aku bertanya kepada Usamah bin Zaid: Pada setiap penjuru atau pada satu sudut saja? Usamah bin Zaid menjawab: Pada setiap sudut Kiblat adalah termasuk Baitullah

748 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah masuk Ka'bah yang dalamnya terdapat enam tiang. Beliau berdiri dekat salah satu tiang lalu berdo`a. Beliau tidak mengerjakan shalat

749 - Hadits riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra.: Dari Isma`il bin Abu Khalid, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa ra. shahabat Rasulullah: Apakah Nabi saw. pernah masuk Baitullah ketika menunaikan ibadah umrah? Dia menjawab: Tidak

 

750 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah bersabda kepadaku: Kalau saja kaummu tidak dekat pada zaman kekufuran, niscaya Ka'bah aku bongkar. Dan ia aku bikin sesuai dengan dasarnya Ibrahim as. Sebab, sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu ketika membangun Baitullah kurang sempurna. Dan ia akan aku buatkan sebuah pintu belakang

 

751 - Hadits riwayat Abdullah bin Abbas ra. bahwa: Al Fadl bin Abbas pernah dibonceng Rasulullah, mendadak ada seorang wanita dari suku Khats`am menemui beliau untuk meminta fatwa. Sesaat Al Fadl memandang wanita itu dan kebetulan si wanita juga memandangnya. Melihat hal itu Rasulullah memalingkan wajah Al Fadl ke arah lain. Wanita itu berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas hamba-hambanya menunaikan ibadah haji. Ternyata aku mendapati ayahku sudah lanjut usia sehingga tidak mungkin mampu bertahan di atas kendaraan. Apakah aku harus beribadah haji untuknya? Beliau menjawab: Ya. Peristiwa itu terjadi ketika beliau menunaikan ibadah haji Wada`

 

752 - Hadits riwayat Al Fadl ra. bahwa: Sesungguhnya seorang wanita dari suku Khats`am pernah berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku sudah lanjut usia. Sedangkan dia wajib menunaikan ibadah haji, namun dia tidak mampu bertahan di atas punggung untanya. Nabi saw. bersabda: Berhajilah untuknya

 

753 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah pernah menyampaikan pidato kepada kami: Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan kalian menunaikan ibadah haji, maka berhajilah. Seorang lelaki bertanya: Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah? Beliau hanya diam saja. Sehingga lelaki tadi mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali. Baru Rasulullah menjawab: Jika aku katakan 'ya' niscaya ia wajib dilakukan tiap tahun dan kalian tidak mungkin mampu melakukannya. Selanjutnya beliau bersabda: Tinggalkanlah sesuatu yang tidak aku singgung-singgung kepada kalian. Sesungguhnya kerusakan orang-orang yang sebelum kalian adalah disebabkan mereka sering bertanya dan disebabkan mereka selalu tidak sepaham dengan nabi-nabinya. Apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka lakukanlah ia sekuat tenaga. Dan apabila aku melarang sesuatu kepada kalian, maka tinggalkanlah ia

 

754 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Janganlah seorang wanita pergi selama tiga hari kecuali ia bersama muhrimnya

 

755 - Hadits riwayat Abu Sa`id ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah bepergian selain menuju ke tiga masjid, masjidku ini, Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Aku juga pernah mendengar beliau bersabda: Janganlah seorang wanita bepergian selama dua hari kecuali ia bersama muhrim atau suaminya

756 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah bersabda: Tidak halal bagi wanita muslim bepergian selama satu malam kecuali ia bersama seorang lelaki yang masih muhrimnya

757 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudri ra. ia berkata: Rasulullah saw. telah bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita yang mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat bepergian selama tiga hari apalagi lebih kecuali ia bersama ayah, anak, suami, saudara, atau muhrimnya yang lain

758 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Nabi saw. berpidato: Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita saja, kecuali ia bersama muhrimnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali ia bersama muhrimnya. Tiba-tiba seorang lelaki bangkit berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya isteriku bepergian untuk menunaikan ibadah haji. Sedangkan aku terkena kewajiban mengikuti peperangan ini. Beliau bersabda: Berangkatlah untuk berhaji bersama isterimu

759 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Ketika Rasulullah pulang dari peperangan, dari menunaikan ibadah haji, atau dari menunaikan ibadah umrah dan sudah sampai di lembah Tsaniyah atau Fadfad, beliau membaca takbir tiga kali seraya berdo`a, Tiada Tuhan melainkan yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertaubat, mengabdi, bersujud, dan kami memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan dengan sendirian terhadap pasukan-pasukan yang bersekutu

760 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Aku pernah pulang bersama Rasulullah, Abu Thalhah dan Shafiyah yang membonceng di belakang unta beliau. Ketika sudah berada di jalan jurusan Madinah, beliau berdo`a: Kami pulang, bertaubat, mengabdi, dan kami memuji kepada Tuhan kami. Beliau selalu membaca do`a tadi sampai kami tiba di Madinah

761 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah menderumkan untanya di Bathha' yang berada di wilayah Dzul Hulaifah untuk melakukan shalat di situ

762 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah didatangi malaikat ketika sedang beristirahat di Dzul Hulaifah. Kemudian dikatakan kepada beliau: Sesungguhnya engkau berada di Baththa' yang penuh barakah

763 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Aku pernah diutus oleh Abu Bakar Ash Shiddiq yang ketika itu dia diangkat Rasulullah menjadi pimpinan yang menangani masalah haji (amir haji) sebelum dilaksanakannya ibadah haji Wada`, untuk menyampaikan sebuah pengumuman kepada segenap manusia pada hari Nahr bahwa setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh melakukan kegiatan haji dan tidak boleh berthawaf di Baitullah dengan telanjang bulat

764 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Ibadah umrah sampai ibadah umrah berikutnya adalah kafarat terhadap dosa di antara keduanya. Ibadah haji yang mabrur, tiada balasannya melainkan surga

765 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. telah bersabda: Barangsiapa yang berkunjung ke Baitullah ini lalu tidak berbicara kotor dan tidak berbuat cabul, maka dia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh Ibunya

766 - Hadits riwayat Usamah bin Zaid bin Haritsah ra.: Dia pernah bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah engkau akan singgah di kediamanmu di Mekah? Rasulullah saw. menjawab: Kamu kira apakah si Aqil meninggalkan beberapa rumah untuk kita

767 - Hadits riwayat Al `Ala bin Al Hadhrami ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bagi orang yang berhijrah, sesudah tiba di Mekah, dia boleh tinggal di kota itu selama tiga hari

 

768 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Pada hari peristiwa penaklukan kota Mekah Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada lagi yang namanya hijrah dari Mekah. Tetapi yang ada ialah jihad dan niat. Apabila kamu dipanggil oleh penguasa untuk berperang, maka berangkatlah. Pada kesempatan lain pasca peristiwa penaklukan kota Mekah, Rasulullah saw. juga bersabda: Sesungguhnya Allah mengharamkan negeri ini semenjak Dia menciptakan langit dan bumi. Negeri ini diharamkan oleh Allah sampai hari kiamat kelak. Sebelumku, siapapun tidak dihalalkan berperang di negeri ini. Bahkan aku sendiri juga tidak dihalalkan melakukan hal yang sama kecuali sesaat di siang hari. Negeri ini diharamkan oleh Allah sampai hari kiamat nanti. Pohonnya yang berduri tak boleh ditebang, hewan buruannya tak boleh dibunuh, dan tidak ada barang temuan kecuali bagi orang yang mau mengumumkan saja yang boleh mengambil barang temuannya, dan rerumputannya tidak boleh dicabut atau dipotongnya. Al Abbas berkata: Kecuali rumput ilalang, wahai Rasulullah! Karena ia sangat bermanfaat bagi manusia. Rasulullah saw. bersabda: Ya, kecuali rumput ilalang

769 - Hadits riwayat Abu Syuraih Al Adawi ra. bahwa: Ia pernah berkata kepada Amr bin Sa`id, yang menyuruh beberapa orang utusan ke Mekah: Izinkan aku, wahai Amir, untuk menceritakan kepada Anda satu ucapan yang disampaikan oleh Rasulullah saw. pada hari peristiwa penaklukan (kota Mekah). Aku dengar sabda beliau dengan kedua telinga terpasang, dengan hati khusyuk dan dengan kedua pasang mata terus menatap beliau. Setelah memanjatkan puja-puji kehadirat Allah, kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya Allahlah yang mengharamkan Mekah. Jadi bukan manusia yang mengharamkannya. Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan kepada hari kiamat menumpahkan darah di dalamnya atau menebang salah satu pohonnya. Apabila ada seseorang yang mempersoalkan kemurahan yang diberikan kepada Rasulullah saw. dalam hal ini, maka katakan saja kepadanya, bahwa sesungguhnya Allah memang mengizinkan kepada Rasul-Nya namun tidak mengizinkannya kepada kamu. Sedangkan aku sendiri sebenarnya hanya diizinkan selama satu jam di waktu siang hari. Keharaman yang ada pada hari ini adalah seperti yang diberlakukan kemarin. Hendaklah orang yang kebetulan hadir menyaksikannya mau menyampaikannya kepada orang yang kebetulan absen

770 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Ketika Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berkenan menaklukkan kota Mekah untuk Rasulullah saw. beliau berdiri dihadapan manusia. Setelah memanjatkan puja-puji kehadirat Allah, selanjutnya beliau bersabda: Sesungguhnya Allah telah berkenan menahan lajunya pasukan gajah dari Mekah dan menguasakan kota tersebut kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin. Sesungguhnya ia (Mekah) itu tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelum maupun sesudahku. Sedangkan aku sendiri hanya dihalalkan selama satu jam pada siang hari. Binatang buruan kota tersebut tidak boleh dibunuh. Pohonnya yang berduri tidak boleh ditebang dan tidak halal barang temuannya kecuali bagi orang yang mau mengumumkannya. Barangsiapa yang dibunuh, maka walinya boleh memilih satu antara dua pilihan, dia bisa menuntut diyat atau balas membunuh. Al Abbas mengatakan: Kecuali rumput ilalang, wahai Rasulullah! Soalnya barang itu bisa kita manfaatkan buat keperluan kubur dan rumah kita. Rasulullah saw. bersabda: Ya, kecuali rumput ilalang. Tiba-tiba seorang lelaki dari penduduk Yaman bernama Abu Syah berdiri dan berkata: Tuliskanlah untukku, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Tuliskanlah untuk Abu Syah

771 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Nabi saw. pernah berkunjung ke kota Mekah pada tahun penaklukan kota tersebut dengan mengenakan mighfar (sebuah tutup kepala terbuat dari anyaman besi). Saat beliau melepasnya, mendadak seorang laki-laki mendekatinya dan berkata: Ibnu Khathal adalah orang yang bergantungan pada satir-satir Ka'bah. Nabi saw. menyuruh kepada para sahabatnya: Bunuhlah dia

772 - Hadits riwayat Abdullah bin Zaid bin `Ashim ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Ibrahim telah memuliakan (mengharamkan) Mekah dan mendo`akan kepada penduduknya. Maka sesungguhnya akupun memuliakan (mengharamkan) Madinah sebagaimana Ibrahim telah memuliakan (mengharamkan) Mekah. Dan sesungguhnya aku juga mendo`akan keberkahan makanan (Madinah), sebagaimana yang pernah dido`akan oleh Ibrahim bagi penduduk Mekah

773 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra.: Dari `Ashim ia berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik: Apakah benar Rasulullah saw. memuliakan (mengharamkan) Madinah? Anas menjawab: Ya, yaitu antara gunung ini sampai gunung ini. Kemudian Rasulullah saw. juga pernah bersabda kepadaku dengan nada mengancam: Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan dosa, maka dia akan terkena laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah tidak mau menerima taubat dan tebusan darinya pada hari kiamat kelak

774 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ya Allah, limpahkanlah berkah bagi Madinah dua kali lipat dari yang Engkau limpahkan pada Mekah

775 - Hadits riwayat Ali bin Abu Thalib ra.: Dari Yazid bin Syarik bin Thariq ia berkata: Ali bin Abu Thalib berpidato di hadapan kami, ia berkata: Barangsiapa yang menganggap bahwa di sisi kita ada sesuatu yang kita baca selain Kitab Allah dan shahifah ini (yaitu shahifah yang digantungkan pada sarung pedangnya), maka berarti dia telah berdusta. Dalam shahifah ini termuat mengenai masalah gigi-gigi yang diberikan sebagai diyat, memuat berbagai masalah tindakan kriminal dan juga memuat sabda Nabi saw: Madinah itu tanah haram, yaitu dari gunung `Iir sampai gunung Tsaur. Barangsiapa yang melakukan suatu dosa atau mendukung orang yang melakukan perbuatan nista tersebut, maka dia akan ditimpa oleh laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Pada hari kiamat kelak, Allah tidak sudi menerima taubat dan fidyah darinya. Jaminan kaum muslimin itu satu yang diusahakan oleh orang yang paling rendah di antara mereka. Barangsiapa yang mengaku pada selain bapaknya atau mengakui pada selain tuannya, maka dia akan terkena laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Dan Allah juga tidak sudi menerima taubat dan tebusan darinya pada hari kiamat nanti. Haditsnya Abu Bakar dan Zuhair hanya berhenti pada kalimat: (yang diusahakan oleh orang yang paling rendah di antara mereka). Mereka berdua tidak menyebutkan kalimat sesudahnya, yaitu kalimat tergantung pada sarung pedangnya

776 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw. beliau bersabda: Madinah itu tanah haram. Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan dosa atau mendukung orang yang melakukan perbuatan nista tersebut, maka dia akan terkena laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Pada hari kiamat kelak, Allah tidak mau menerima taubat dan fidyahnya

777 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Ketika kami datang di Madinah, kota tersebut terlanda wabah penyakit yang cukup serius. Sampai-sampai Abu Bakar dan Bilal mengadukan hal itu. Ketika Rasulullah saw. melihat pengaduan sahabat-sahabatnya tersebut, beliau berdo`a: Ya Allah, jadikanlah kami tetap mencintai Madinah sebagaimana Engkau buat kami mencintai Mekah bahkan lebih berat lagi. Limpahkanlah kesehatan padanya. Berkahilah untuk kami makanan yang biasa dihitung dengan hitungan sha` maupun mud. Pindahkanlah penyakit Madinah ke daerah Juhfah

778 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pada setiap lubang Madinah itu terdapat malaikat. Penyakit tha`un dan juga Dajjal tidak akan bisa masuk padanya

779 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Akan datang suatu zaman di mana seorang lelaki mengajak kepada keponakannya atau kerabatnya yang lain: Marilah bersenang senang! Marilah bersenang-senang! Padahal Madinah itu lebih baik bagi mereka sekiranya mereka mengetahui. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman tangan-Nya. Setiap orang dari mereka yang meninggalkan (Madinah) karena alasan tidak suka, maka Allah akan memberikan ganti lagi orang yang lebih baik daripadanya. Ketahuilah, sesungguhnya Madinah itu seperti cerobong dapur yang mengepulkan asap. Dan kiamat tidak akan tiba sebelum Madinah mengeluarkan bola api, seperti cerobong dapur yang mengeluarkan asap priok

780 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. bahwa: Sesungguhnya seorang dusun berbai`at kepada Rasulullah saw. Suatu hari dia terserang penyakit yang cukup serius di Madinah. Dia lalu menemui Nabi saw. dan berkata: Wahai Muhammad! Batalkan saja pembai`atanku. Rasulullah saw. tidak mau. Kemudian dia datang lagi kepada beliau dan berkata: Batalkan pembai`atanku. Rasulullah tidak mau. Untuk ketiga kalinya dia datang lagi kepada Rasulullah saw. dan berkata: Batalkan pembai`atanku. Tetapi Rasulullah saw. sempat bersabda: Sesungguhnya Madinah itu seperti cerobong dapur. Ia mengeluarkan asap kotorannya tetapi memurnikan aromanya

781 - Hadits riwayat Zaid bin Tsabit ra.: Dari Nabi saw. beliau bersabda: Sesungguhnya Madinah itu bagus. Sesungguhnya ia akan mengeluarkan kotoran, seperti api mengeluarkan kotoran tembaga

782 - Hadits riwayat Sa'ad bin Abu Waqqash ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang bermaksud jahat terhadap penduduk Madinah, maka Allah akan menghancurkannya seperti garam yang hancur dalam air

783 - Hadits riwayat Sufyan bin Abu Zuhair ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Kota Syam ditaklukkan, lalu orang-orang sama berbondong-bondong meninggalkan kota Madinah bersama keluarganya ke kota tersebut. Padahal, kalau mereka tahu, Madinah itu lebih baik bagi mereka. Kota Yaman ditaklukkan, lalu orang-orang sama berbondong-bondong keluar meninggalkan kota Madinah bersama dengan keluarganya menuju ke kota tersebut. Padahal, kalau mereka tahu, Madinah itu lebih baik bagi mereka. Ketika kota Irak ditaklukkan, orang-orangpun sama-sama berbondong-bondong keluar meninggalkan kota Madinah bersama keluarganya menuju ke kota tersebut. Padahal, kalau mereka tahu, Madinah itu lebih baik bagi mereka

784 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah menyinggung tentang Madinah; misalkan ia ditinggalkan oleh penduduknya, keadaannya tetap lebih baik sekalipun ia hanya dihuni oleh Al 'Awafi, yaitu binatang-binatang buas dan burung

785 - Hadits riwayat Abdullah bin Zaid Al Mazini ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Tempat yang berada antara rumahku dan mimbarku itu adalah termasuk bagian taman surga

786 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah bersabda: Tempat yang berada antara rumahku dan mimbarku adalah termasuk bagian taman surga. Sedangkan mimbarku berada di dekat telagaku

787 - Hadits riwayat Abu Humaid ra. ia berkata: Aku pernah ikut berangkat bersama Rasulullah saw. dalam perang Tabuk. Setelah melewati Wadil Qura, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku harus cepat-cepat. Barangsiapa di antara kalian yang ingin bersamaku, hendaklah dia mengikuti aku. Dan barangsiapa yang tidak ingin bersamaku, dia boleh tinggal di tempatnya. Kebetulan aku termasuk orang yang ikut bersama beliau. Saat perjalanan sudah dekat dengan Madinah, Rasulullah saw. bersabda: Itu adalah kota Thabah. Dan itu adalah Uhud, gunung yang kita senangi dan ia menyenangi kita

788 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Uhud itu adalah gunung yang menyenangi kita dan kita menyenanginya

789 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Nabi saw. bersabda: Melakukan shalat sekali saja di masjidku ini lebih utama daripada melakukan shalat seribu kali di masjid yang lain kecuali di Masjidil Haram di kota Mekah

790 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Nabi saw. pernah bersabda: Tidak dianjurkan bepergian kecuali ke tiga masjid, yaitu masjidku ini (Masjid Madinah), Masjidil Haram (Masjid Mekah) dan Masjidil Aqsha

 

791 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah berkunjung ke Quba', terkadang beliau naik kendaraan dan terkadang pula cukup jalan kaki

 

792 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra.: Dari Alqamah ia berkata: Aku pernah berjalan-jalan di Mina bersama Abdullah. Kami bertemu dengan Utsman yang kemudian mendekati Abdullah. Setelah berbincang-bincang sejenak akhirnya Utsman berkata kepada Abdullah: Wahai Abu Abdurrahman! Maukah kamu aku jodohkan dengan seorang wanita yang masih muda? Barangkali ia akan dapat mengingatkan lagi masa-masa lalumu yang indah. Mendengar tawaran itu Abdullah menjawab: Apa yang kamu katakan itu, adalah cocok dengan apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah saw. kepadaku: Wahai golongan kaum muda. Barangsiapa di antara kamu yang sudah mampu mencari nafkah buat menikah, maka hendaklah dia menikah. Karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menjaga pandangan mata dan lebih membentengi kehormatan. Dan barangsiapa yang tiada mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu dapat menghalangi nafsu

793 - Hadits riwayat Anas ra. bahwa: Beberapa orang shahabat Nabi saw. bertanya kepada isteri-isteri Nabi saw. secara tersembunyi mengenai apa yang dilakukan beliau. Di antara mereka ada yang mengatakan: Aku tidak menikah dengan para wanita. Ada yang mengatakan: Aku tidak pernah makan daging. Dan ada pula yang mengatakan: Aku tidak pernah tidur dengan memakai alas. Mendengar hal itu, Nabi saw. memuji Allah. Dan selanjutnya beliau bersabda: Apa maunya orang-orang itu dengan ucapannya tadi? Sesungguhnya aku disamping shalat juga tidur, di samping berpuasa juga berbuka. Dan aku juga menikah dengan wanita. Barangsiapa yang tidak suka akan sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku

794 - Hadits riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang Utsman bin Mazh`un untuk membujang. Seandainya beliau merestuinya, niscaya kami akan mengebiri diri kami

795 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. tanpa membawa isteri. Kami bertanya: Bolehkah kami mengebiri diri untuk menahan nafsu sexual kami? Ternyata beliau melarangnya. Kemudian kami diberi kemurahan untuk menikahi wanita dengan maskawin pakaian untuk jangka waktu tertentu. Kemudian Abdullah membaca firman Allah, (Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas)

796 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Juru panggil Rasulullah saw. menemui kami dan berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. sudah merestui kalian untuk mengawini kaum wanita secara mut`ah

797 - Hadits riwayat Ali bin Abu Thalib ra. bahwa: Rasulullah saw. melarang untuk menikahi wanita secara mut`ah dan memakan daging keledai piaraan ketika perang Khaibar

798 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Seorang wanita dan bibinya (dari ayah atau dari ibu) tidak boleh dihimpun menjadi satu dalam perkawinan

799 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Nabi saw. menikah dengan Maimunah dalam keadaan ihram

800 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Janganlah sebagian kamu menjual jualan sebagian yang lain. Dan janganlah sebagian kamu melamar lamaran sebagian yang lain

 

801 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Nabi saw. melarang orang kota membeli barang orang dusun (sebelum sampai pasar), melakukan najasy (yaitu menambah harga barang dengan maksud menipu orang lain), melamar (wanita) yang sudah dilamar orang lain, atau menjual jualan orang lain. Dan seorang wanita tidak boleh berupaya bagaimana agar saudara perempuannya dicerai suaminya untuk mencukupi bejananya atau piringnya (menggantikan kedudukannya)

802 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. melarang nikah syighar. Dan nikah syighar ialah seorang lak-laki mengawinkan putrinya kepada orang lain dengan syarat orang tersebut mengawinkan putrinya kepadanya, dan tidak ada maskawin antara keduanya

803 - Hadits riwayat Uqbah bin Amir ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di antara syarat-syarat yang paling berhak untuk dipenuhi ialah, syarat yang karenanya kamu memperoleh kehalalan dari kehormatannya

804 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Seorang wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum ia dimintai pertimbangannya, dan seorang gadis tidak boleh dinikahkan sebelum ia dimintai persetujuannya. Para shahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana untuk mengetahui persetujuannya? Rasulullah saw. menjawab: Yakni diamnya

805 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang seorang gadis yang dinikahkan oleh keluarganya, apakah ia perlu dimintai pertimbangannya ataukah tidak? Beliau menjawab: Ya, perlu. Lalu Aisyah berkata: Aku katakan kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Kalau begitu tanda setujunya ialah apabila ia diam

806 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. menikahiku pada saat aku berusia enam tahun. Dan beliau menggauliku saat aku berusia sembilan tahun. Lebih lanjut Aisyah ra. bercerita: Sesampainya di Madinah, aku terserang oleh penyakit demam selama satu bulan setelah itu rambutku tumbuh lebat hingga bulu-bulu kecil di cambang. Kemudian ibuku, Ummu Ruman, menemuiku pada saat aku sedang bermain-main dengan beberapa orang kawan sebayaku. Ibuku memanggilku, dan aku mendatanginya, aku tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Lalu aku dituntunnya hingga sampai ke pintu. Aku berkata: Huh.. huh.. hingga nafasku lega. Kemudian ibuku memasukkanku ke dalam sebuah rumah, ternyata di sana terdapat wanita-wanita Anshar. Mereka mengucapkan selamat dan berkah dan atas nasib yang baik. Ibuku menyerahkanku kepada mereka. Mereka lalu memandikanku dan meriasku, dan tidak ada yang membuatku terkejut kecuali ketika Rasulullah saw. datang dan mereka meyerahkanku kepada beliau

807 - Hadits riwayat Sahl bin Sa`ad As`idi ra. ia berkata: Datang seorang perempuan kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu. Sejenak Rasulullah saw. memperhatikan perempuan itu lalu menaikkan pandangannya dan menundukkannya lagi kemudian beliau mengangguk-anggukkan kepalanya. Melihat Rasulullah saw. tidak memutuskan apa-apa terhadapnya, perempuan itu lalu duduk. Sesaat kemudian seorang dari shahabat beliau berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, jika engkau tidak berkenan padanya, maka kawinkan saja aku padanya. Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu memiliki sesuatu? Shahabat itu menjawab: Demi Allah, tidak wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Kalau begitu pulanglah kamu kepada keluargamu, lihat apakah kamu mendapatkan sesuatu? Maka pulanglah shahabat itu, lalu kembali lagi dan berkata: Demi Allah aku tidak mendapatkan sesuatu. Rasulullah saw. bersabda: Coba cari lagi walaupun itu hanya sebuah cincin dari besi. Lalu shahabat itu pulang dan kembali lagi seraya berkata: Demi Allah tidak ada wahai Rasulullah, walau hanya sebuah cincin dari besi. Tapi ini adalah kain sarung milikku. Sahal berkata: Dia tidak mempunyai ridaa' (kain yang menutupi badan bagian atas). Berarti wanita tadi hanya akan mendapatkan setengah dari kain sarungnya. Rasulullah saw. bertanya: Lantas apa yang dapat kamu paerbuat dengan kain sarung milikmu ini? Jika kamu memakainya, maka wanita itu tidak memakai apa-apa. Demikian pula jika dia memaakainya, maka kamu tidak memakai apa-apa. Lelaki itu lalu duduk. Sampai ketika duduknya sudah agak lama lalu ia berdiri. Melihat laki-laki itu berdiri dan akan meninggalkan majlis, Rasulullah memerintahkan untuk memanggilnya. Ketika dia datang, Rasulullah saw. bertanya: Apa yang kamu hafal dari Al Qur'an? Shahabat itu menjawab: Saya hafal surat ini, surat itu (disebutkannya satu persatu). Rasulullah bertanya: Apakah kamu dapat membacanya di luar kepala? Shahabat itu menjawab: Ya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Pergilah, wanita itu telah menjadi isterimu dengan maskawin apa yang kamu hafal dari Al Qur'an

808 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Nabi saw. melihat pada salah satu bagian tubuh Abdurrahman bin Auf terdapat warna bekas wewangian pengantin. Rasulullah saw. bertanya: Apa ini? Abdurrahman menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan maskawin sebanyak lima dirham emas. Mendengar itu Rasulullah saw. lalu bersabda: Kalau begitu segera adakan walimah (pesta) walau hanya dengan memotong seekor kambing

809 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Aku sempat menghadiri walimah Zaenab (ketika ia dinikahi oleh Rasulullah saw.) Pada acara walimahan itu orang-orang merasa puas karena mereka kenyang dengan roti dan daging. Dan akulah yang telah diutus beliau untuk mengundang mereka. Setelah acara walimah selesai, beliau berdiri dan beranjak dari tempatnya, dan aku mengikutinya. Pada saat itu masih ada dua orang tamu laki-laki yang belum keluar karena mereka masih asyik berbicara. Nabi saw. lalu melewati beberapa isterinya yang lain. Beliau mengucapkan salam kepada mereka masing-masing lalu bertanya: Bagaimana keadaan kalian semua, wahai anggota keluarga? Mereka menjawab: Baik, wahai Rasulullah. Mereka ganti bertanya: Bagaimana dengan keadaan keluargamu? Beliau menjawab: Baik. Setelah selesai beliau kembali dan akupun ikut kembali. Sesampainya di pintu, dua orang tamu laki-laki yang masih asyik berbicara tadi masih ada, namun begitu melihat Nabi kembali mereka cepat-cepat berdiri dan terus keluar. Demi Allah, aku tidak tahu apakah aku yang telah memberitahukan beliau bahwa mereka telah keluar atau wahyu telah turun kepadanya. Sementara aku terus saja mengikuti beliau. Namun begitu kakinya menginjak ambang pintu, segera saja beliau menutupkan hijab sehingga aku terhalang masuk. Lalu Allah menurunkan ayat berikut ini: (Janganlah kamu memasuki rumah Nabi kecuali kamu sudah mendapatkan izinnya)

810 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang dari kamu diundang untuk menghadiri walimah, maka hendaklah dia mendatanginya

811 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Seburuk-buruk makanan ialah makanan walimah di mana yang diundang hanyalah orang-orang kaya saja sementara orang-orang yang miskin tidak diundang. Dan barangsiapa yang tidak memenuhi undangan, maka berarti dia telah berlaku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya

 

812 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Suatu hari isteri Rifa`ah datang menghadap Nabi saw. dan berkata: Aku pernah menjadi isteri Rifa`ah, tetapi dia telah menceraikan aku tiga kali. Kemudian aku menikah dengan Abdurrahman bin Zubair. Namun terus terang dia seperti ujung baju (lemah syahwat). Mendengar penuturan wanita itu Rasulullah saw. tersenyum. Beliau kemudian bertanya: Jadi kamu ingin kembali kepada Rifa`ah? Itu tidak bisa, sebelum kamu mereguk madunya dan dia mereguk madumu. Aisyah berkata: Pada saat itu, Abu Bakar sedang berada di sisi Rasulullah saw. sedangkan Khalid berada di depan pintu menunggu untuk diizinkan masuk. Rasulullah saw. bersabda: Hai Abu Bakar, tidakkah kamu dengar apa yang ditegaskan oleh wanita tadi di hadapan Rasulullah saw.

 

813 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli isterinya, hendaklah dia membaca: (Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami). Sebab jika sampai hubungan yang mereka lakukan tersebut membuahkan anak, maka selamanya anak itu tidak akan disusahkan oleh setan

 

814 - Hadits riwayat Jabir ra. ia berkata: Kebiasaan yang berlaku di kalangan orang Yahudi, apabila seorang lelaki menggauli isterinya pada kubulnya (liang kemaluan) dari belakang, maka anak yang terlahir akan juling matanya. Lalu turunlah ayat: (Isteri-isterimu adalah "seperti" tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki)

 

815 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Nabi saw. bersabda: Apabila seorang isteri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi

 

816 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudry ra. ia berkata: Kami pernah berperang melawan Bani Musthaliq bersama-sama dengan Rasulullah saw. dan kami berhasil menawan beberapa wanita Arab yang cukup menarik. Kami sudah lama tidak berhubungan dengan isteri, maka kami ingin sekali menebus mereka sehingga kami dapat menikahi mereka secara mut`ah dan kami melakukan `azl (mengeluarkan sperma di luar kemaluan isteri untuk menghindari kehamilan). Kami berkata: Kami melakukan demikian sedang Rasulullah berada di tengah-tengah kami tanpa kami tanyakan tentang hal tersebut. Lalu kami tanyakan juga kepada beliau dan beliau bersabda: Tidak apa-apa, seandainya tidak kamu lakukanpun apa yang telah Allah takdirkan dari segala sesuatu untuk terwujud, maka pasti dia akan terwujud. Dan itu akan terus berlaku sampai hari kiamat

 

817 - Hadits riwayat Jabir ra. ia berkata: Ketika kami melakukan `azl (mengeluarkan sperma di luar kemaluan isteri), dan Al Qur'an sedang masa penurunan

 

818 - Hadits riwayat Aisyah ra. bahwa: Rasulullah saw. suatu hari sedang berada di sisinya lalu dia mendengar ada seseorang yang datang meminta izin di rumah Hafshah. Kata Aisyah ra.: Lalu aku berkata: Wahai Rasulullah, ada seorang laki-laki sedang minta izin di rumahmu. Rasulullah saw. hanya menjawab: Aku kira dia itu si fulan, paman dari bapak sepersusuan Hafshah. Maka Aisyah bertanya: Wahai Rasulullah, seandainya si fulan --pamannya sepersusuan-- masih hidup, tentunya dia boleh menemuiku? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Karena sesungguhnya persusuan itu dapat menjadikan mahram sama halnya dengan mahram karena keturunan

 

819 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya Aflah, saudara Abul Qu`ais, yakni paman sepersusuannya, datang minta izin ingin menemuinya setelah turun ayat hijab. Aisyah ra. berkata: Tetapi aku tidak memberinya izin. Dan ketika Rasulullah saw. telah datang, aku ceritakan apa yang telah aku lakukan itu. Ternyata beliau menyuruhku untuk memberinya izin menemuiku

820 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Nabi saw. hendak dijodohkan dengan puteri Hamzah. Akan tetapi beliau bersabda: Sesungguhnya ia tidak halal bagiku karena sesungguhnya ia adalah puteri saudara laki-laki sepersusuanku sendiri. Yang haram disebabkan persusuan itu sama seperti yang haram dari jalur nasab keturunan keluarga

821 - Hadits riwayat Ummu Habibah binti Abu Sufyan ra. ia berkata: Saat Rasulullah saw. menemuiku, aku berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, apakah engkau mempunyai minat terhadap saudara perempuanku, yaitu puteri Abu Sufyan? Rasulullah saw. balik bertanya: Maksudmu, apa yang harus aku lakukan? Aku menjawab: Engkau nikahi dia. Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu suka hal itu? Aku menjawab: Aku bukanlah wanita yang egois yang ingin memilikimu untuk seorang diri. Dan teman yang paling aku senangi dalam soal kebajikan adalah saudaraku. Rasulullah bersabda: Saudara perempuanmu itu tidak halal bagiku. Lalu aku katakan lagi kepada beliau: Aku dengar engkau melamar Durrat binti Abu Salamah? Beliau bertanya: Puteri Ummu Salamah? Aku menjawab: Ya. Beliau bersabda: Walupun dia bukan anak tiriku yang adda dalam pemeliharaanku dia tetap tidak halal bagiku karena dia adalah anak perempuan saudaraku sepersusuan, sebab aku dan bapaknya telah disusui oleh Tsuwaibah. Maka tidak usahlah kamu menawarkan kepadaku puteri-puterimu ataupun saudara-saudara perempuanmu

822 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sahlah binti Suhail datang kepada Nabi saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, aku melihat perubahan air muka Abu Hudzaifah setiap kali Salim menemuiku, padahal dia adalah anak asuhnya. Nabi saw. lalu bersabda: Kalau begitu, susui saja dia. Sahlah bertanya: Bagaimana aku bisa menyusuinya, sedang dia adalah anak yang sudah besar? Rasulullah saw. tersenyum lalu bersabda: Aku juga tahu bahwa dia sudah besar. Amru menambahkan dalam haditsnya bahwa dia telah ikut dalam perang Badar. Dan dalam riwayat Ibnu Abu Umar: Lalu Rasulullah saw. Tertawa

823 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. menemuiku, pada saat itu di sisiku ada seorang laki-laki yang sedang duduk. Hal itu membuat dia kecewa, dan aku melihat ada kemarahan pada wajah beliau. Aisyah berkata: Lalu aku terangkan kepada beliau: Wahai Rasulullah, dia adalah saudaraku sepersusuan. Aisyah berkata lagi: Lalu beliau bersabda: Coba kalian perhatikan lagi saudara-saudara laki-lakimu yang sepersusuan. Karena sesungguhnya persusuan itu karena sebab lapar

 

824 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sa`ad bin Abu Waqqash dan Abdu bin Zam`ah terlibat perselisihan mengenai seorang anak. Kata Sa`ad: Ini adalah anak saudaraku `Utbah bin Abu Waqqash. Dan menurut pengakuannya anak ini puteranya. Lihat saja wajahnya mirip dengannya. Abdu bin Zam`ah menyangkal dan mengatakan: Dia ini saudaraku, wahai Rasulullah. Dia terlahir di atas tempat tidur ayahku dari budak perempuannya. Sejenak Rasulullah saw. memperhatikan kemiripan anak itu, memang ada kemiripan yang jelas dengan Utbah. Tetapi kemudian beliau bersabda: Dia adalah untukmu, wahai Abdu. Nasab seorang anak itu dikembalikan kepada tempat tidur di mana anak itu dilahirkan. Dan bagi pezina itu batu (rajam atau kecelakaan). Pakailah hijab darinya, wahai Saudah binti Zam`ah

825 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Nasab anak itu dikembalikan kepada tempat tidur di mana ia dilahirkan dan bagi pezina itu batu (rajam atau kecelakaan).

 

826 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. satu hari menemuiku dengan gembira dan wajahnya kelihatan berseri-seri. Lalu beliau bersabda: Apa kamu tahu, bahwa tadi Mujazziz tadi memandang Zaid bin Haritsah dan Usamah bin Zaid, lalu berkata: Sesungguhnya kaki-kaki ini adalah dari sebagiannya (mirip).

827 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Apabila seseorang menikahi wanita gadis setelah beristeri seorang janda, maka dia harus tinggal bersamanya selama tujuh hari. Dan apabila dia menikahi seorang janda setelah beristeri seorang gadis, maka dia harus tinggal bersamanya selama tiga hari

828 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Wanita yang paling aku senangi adalah Saudah binti Zam`ah. Aku ingin sekali menjadi dia. Ia adalah seorang wanita yang cukup tabah hatinya. Aisyah berkata: Ketika sudah tua Saudah memberikan jatah gilirannya dari Rasulullah saw. kepada Aisyah ra. Kata Saudah: Wahai Rasulullah, aku berikan jatah hariku kepada Aisyah ra. Jadi Rasulullah saw. membagi waktu kepada Aisyah ra. dua hari, sehari jatahnya sendiri, dan sehari lagi jatah pemberian Saudah

829 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sebenarnya aku merasa cemburu kepada wanita-wanita yang telah menyerahkan diri mereka untuk dinikahi oleh Rasulullah saw. Aku katakan: Wanita-wanita telah menyerahkan dirinya kepada Rasulullah saw. Namun ketika telah turun firman Allah Ta`ala: (Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka "isteri-isterimu" dan "boleh pula" menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingin untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai). Aku (Aisyah) berkata: Demi Allah aku baru sadarbahwa Allah rupanya ingin meringankanmu dan memberikan keleluasaan padamu

830 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. dari Atha', ia berkata: Bersama dengan Ibnu Abbas aku ikut melayat jenazah di daerah Saraf. Ibnu Abbas berkata: Ini adalah jenazah isteri Nabi saw. Apabila kamu mengangkat kerandanya, maka janganlah kamu berlaku sembarangan dan menggoncang-goncangkannya, berlakulah dengan halus. Sesungguhnya Rasulullah saw. itu memiliki sembilan orang isteri, beliau biasa menggilir yang delapan dan tidak menggilir yang satu

831 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Wanita itu dinikahi karena empat perkata; karena harta bendanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka dapatkanlah wanita yang punya agama, niscaya kamu akan bahagia

832 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya wanita itu seperti tulang rusuk. Jika kamu berusaha meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya. Tetapi kalau kamu biarkan saja ia, maka kamu akan menikmatinya dengan tetap dalam keadaan bengkok

833 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Seandainya tidak ada Hawa, niscaya selamanya wanita tidak akan berkhianat kepada suaminya

834 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Ia menceraikan isterinya ketika sedang dalam keadaan haid. Hal itu terjadi pada zaman Rasulullah saw. Ketika hal itu ditanyakan oleh Umar bin Khathab kepada Rasulullah saw. beliau bersabda kepada Umar: Suruh dia untuk merujuknya kembali kemudian biarkanlah sampai ia suci, lalu haid lagi, kemudian suci lagi. Kemudian setelah itu kalau mau dia bisa menahannya, dan kalau mau dia juga bisa menceraikannya sebelum menyentuhnya. Itulah masa `iddah yang diperintahkan oleh Allah Ta`ala bagi wanita yang diceraikan

835 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa: Sesungguhnya dia pernah berkata tentang masalah orang yang mengharamkan isterinya, maka hal itu merupakan sumpah yang harus dia bayar kafaratnya. Selanjutnya Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya bagi kamu dalam diri Rasulullah saw. itu telah ada suri teladan yang baik

836 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya Nabi saw. berada di rumah Zainab binti Jahsy. Di sana beliau meminum madu. Kemudian aku dan Hafshah bersepakat, siapapun nanti diantara kami berdua yang ditemui oleh Nabi saw. ia harus mengatakan kepada beliau: Sesungguhnya aku mencium bau maghafir (pohon yang getahnya bisa dijadikan lem, yang rasanya manis tapi baunya tidak enak) darimu, apakah engkau memang baru saja memakannya? Begitu beliau menemui salah seorang dari kami, langsung saja pertanyaan tersebut diajukan kepada beliau. Tetapi beliau menjawab: Tidak, mwlainkan aku baru saja minum madu di rumah Zainab binti Jahsy. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Maka turunlah firman Allah: (Mengapa kamu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah kepadamu,...) sampai kepada firman-Nya: (Jika... kamu berdua bertaubat), yaitu Aisyah ra. dan Hafshah. Sedang firman Allah: (Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari isteri-isterinya "Hafshah" tentang suatu peristiwa), ialah berkenaan denggan sabda beliau: Melainkan aku baaru saja minum madu

 

837 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Ketika Rasulullah saw. disuruh untuk memberikan pilihan kepada isteri-isterinya, beliau memulai dari aku. Beliau bersabda: Aku akan menyampaikan sesuatu kepadamu, dan aku harap kamu tidak usah terburu-buru mengambil suatu keputusan sebelum kamu pertimbangkan dengan kedua orang tuamu. Aisyah berkata: Dian sudah tahu bahwa kedua orang tuaku tidak akan menghendaki aku berpisah dengan beliau. Aisyah berkata lagi: Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla telah berfirman: (Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut`ah "pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami" dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki "keridhaan" Allah dan Rasul-Nya serta "kesenangan" di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.) Aisyah berkata: Lalu aku berkata: Jadi tentang soal inikah aku disuruh untuk minta pertimbangan kepada kedua orang tuaku? Sesungguhnya aku menghendaki Allah, Rasul-Nya dan kesenangan akhirat. Ternyata isteri-isteri Rasulullah saw. yang lain juga mengikuti apa yang aku lakukan itu

 

838 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. meminta izin kepada kami jika beliau akan menggilir isteri-isterinya setelah turun ayat: (Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka "isteri-isterimu" dan "boleh pula" menggauli siapa yang kamu kehendaki.) Mu`adzah bertanya kepada Aisyah: Lalu apa yang kamu katakan jika Rasulullah saw. minta izin kepadamu? Aisyah berkata: Aku jawab: Kalau itu giliranku, niscaya aku tidak akan sudi memberikannya kepada orang lain

839 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah memberikan pilihan kepada kami dan itu tidak kami anggap sebagai talak

840 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra. bahwa: Ketika Nabi saw. sedang menjauhi isteri-isterinya, ia berkata: Ketika aku masuk masjid, aku melihat orang-orang sama melempar-lempar tanah denggan batu (seperti orang yang pusing memikirkan sesuatu) sambil berkata: Rasulullah saw. telah menceraikan isteri-isterinya. Hal itu terjadi sebelum para isteri nabi diperintah untuk mengenakan hijab. Umar berkata: Aku berkata: Hari ini akan aku ketahui apa yang terjadi. Maka aku datangi Aisyah ra. dan aku katakan: Wahai puteri Abu Bakar, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.? Aisyah ra. menjawab: Apa urusanmu denganku, wahai putera Khathab? nasehati saja puterimu sendiri. Maka setelah itu aku langsung menemui Hafshah binti Umar. dan aku katakan kepadanya: Wahai Hafshah, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.? Demi Allah, sesungguhnya kamu tahu bahwa Rasulullah saw. tidak menyukaimu. Seandainya bukan karena aku, niscaya Rasulullah saw. sudah menceraikan kamu. Mendengar ucapan itu Hafshah menangis tersedu-sedu. Aku tanyakan padanya: Di mana sekarang Rasulullah saw. berada? Ia menjawab: Di tempat pengasingannya di kamar atas. Langsung aku masuk, dan dii tempat itu aku bertemu dengan Rabah, pelayan Rasulullah saw. yang sedang duduk di ambang pintu kamar atas sambil menumpangkan kedua kakinya pada sebatang kayu yang dilubangi yang digunakan Rasulullah untuk naik atau turun. Lalu aku memanggilnya: Wahai Rabah, mintakan aku izin untuk menemui Rasulullah saw. Kemudian Rabah memandang ke arah kamar Rasulullah saw. lalu beralih memandangku tanpa berkata apa-apa. Aku katakan lagi padanya: Wahai Rabah, mintakan aku izin untuk menemui Rasulullah saw. Sekali lagi dia hanya memandang ke arah kamar Rasulullah kemudian beralih memandangku tanpa berkata apa-apa. Dengan suara agak keras aku katakan padanya: Wahai Rabah, mintakan aku izin untuk menemui Rasulullah. Aku kira Rasulullah menyangka kalau aku datang demi Hafshah. Demi Allah, kalau beliau menyuruhku untuk memukul tengkuknya maka segera akan aku laksanakan perintah beliau itu. Kemudian aku tinggikan suaraku, dan akhirnya Rabah memberikan isyarat kepadaku supaya menaiki tangga. Aku lalu segera masuk menemui Rasulullah saw. aku melihat beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar. Aku lalu duduk di dekatnya. Sejenak beliau aku lihat menurunkan kain satu-satunya yang dikenakannya. Saat itulah aku bisa melihat tikar itu membekas di pinggangnya. Kemudian aku layangkan pandanganku ke sekitar kamar beliau. Tidak banyak barang yang ada di situ, kecuali hanya ada sekitar satu sha` biji gandum tergeletak di sudut kamar, dan bahan untuk menyamak kulit serta sehelai kulit binatang yang belum sempurna disamak. Seketika itu, aku tak dapat menahan air mataku. Melihat hal itu Rasulullah bertanya: Kenapa kamu menangis, wahai putera Khathab? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar itu telah membekas di pinggangmu. Dan tempat ini, aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara di sana Kaisar dan Kisra bergelimang dengan buah-buahan dan sungai-sungai sedang engkau adalah Rasulullah saw. dengan segala kesuciannya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini. Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putera Khathab, tidak relakah kamu jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? Aku menjawab: Tentu saja aku rela. Umar berkata: Ketika aku pertama kali masuk aku melihat kemarahan di wajah beliau. Lalu aku tanyakan kepada beliau: Wahai Rasulullah, apakah yang menyusahkanmu dari urusan isteri-isterimu? Jika engkau ceraikan mereka, maka sesungguhnya Allah dan seluruh malaikat-Nya akan tetap bersama engkau begitu juga Jibril, Mikail, Aku dan Abu Bakar serta segenap orang-orang mukminpun juga tetap bersamamu. Sambil mengucapkan kata-kata itu aku selalu memuji Allah dan berharap semoga Allah membenarkan ucapan yang aku lontarkan tadi. Kemudian turunlah ayat takhyir (menyuruh untuk memilih) berikut ini: (Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan-nya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu. Jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan "begitu pula" Jibril dan orang-orang mukmin yang baik, dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.) Pada saat itu Aisyah ra. dan Hafshah memang bersekongkol terhadap isteri-isteri Nabi saw. yang lainnya. Aku katakan kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, apakah engkau telah menceraikan mereka? Beliau menjawab: Tidak. Kemudian aku jelaskan kepada beliau, bahwa sewaktu aku memasuki masjid, aku melihat kaum muslimin melempar-lempar tanah dengan batu (seperti orang yang pusing memikirkan sesuatu) sambil berkata bahwa Rasulullah saw. telah menceraikan isteri-isterinya. Apakah perlu aku turun untuk memberitahukan mereka bahwa sebenarnya engkau tidak menceraikan isteri-isterimu. Beliau bersabda: Boleh, kalau memang kamu mau. Aku masih tetap berbicara dengan beliau sampai akhirnya aku melihat beliau benar-benar reda dari kemarahannya. Bahkan beliau sudah bisa tersenyum dan tertawa. Dan Rasulullah saw. adalah orang yang paling indah gigi serinya. Kemudian Rasulullah turun dan akupun ikut turun. Aku turun terlebih dahulu lalu aku pegang erat-erat batang pohon yang digunakan tangga tersebut dan Rasulullahpun turun seakan-akan beliau jalan di atas tanah dan tidak memegang apapun dengan tangannya. Aku berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, sesungghnya engkau berada di dalam kamar itu selama dua puluh sembilan hari. Beliau bersabda: Sesungguhnya sebulan itu memang ada dua puluh sembilan hari. Lalu aku berdiri di pintu masjid sambil berseru dengan suara yang sekeras-kerasnya: Rasulullah saw. tidak menceraikan isteri-isterinya. Kemudian turunlah ayat: (Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya "akan dapat" mengetahuinya dari mereka "Rasul dan Ulil Amri".) Dan akulah orang yang ingin mengetahui perkara itu. Maka Allah Ta`ala lalu menurunkan ayat takhyir

 

841 - Hadits riwayat Subai`ah ra. bahwa: Umar bin Abdullah berkirim surat kepada Abdullah bin `Utbah memberitahukannya bahwa Subai`ah telah bercerita kepadanya bahwa dia adalah isteri Sa`ad bin Khaulah dari Bani Amir bin Lu'ay. Dan dia termasuk salah seorang yang ikut dalam perang Badar dan wafat pada waktu haji wada` sedang Subai`ah saat itu hamil. Tidak berapa lama setelah kematian suaminya iapun melahirkan. Setelah bersih dari nifasnya, ia lalu berdandan untuk menemui orang-orang yang akan melamarnya. Kebetulan pada waktu itu seorang lelaki dari Bani Abdud Daar bernama Abu Sanabil bin Ba`kak datang dan berkata kepada Subai`ah: Bagaimana ini, aku melihat kamu sudah mulai berdandan, barangkali kamu sudah ingin menikah lagi? Demi Allah, sesungguhnya kamu belum boleh menikah lagi sampai kamu menjalani masa `iddahmu selama empat bulan sepuluh hari. Subai`ah berkata: Ketika mendengar ucapan lelaki itu, segera aku kumpulkan pakaianku dan pada sore harinya aku pergi menemui Rasulullah saw. untuk menanyakan masalah tersebut. Rasulullah saw. kemudian memberikan fatwa kepadaku bahwa sudah halal (sempurna `iddahku) sejak aku melahirkan. Dan beliau menyuruhku untuk menikah lagi jika memang aku mau

842 - Hadits riwayat Ummu Salamah ra. dari Abu Salamah ra. Bahwa Ummu Salamah berkata: Sesungguhnya Subai`ah Al Aslamiyah telah bernifas beberapa malam setelah kematian suaminya. Ketika hal itu dilaporkannya kepada Rasulullah saw. beliau menyuruhnya untuk menikah lagi

 

843 - Hadits riwayat Ummu Habibah ra., isteri Nabi saw. Dari Zainab binti Abu Salamah ia berkata: Aku menemui Ummu habibah isteri Nabi ketika ia ditinggal mati oleh ayahnya yaitu Abu Sufyan. Ummu Habibah meminta diambilkan sebuah wadah yang berisikan campuran minyak wangi yang berwarna kuning atau lainnya. Kemudian dioleskan pada seorang jariyah (budak wanita) dan kemudian dia mengusap kedua pipinya seraya berkata: Demi Allah, sebenarnya aku tidak memerlukan wewangian ini. Cuma sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan kepada hari kiamat berkabung terhadap seorang mayat lebih dari tiga hari, kecuali terhadap suaminya. Maka ia harus melakukannya selama empat bulan sepuluh hari

 

844 - Hadits riwayat Zainab binti Jahsy ra. Dari Zainab binti Abu Salamah ia berkata: Aku menemui Zainab binti Jahsy sewaktu ia ditinggal mati oleh saudara laki-laki sekandungnya ia minta diambilkan wewangian lalu menggunakannya seraya berkata: Demi Allah, sebenarnya aku tidak perlu memakai wewangian ini. Namun aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar: Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan kepada hari kiamat berkabung terhadap mayat selama lebih dari tiga hari kecuali terhadap suaminya, maka ia harus melakukannya selama empat bulan sepuluh hari

845 - Hadits riwayat Ummu Salamah r. a ia berkata: Seorang perempuan datang menemui Rasulullah saw. dan bertanya: Wahai Rasulullah, puteriku baru saja ditinggal mati oleh suaminya. Kedua matanya nampak membengkak karena banyak menangis, apakah aku boleh memberinya celak mata? Rasulullah saw. menjawab: Tidak. --dua atau tiga kali--. Lalu beliau bersabda: Ia tidak boleh berhias selama empat bulan sepuluh hari. Dulu kebiasaan wanita pada zaman jahiliyah adalah melemparkan kotoran binatang (kebiasaan jahiliyah di mana wanita bermanja-manja setelah habis masa berkabungnya) di akhir tahun

846 - Hadits riwayat Ummu `Athiyah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita berkabung terhadap mayat selama lebih dari tiga hari kecuali terhadap suaminya sendiri, yaitu selama empat bulan sepuluh hari. Selama itu ia tidak boleh mengenakan pakaian yang dicelup kecuali pakaian yang sangat sederhana. Ia juga tidak boleh memakai celak mata dan juga tidak boleh memakai wewangian, kecuali hanya sedikit dari qusth (sejenis cendana yang digunakan untuk membuat asap yang wangi) atau azhfar (sejenis wewangian)

 

847 - Hadits riwayat Sahl bin Sa`ad As Sa`idy ra. bahwa: Uwaimir Al `Ajlani datang menemui `Ashim bin Ady Al Anshari dan berkata kepadanya: Wahai `Ashim, seandainya ada seorang suami mendapati isterinya sedang bersama laki-laki lain, apakah dia boleh membunuhnya? yang tentunya orang-orang akan membunuhnya. Atau apa yang harus dilakukannya? Tolong tanyakan hal itu kepada Rasulullah wahai `Ashim! Oleh `Ashim hal itupun ditanyakannya kepada Rasulullah saw. Namun beliau rupanya tidak berkenan dan mencela pertanyaan semacam itu, sehingga `Ashim menjadi gusar dan gelisah atas jawaban Rasulullah saw. Ketika `Ashim pulang dan kembali kepada keluarganya, datanglah kepadanya Uwaimir dan bertanya: Wahai `Ashim, apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. kepadamu? `Ashim berterus terang kepada Uwaimir: Tidak ada khabar baik yang bisa aku bawa. Nampaknya Rasulullah saw. tidak suka pada pertanyaan yang kamu ajukan itu. Uwaimir berkata: Demi Allah, aku tidak akan berhenti sampai di sini. Aku akan menanyakannya sendiri kepada beliau. Maka datanglah Uwaimir menemui Rasulullah saw. yang pada saat itu beliau sedang berada di tengah-tengah orang banyak. Lalu dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu jika ada seorang suami mendapati laki-laki lain bersama isterinya, apakah dia boleh membunuhnya? yang tentunya orang-orang akan membunuhnya? Ataukah apa yang harus dia lakukan? Rasulullah saw. bersabda: Telah turun wahyu mengenai urusan yang menyangkut kamu dan isterimu pergi dan panggil isterimu. Kata Sahl: Keduanya lalu melakukan li`an disaksikan oleh Rasulullah saw. dan beberapa orang termasuk aku. Selesai melakukan li`an, Uwaimir berkata: Aku telah berdusta padanya, wahai Rasulullah, jika aku terus menahannya. Maka akhirnya Uwaimir menceraikan isterinya dengan talak tiga, sebelum Rasulullah saw. Menyuruhnya

 

848 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. Dari Said bin Jubair ia berkata: Aku pernah ditanya mengenai kasus dua orang yang terlibat dalam peristiwa li`an pada masa kepemimpinan Mush`ab, apakah keduanya harus dipisahkan? Karena tidak bisa menjawab, aku lalu mendatangi kediaman Ibnu Umar di Mekah. Kepada pelayan Ibnu Umar aku minta izin supaya dibolehkan bertemu dengan Ibnu Umar. Pelayan itu memberitahukan padaku bahwa tuannya sedang tidur siang. Namun Ibnu Umar mendengar suaraku. Dari dalam Ibnu Umar bertanya: Apakah itu Ibnu Jubair? Aku menjawab: Benar. Ia berkata: Masuklah. Demi Allah, kamu tidak akan datang pada siang-siang seperti ini kecuali ada keperluan. Akupun lalu masuk. Dan aku melihat dia sedang berhampar di atas sejenis tikar sambil bersandar pada sebuah bantal yang isinya serabut. Aku mulai membuka pembicaraan: Wahai Abu Abdurrahman, apakah dua orang yang terlibat dalam li`an itu perlu dipisahkan? Ibnu Umar menjawab: Subhanallah, ya begitu. Dan sesungguhnya orang pertama yang menanyakan hal itu adalah si fulan bin fulan, dia menanyakannya langsung kepada Rasulullah saw. Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika salah seseorang di antara kami mendapati isterinya melakukan suatu perbuatan keji. Apa yang harus dia lakukan? Jika dia katakan sungguh dia akan mengatakan yang besar, dan jika dia diam berarti dia diam terhadap masalah seperti ini. Nabi saw. hanya diam saja tidak menjawabnya. Selang beberapa waktu lamanya, dia datang lagi kepada Rasulullah dan berkata: Sesungguhnya hal yang aku tanyakan kepadamu adalah masalah yang telah menimpaku. Lalu Allah Ta`ala menurunkan ayat-ayat yang ada dalam surat An Nuur, seperti ayat: (Dan orang-orang yang menuduh isteri-isteri mereka "berzina".) Rasulullah membacakan firman Allah tersebut selengkapnya kepada orang tersebut sambil menasehati dan mengingatkan serta memberitahukannya bahwa sesungguhnya siksa dunia itu tidak seberapa dibanding dengan siksa akhirat. Orang tersebut menjawab: Tidak, demi Allah, aku tidak berdusta tentang isteriku. Lalu Rasulullah saw. memanggil isterinya dan menasehatinya, mengingatkannya dan memberitahukannya bahwa siksa dunia itu tidak seberapa dibandingkan dengan siksa akhirat. Wanita itu menjawab: Tidak, demi Allah, sesungguhnya dialah yang telah berdusta. Rasulullah saw. memulai dari pihak suami, untuk bersumpah kepada Allah sebanyak empat kali bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar, sedangkan sumpah yang kelima menyatakan bahwa laknat Allah atasnya jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. Kemudian beliau melanjutkannya dengan pihak isteri. Ia juga bersumpah kepada Allah sebanyak empat kali bahwa sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. Dan sumpah yang kelima menyatakan, bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. Kemudian setelah itu Rasulullah saw. memisahkan keduanya

849 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Satu peristiwa li`an dilaporkan kepada Rasulullah saw. Yang menanyakan hal itu adalah `Ashim bin Ady kemudian dia pergi. Tak lama kemudian datang seorang laki-laki dari kaumnya mengadu kepadanya, bahwa ia mendapati seorang laki-laki bersama isterinya. Tidaklah aku diuji kecuali dengan jawabanku. Kemudian ia menghadap Rasulullah saw. bersama laki-laki tersebut. Kepada beliau `Ashim memberitahukan bahwa laki-laki yang mendapati isterinya bersama laki-laki lain itu berkulit kuning, berbadan kurus dan berambut lurus. Sedang laki-laki yang dituduh telah bersama isterinya berotot padat, bertubuh kekar, dan besar. Rasulullah saw. berkata: Ya Allah, buktikanlah! Dan ternyata wanita itu melahirkan anak yang mirip dengan laki-laki yang oleh si suami telah ditemukan berada bersama isterinya. Maka Rasulullah saw. menerapkan li`an antara keduanya. Seseorang telah bertanya kepada Ibnu Abbas dalam sebuah majlis: Apakah ia wanita yang disinggung-singgung oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya: Seandainya aku boleh merajam seseorang tanpa bukti, niscaya aku rajam wanita ini? Ibnu Abbas menjawab: Bukan, kalau yang itu adalah wanita yang memang terang-terangan melakukan keburukan terhadap Islam

850 - Hadits riwayat Al Mughirah bin Syu`bah ra. ia berkata: Sa`d bin `Ubadah berkata: Seandainya aku mendapati seorang laki-laki bersama isteriku, maka tanpa ampun lagi dia akan kupukul dengan pedang. Ketika ucapan Sa`ad tersebut sampai didengar oleh Rasulullah saw. beliau bersabda: Apakah kalian kagum dengan kecemburuan Sa`ad? Demi Allah, aku lebih pencemburu daripada dia, dan Allah lebih pencemburu lagi daripada aku. Demi kecemburuan Allah itu, maka Allah mengharamkan segala yang jahat baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Tidak ada yang lebih pencemburu daripada Allah. Tidak ada seorangpun yang lebih dicintai penerimaan maafnya daripada Allah. Demi itulah Allah mengutus para rasul sebagai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan. Dan tidak ada seorangpun yang lebih dicintai pujiannya daripada Allah. Dan demi itu juga Allah menjanjikan surga

851 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Seorang laki-laki dari Bani Fazarah datang menemui Nabi saw. dan berkata: Sesungguhnya isteriku telah melahirkan seorang anak yang berkulit hitam. Nabi saw. bertanya: Apakah kamu mempunyai unta? Laki-laki itu menjawab: Ya. Nabi saw. bertanya lagi: Apa warnanya? Laki-laki itu menjawab: Merah. Nabi saw. bertanya: Apakah ada warna abu-abunya? Laki-laki tadi menjawab: Ya, ada warna abu-abunya. Nabi saw. bertanya: Dari mana datangnya warna abu-abu itu? Laki-laki itu menjawab: Mungkin sebab keturunan. Nabi saw. bersabda: Sama saja dengan anakmu mungkin sebab keturunan

 

852 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa memerdekakan bagiannya dalam hamba sahaya, sedangkan dia mempunyai harta yang cukup untuk membeli hamba sahaya itu, maka hambanya tersebut ditaksir menurut harga umum, lalu kepada sekutu-sekutunya dia bayarkan bagian mereka, dan dia dapat memerdekakan hamba sahaya itu seluruhnya. Jika tidak (tidak mempunyai harta yang cukup), maka dia hanya memerdekakan bagiannya saja

 

853 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Mengenai budak milik dua orang, lalu seorang di antara keduanya memerdekakan budak tersebut. Beliau bersabda: Dia menanggung

854 - Hadits riwayat Aisyah ra. Dari Ibnu Umar ra., dari `Aisyah bahwa ia (`Aisyah ra.) hendak membeli seorang jariyah (budak perempuan) yang akan dimerdekakannya. Pemilik jariyah itu berkata: Kami mau menjualnya kepadamu, asal hak walaa'nya (nasab dan pewarisan) untuk kami. Lalu Aisyah ra. menceritakan hal itu kepada Rasulullah saw. dan beliau bersabda: Persyaratan itu tidak dapat menghalangimu mendapatkan hak walaa'nya. Sebab hak walaa' itu bagi orang yang memerdekakannya

855 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. melarang penjualan hak walaa' dan penghibahannya

 

856 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Barangsiapa memerdekakan budak mukmin, maka Allah akan membebaskan dengan setiap anggota tubuh budak itu setiap anggota tubuhnya dari neraka

 

857 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang jual beli Mulamasah (keharusan membeli jika pembeli menyentuh barang dagangan) dan Munabadzah (jual beli barter yang dilakukan oleh dua orang dengan cara melemparkan barang dagangannya masing-masing tanpa memeriksanya)

858 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudri ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang kita melakukan dua macam jual beli dan dua macam pakaian. Beliau melarang mulamasah dan Munabadzah dalam jual beli

859 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. Dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang jual beli Habalul habalah

 

860 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda: Janganlah seorang muslim menawar atas penawaran saudaranya

861 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. melarang Najasy (meninggikan harga barang dengan maksud menipu)

862 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. melarang mencegat barang dagangan sebelum sampai di pasar. Demikian menurut redaksi Ibnu Numair. Sedang menurut dua perawi yang lain, Sesungguhnya Nabi saw. melarang pencegatan

863 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. Dari Nabi saw. bahwa beliau melarang pencegatan barang-barang dagangan

864 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang pencegatan terhadap kafilah dan penjualan oleh orang kota untuk orang desa

865 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Kami dilarang berjual beli dari orang kota untuk orang desa, meskipun orang desa tadi saudara atau ayahnya

866 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Barangsiapa membeli kambing yang ditashriyah (ditahan susunya untuk menipu pembeli), hendaklah membawanya kembali lalu memerahnya, jika ia rela dengan (keadaan) setelah diperah air susunya, maka ia boleh menahan kambing itu (tidak mengembalikannya) dan jika tidak (rela), ia boleh mengembalikannya disertai dengan satu shaa` kurma

 

867 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa membeli makanan, janganlah menjualnya sampai ia menerimanya dengan sempurna

868 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah bersabda: Penjual dan pembeli, masing-masing mempunyai hak khiyar atas rekannya selagi mereka belum berpisah, kecuali jual beli khiyar (kesepakatan memperpanjang masa khiyar sampai setelah berpisah)

869 - Hadits riwayat Hakim bin Hizam ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selagi mereka belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (barang yang diperjual belikan), mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan merahasiakan (apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjual belikan atau alat pembayarannya), akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka

870 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa seorang laki-laki bercerita kepada Rasulullah saw. bahwa ia ditipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang berjual beli, katakan kepada orang yang kamu ajak jual beli: Tidak boleh ada tipuan. Sejak itu jika mengadakan jual beli, ia berkata: Tidak boleh ada tipuan

871 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. melarang jual beli buah-buahan sampai ia layak untuk dijual. Beliau melarang si penjual dan si pembeli

 

872 - Hadits riwayat Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang kami menjual buah-buahan sampai buah tersebut enak

 

873 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang jual beli pohon kurma sampai orang bisa makan sebagian buahnya, atau sebagian buahnya bisa dimakan dan ditimbang. Aku bertanya: Apa yang dimaksud dengan "ditimbang"? Seorang lelaki yang ada di sampingnya menjawab: Ditaksir

874 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu membeli buah-buahan hingga tampak kelayakannya

 

875 - Hadits riwayat Zaid bin Tsabit ra. bahwa Rasulullah saw. memberi keringanan kepada pemilik kurma basah untuk menjualnya dengan cara diperkirakan dengan kurma kering

 

876 - Hadits riwayat Sahl bin Abi Hatsmah ra. bahwa Rasulullah saw. melarang penjualan kurma basah (dibayar) dengan kurma kering, beliau bersabda: Demikian itu riba, dan itulah Muzabanah, hanya saja beliau memberi keringanan dalam penjualan secara `Ariyah, yaitu satu atau dua buah pohon kurma diambil oleh suatu keluarga dengan cara ditaksir dengan kurma kering lalu mereka makan buahnya yang masih setengah matang

877 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. memberi keringanan dalam jual beli `Araya dengan cara ditaksir, dengan syarat kurang dari lima wasaq atau lima (wasaq) tepat

 

878 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. melarang Muzabanah. Muzabanah ialah menjual kurma basah (dibayar) dengan kurma kering secara takaran, dan menjual anggur segar (dibayar) dengan anggur kering (kismis) secara takaran

 

879 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Barangsiapa menjual pohon kurma yang sudah dikawinkan, maka buahnya untuk si penjual, kecuali jika disyaratkan oleh si pembeli

 

880 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. bahwa Rasulullah saw. melarang penyewaan tanah

 

881 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Kami pernah berpendapat bahwa Mukhaabarah (menggarap tanah milik orang lain dengan upah hasil dari tanah tersebut) itu tidak apa-apa. Sampai pada tahun awal (`aamu awwal), Rafi` mengaku bahwa Nabi saw. Melarangnya

 

882 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang memberikan tanahnya kepada saudaranya, adalah lebih baik baginya daripada ia memungut hasil panenan yang tertentu sebagai imbalan atas penyewaan tanah tadi

 

883 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. pernah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan upah separuh hasil panen tanah yang digarap berupa buah atau tanaman

 

884 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslimpun yang bercocok-tanam atau memelihara tumbuh-tumbuhan lalu ada sebagian yang dimakan burung atau manusia atau ternak kecuali hal itu menjadi sedekahnya

 

885 - Hadits riwayat Anas ra. bahwa Nabi saw. melarang penjualan kurma yang belum dipetik sampai berwarna. Kami bertanya kepada Anas: Apa warnanya? Dia menjawab: Merah atau kuning. Bagaimana pendapatmu jika Allah memusnahkan kurma tadi, dengan apa kamu anggap halal harta saudaramu?

886 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah mendengar suara orang bertengkar di pintu, suara mereka keras sekali. Tiba-tiba salah seorang dari mereka meminta kepada yang lain agar membebaskan sebagian hutangnya dan bersikap lunak, sedangkan yang lain berkata: Demi Allah, aku tidak mau melakukan itu. Maka Rasulullah saw. keluar lalu bersabda: Siapa sungguh-sungguh bersumpah demi Allah tidak akan berbuat kebaikan? Orang itu berkata: Saya, wahai Rasulullah. Rasulullah bersabda: Dia boleh memilih mana yang lebih disukainya

 

887 - Hadits riwayat Ka`ab bin Malik ra. bahwa pada masa Rasulullah saw. ia pernah menagih hutang kepada Ibnu Abi Hadrad di dalam masjid. Suara mereka keras sehingga Rasulullah saw. yang sedang berada di rumah mendengarnya. Maka beliau keluar menuju kepada mereka sehingga tersingkap tirai kamarnya, lalu memanggil Ka`ab bin Malik Hai Ka`ab. Ka`ab menjawab: Saya, wahai Rasulullah. Kemudian beliau mengisyaratkan agar Ka`ab membebaskan separuh dari hutang tadi. Ka`ab berkata: Sudah aku lakukan, wahai Rasulullah. Beliau bersabda (kepada Ibnu Abi Hadrad): Bangunlah dan bayarlah

888 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa mendapatkan hartanya ada pada seorang lelaki dalam keadaan masih utuh, sedangkan orang tersebut telah bangkrut (atau, pada seseorang yang telah bangkrut), maka ia (pemilik harta) lebih berhak atas harta tersebut daripada orang lain

889 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Para malaikat bertemu dengan ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: lngat-ingatlah dulu. Ruh lelaki itu berkata: Saya dulu pernah memberi hutang kepada orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku agar memberi tenggang waktu kepada orang yang sedang dalam kesukaran dan memaafkan orang yang mendapatkan kelapangan (jika ada sedikit kekurangan dalam pembayaran hutangnya). Rasulullah saw. bersabda: Allah swt. berfirman (kepada para malaikat): Maafkanlah dia

 

890 - Hadits riwayat Abu Mas`ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Seorang lelaki dari umat sebelum kamu amalnya sedang diperhitungkan, dan tidak ditemukan darinya kebaikan sedikitpun, hanya saja ia biasa bergaul dengan orang banyak dan ia orang yang kaya. Ia menyuruh pembantu-pembantunya agar memberi kemudahan kepada orang yang sedang dalam kesukaran. Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu dari dia. Berilah ia kemudahan

 

891 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Dulu, ada seorang lelaki yang biasa memberi hutang kepada orang-orang. la berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih orang yang dalam kesulitan, berilah kemudahan kepadanya, semoga Allah memberikan kemudahan pula kepada kita. Kemudian ia menemui Allah, maka Allah memberi kemudahan kepadanya

 

892 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Penundaan pembayaran hutang oleh orang kaya adalah perbuatan zhalim. Dan apabila salah seorang dari kamu diikutkan kepada orang kaya hendaklah ia mengikutinya

893 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kelebihan air itu tidak boleh dihalangi karena akibatnya akan mencegah rerumputan

894 - Hadits riwayat Abu Mas`ud Al Anshariy ra. bahwa Rasulullah saw. melarang menghargakan anjing, hasil pelacuran dan upah dukun ramal

895 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. memerintahkan membunuh anjing

 

896 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Barangsiapa memelihara anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing berburu maka setiap hari pahala amalnya dikurangi dua qirath

897 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Barangsiapa memelihara anjing yang bukan anjing berburu, penjaga ternak atau penjaga ladang, maka setiap hari pahalanya berkurang dua qirath

898 - Hadits riwayat Sufyan bin Abu Zuhair ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa memelihara anjing bukan untuk menjaga ladang atau ternak, maka setiap hari pahala amalnya berkurang satu qirath

899 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa Anas ditanya tentang pekerjaan membekam, maka ia berkata: Rasulullah saw. pernah berbekam dan yang membekam beliau adalah Abu Thaibah. Beliau memerintahkan agar Abu Thaibah diberi dua sha` makanan dan berbicara kepada keluarganya, maka mereka membebaskan pajaknya. Kemudian beliau bersabda: Sebaik-baik obat yang kamu gunakan untuk berobat adalah berbekam, atau: Berbekam adalah obat yang paling baik bagimu

900 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Ketika ayat terakhir dari surat Al Baqarah -tentang riba- diturunkan, Rasulullah saw. keluar dan membacakannya kepada orang-orang, kemudian beliau mengharamkan perdagangan arak

 

 

901 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. bahwa Pada waktu penaklukan (kota Mekah), ia mendengar Rasulullah saw. yang sedang berada di Mekah bersabda: Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan penjualan arak, bangkai, babi dan berhala. Kemudian beliau ditanya: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan lemak bangkai yang digunakan untuk mengecat perahu, meminyaki kulit dan untuk menyalakan lampu? Beliau menjawab: Tidak boleh, ia tetap haram. Kemudian beliau melanjutkan: Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi. Sesungguhnya Allah swt. ketika mengharamkan lemak bangkai kepada mereka, mereka malah mengolahnya lalu menjualnya dan memakan hasil penjualan tersebut

 

902 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Umar ra. mendengar berita bahwa Samurah menjual arak, maka ia berkata: Semoga Allah membinasakan Samurah. Tidak tahukah ia bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Semoga Allah melaknat orang Yahudi. Telah diharamkan lemak bangkai kepada mereka, tetapi mereka mengolahnya lalu menjualnya

 

903 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Semoga Allah membinasakan orang Yahudi. Allah mengharamkan lemak bangkai atas mereka, tetapi mereka menjualnya lalu memakan hasil penjualan tersebut

 

904 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudri ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama kadarnya dan janganlah melebihkan sebagiannya sementara mengurangi sebagiannya yang lain. Janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama kadarnya dan janganlah melebihkan sebagiannya sementara mengurangi sebagiannya yang lain. Dan janganlah menjual sebagiannya dengan menangguhkan sementara sebagiannya yang lain dengan kontan

905 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Perak ditukar dengan Emas itu riba kecuali diserah terimakan seketika. Dan gandum ditukar dengan gandum itu riba kecuali diserah terimakan seketika. Dan kurma ditukar dengan kurma itu riba kecuali diserah terimakan seketika

906 - Hadits riwayat Al Barra' bin `Azib ra. Dari Abul Minhal ia berkata: Seorang temanku pernah menjual perak dengan pembayaran yang ditangguhkan sampai musim haji. Ia datang kepadaku dan memberitahukan hal itu. Maka aku katakan: Itu adalah perkara yang tidak baik. Ia berkata: Tapi aku telah menjualnya di pasar dan tidak ada seorangpun yang mencelaku. Maka aku (Abul Minhal) mendatangi Barra' bin `Azib dan menanyakan hal itu. Ia berkata: Nabi saw. datang ke Madinah sementara kami biasa melakukan jual beli seperti itu, maka beliau bersabda: Selama langsung diserah terimakan, maka tidak apa-apa dan yang ditangguhkan adalah riba. Temuilah Zaid bin Arqam, dagangannya lebih besar daripada aku. Aku menemuinya lalu menanyakan hal itu, ia menjawab seperti yang dikatakan Barra'

907 - Hadits riwayat Abu Bakrah ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang penukaran perak dengan perak, emas dengan emas, kecuali sama banyaknya. Beliau menyuruh kita agar membeli perak (dibayar) dengan emas sekehendak kita, membeli emas (dibayar) dengan perak menurut kehendak kita. Seorang lelaki bertanya kepadanya: Apakah harus langsung diserah terimakan? Abu Bakrah menjawab: Demikian yang kudengar

 

908 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. pernah mempekerjakan saudara Bani `Adiy Al Anshariy untuk memungut hasil Khaibar. Maka ia datang dengan membawa kurma janib (kurma yang paling bagus mutunya). Rasulullah saw. bertanya kepadanya: Apakah semua kurma Khaibar demikian ini? Orang itu menjawab: Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah. Saya membelinya satu sha` dengan dua sha` kurma yang jelek (sebagai bayarannya). Rasulullah saw. bersabda: Janganlah berbuat begitu, tetapi tukarkan dengan jumlah yang sama, atau juallah ini (kurma yang jelek) lalu belilah kurma yang baik dengan hasil penjualan kurma jelek tadi, dan dalam hal timbanganpun harus sama

909 - Hadits riwayat Abu Sa`id ra. ia berkata: Bilal pernah menghadap dengan membawa kurma Barni. Maka Rasulullah saw. bertanya: Dari mana ini? Bilal berkata: Kurma milik kami jelek, maka saya menjual dua sha` dengan imbalan satu sha` untuk santapan Nabi saw. Mendengar itu Rasulullah saw. bersabda: Demikian itulah riba. Jangan berbuat seperti ini, tetapi jika kamu ingin membeli kurma yang baik, juallah kurmamu dengan imbalan yang lain lalu belilah kurma yang baik dengan hasil penjualanmu tadi

910 - Hadits riwayat Abu Said Al Khudri ra. Dari Abu Nadhrah ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas ra. tentang tukar menukar barang yang sejenis, maka ia balik bertanya: Apakah diserahterimakan secara langsung? Aku jawab: Ya, kemudian ia berkata: Tidak apa-apa. Maka aku memberitahu Abu Sa`id, aku berkata: Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas ra. tentang tukar menukar barang yang sejenis, ia balik bertanya: Apakah langsung diserahterimakan? Aku menjawab: Ya. Ia berkata: Kalau begitu, tidak apa-apa. Dia (Abu Said) berkata: Benarkah dia berkata demikian? Aku akan menulis surat kepadanya agar dia tidak lagi memberikan fatwa begitu kepadamu. Ia melanjutkan: Demi Allah beberapa orang pemuda pernah datang kepada Rasulullah dengan membawa kurma, beliau tidak kenal jenis kurma tersebut, lalu bersabda: Sepertinya kurma ini bukan berasal dari tanah kita. Pemuda tadi berkata: Kurma hasil tanah kita atau kurma kita tahun ini kurang baik, maka aku menukarnya dengan kurma ini dengan cara melebihkan. Beliau bersabda: Kamu telah melebihkannya, berarti kamu telah melakukan riba. Jangan sekali-kali kamu lakukan itu, apabila kurmamu tidak baik, maka juallah, kemudian hasilnya bisa kamu belikan yang lebih baik sesuai dengan seleramu

 

911 - Hadits riwayat Abu Sa`id Al Khudri ra. ia berkata: Dinar ditukar dengan dinar, dirham dengan dirham dan harus sama persis. Barangsiapa menambah atau minta tambahan berarti dia melakukan riba. Maka aku berkata kepadanya: Sesungguhnya Ibnu Abbas ra. tidak mengatakan demikian. Ia berkata: Aku telah menemui Ibnu Abbas ra. lalu aku bertanya kepadanya: Apa pendapatmu mengenai apa yang kamu katakan, apakah itu sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah saw. atau kamu temukan dari kitab Allah? Maka Ia berkata: Aku tidak mendengarnya dari Rasulullah dan tidak mendapatkannya dari Kitab Allah, tetapi Usamah bin Zaid berkata kepadaku bahwa Nabi saw. pernah bersabda: Riba itu terdapat dalam penundaan pembayaran

912 - Hadits riwayat Usamah bin Zaid ra. bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Riba itu hanya terdapat pada penundaan pembayaran

913 - Hadits riwayat Nu`man bin Basyir ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: (Nu`man menggerakkan jari-jemari ke telinganya) Sesungguhnya perkara halal itu jelas dan perkara haram itupun jelas, dan diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat yang tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, barangsiapa menjaga diri dari perkara syubhat, ia telah terbebas (dari kecaman) untuk agamanya dan kehormatannya. Dan orang yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar tempat terlarang, maka kemungkinan besar gembalaannya akan masuk ke tempat terlarang tadi. Ingat! Sesungguhnya setiap penguasa itu memiliki daerah terlarang. Ingat! Sesungguhnya daerah terlarang milik Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingat! Sesungguhnya didalam tubuh itu ada sebuah gumpalan, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuh, tidak lain ia adalah hati

914 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Ada seorang lelaki yang mempunyai hak pada Rasulullah saw. ia berkata kasar kepada beliau, sehingga para shahabat Nabi saw. merasa susah. Maka Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya pemilik hak itu bisa berkata apa saja. Belikanlah seekor unta lalu berikanlah kepadanya. Mereka berkata: Kami tidak mendapatkan kecuali unta yang lebih baik dari pada untanya. Beliau bersabda: Belilah dan berikanlah kepadanya, karena sesungguhnya yang termasuk paling baik di antara kamu, atau yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya

915 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan cara menangguhkan pembayarannya lalu beliau menyerahkan baju besi beliau sebagai jaminan

 

916 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Nabi saw. datang ke Madinah sedang penduduknya biasa memesan buah-buahan yang akan diserahkan dalam jangka waktu satu atau dua tahun. Maka beliau bersabda: Barangsiapa memesan kurma, hendaklah memesan dalam takaran atau timbangan yang diketahui, sampai batas waktu yang di ketahui

917 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sumpah itu penyebab lakunya barang dagangan, tetapi menghapus berkahnya laba

918 - Hadits riwayat Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Orang yang bersama-sama dengan rekannya dalam memiliki tempat tinggal atau kebun kurma, ia tidak berhak menjualnya sebelum memberitahu rekannya, apabila rekannya itu rela, maka ia (rekannya) boleh membelinya sendiri, dan jika tidak suka, maka boleh membiarkannya (untuk dijual)

919 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda: Janganlah salah seorang dari kamu mencegah tetangganya yang akan menancapkan papan di temboknya

 

920 - Hadits riwayat Sa`id bin Zaid bin Amru bin Nufail ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara aniaya, Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi

921 - Hadits riwayat Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa mengambil tanah kira-kira sejengkal secara aniaya, maka akan dikalungkan di lehernya setebal tujuh lapis bumi

 

922 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila kalian berselisih mengenai jalan, maka lebarnya ditetapkan tujuh dzira`

 

923 - Hadits riwayat Usamah bin Zaid ra. bahwa Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: Orang muslim tidak dapat mewarisi orang kafir, dan orang kafir tidak dapat mewarisi orang muslim

 

924 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Berikanlah bagian yang telah ditentukan itu kepada yang berhak. Adapun sisanya, maka dia adalah bagian laki-laki yang paling dekat dengan nasabnya (mayit)

925 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Ketika aku sakit, Rasulullah saw. dan Abu Bakar menjengukku, mereka datang dengan berjalan. Kemudian aku pingsan. Maka beliau berwudhu lalu menuang dari air wudhunya kepadaku, maka aku siuman. Kemudian aku berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana cara saya mengelola harta saya? Beliau tidak menjawab apa-apa sampai turun ayat mirats: (Mereka meminta fatwa kepadamu "tentang kalalah", Katakanlah: Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah)

 

926 - Hadits riwayat Al Barra ra. ia berkata: Ayat Al Qur'an yang terakhir diturunkan adalah: (Mereka meminta fatwa kepadamu "tentang kalalah". Katakanlah: Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah)

 

927 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa pernah ada jenazah seorang laki-laki yang mempunyai hutang dihadapkan kepada Rasulullah saw. maka beliau bertanya: Apakah ia meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya? Kalau beliau diberitahu bahwa orang tersebut telah meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya, maka beliau menshalatkannya. Dan jika tidak, beliau bersabda: Shalatkanlah temanmu itu. Setelah Allah memberikan kemudahan kepada beliau dalam menaklukkan nageri-negeri, beliau bersabda: Aku lebih berhak terhadap orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri. Oleh karena itu, barang siapa meninggal sedang ia mempunyai hutang, maka akulah yang membayarnya, dan barangsiapa meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya

928 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra. ia berkata: Telah aku sedekahkan kuda yang bagus kepada seseorang yang berperang di jalan Allah, kemudian orang itu menyia-nyiakannya. Aku menyangka bahwa ia akan menjualnya dengan harga yang murah. Maka hal itu aku tanyakan kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: Janganlah kamu membelinya dan jangan pula kamu tarik kembali sedekahmu itu, karena orang yang menarik kembali sedekahnya seperti anjing yang menjilat muntahannya

929 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Umar bin Khathab pernah mensedekahkan seekor kuda yang bagus kepada seseorang yang berperang di jalan Allah, kemudian ia mendapatkan kuda itu dijual. Maka ia ingin membelinya. Ia menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: Janganlah kamu beli kuda itu dan jangan pula kamu tarik kembali sedekahmu

930 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi saw. bersabda: Perumpamaan orang yang menarik kembali sedekahnya seperti anjing yang muntah kemudian ia kembali kepada muntahannya lalu memakannya

 

931 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Orang yang menarik kembali pemberiannya itu seperti orang yang menelan kembali muntahannya

932 - Hadits riwayat Nu`man bin Basyir ra. bahwa ayahnya mengajaknya untuk berjumpa dengan Rasulullah saw. Lalu ayahnya berkata: Saya telah memberikan anak saya ini seorang budak, Rasulullah saw. bertanya: Apakah semua anakmu kamu beri seperti anak ini? Ayah berkata: Tidak. Rasulullah saw. bersabda: Ambil kembali budak itu

 

933 - Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Siapapun yang diberi suatu pemberian dengan cara `umraa untuknya dan keturunannya, maka pemberian tadi menjadi milik orang yang diberi, tidak bisa kembali kepada orang yang memberi, karena ia telah memberikan suatu pemberian yang langsung terkait dengan hukum warisan

934 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: `Umraa itu berlangsung terus

 

935 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tidak baik bagi seorang muslim apabila ia memiliki sesuatu yang ingin diwasiatkannya sampai menginap dua malam, kecuali jika wasiatnya itu tertulis di sisinya

 

936 - Hadits riwayat Sa`ad bin Abi Waqqash ra. ia berkata: Pada waktu haji wada`, Rasulullah saw. menjengukku ketika aku sakit yang hampir menyebabkan kematianku. Waktu itu aku berkata: Wahai Rasulullah, keadaan saya demikian parah sebagaimana engku lihat, sedangkan saya adalah hartawan dan hanya ada seorang anak perempuan yang akan mewarisi saya. Apakah saya boleh mensedekahkan dua pertiga harta saya? Beliau bersabda: Tidak boleh. Aku bertanya lagi: Kalau seperdua? Beliau bersabda: Tidak boleh. Sepertiga saja. Dan sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan papa dan meminta-minta kepada orang lain. Kamu tidak menafkahkan suatu nafkah dengan tujuan mencari keridhaan Allah, melainkan kamu mendapat pahala lantaran nafkahmu itu, sampaipun sesuap makanan yang kamu masukkan ke mulut istrimu. Ia berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apakah saya akan ditinggalkan (masih tetap hidup) setelah sahabat-sahabat saya (meninggal dunia)? Beliau bersabda: Sesungguhnya kamu tidak ditinggal kemudian kamu mengerjakan suatu amal dengan tujuan mencari ridha Allah, kecuali dengan amal itu derajatmu akan bertambah. Barangkali kamu akan ditinggal sampai para kaum (orang-orang Islam) mendapatkan menfaat dari kamu, dan kaum yang lain (orang-orang kafir) menderita kerugian karenamu. Ya Allah, sempurnakanlah hijrah sahabat-sahabatku, dan janganlah Engkau kembalikan mereka ke belakang (kepada kekufuran). Tetapi orang yang celaka yaitu Sa`ad bin Khaulah berkata: Rasulullah saw. meratapi dirinya agar meninggal di Mekah

 

937 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Seandainya orang-orang mau mengurangi sepertiga menjadi seperempat, karena Rasulullah saw. pernah bersabda: Sepertiga, dan sepertiga itu banyak

 

938 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Umar ra. mendapat sebidang tanah di Khaibar kemudian ia menghadap Nabi saw. untuk minta petunjuk tentang pengelolaannya. Umar berkata: Wahai Rasulullah, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar. Belum pernah saya memperoleh harta yang lebih baik dari ini. Apa saran engkau tentang hal ini? Beliau bersabda: Jika kamu suka, kamu wakafkan tanah itu dan kamu sedekahkan manfaatnya. Maka Umar menyedekahkan hasil tanah itu dengan syarat tanahnya tidak boleh dijual, dibeli, diwarisi atau dihibahkan. Umar menyedekahkan hasilnya kepada fakir miskin, kerabat, untuk memerdekakan budak, jihad di jalan Allah, untuk bekal orang yang sedang dalam perjalanan dan hidangan tamu. Orang yang mengurusnya boleh makan sebagian hasilnya dengan cara yang baik dan boleh juga memberi makan temannya ala kadarnya

 

939 - Hadits riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra. dari Thalhah bin Musrif ra. ia berkata: Saya bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa: Apakah Rasulullah saw. berwasiat? Ia berkata: Tidak. Aku bertanya lagi: Mengapa lalu wasiat diwajibkan terhadap orang-orang muslim, atau Mengapa orang-orang muslim diperintahkan berwasiat? Ia berkata: Beliau mewasiatkan Kitab Allah

 

940 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. tidak meninggalkan dinar, dirham, kambing maupun unta, dan tidak pula berwasiat

 

941 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Dari Said bin Jubair ia berkata: Ibnu Abbas ra. berkata: Hari Kamis. Apa gerangan hari Kamis? Kemudian ia menangis sampai air matanya membasahi kerikil. Maka aku bertanya: Wahai Ibnu Abbas, ada apa dengan hari Kamis? Ia berkata: Pada hari itu sakit Rasulullah saw. bertambah parah kemudian beliau bersabda: Kemarilah, aku akan menuliskan untukmu suatu catatan yang membuat kamu tidak akan tersesat setelahku. Maka para sahabat bertengkar, padahal tidak pantas terjadi pertengkaran di hadapan Nabi. Mereka berkata: Mengapa beliau mengatakan sesuatu yang tidak biasa? Tanyakanlah kepada beliau. Nabi saw. bersabda: Biarkanlah aku. Apa yang kualami sekarang ini lebih baik (daripada mendengarkan pertengkaranmu). Aku mewasiatkan tiga perkara kepadamu yaitu: Usirlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab, berikanlah kepada para utusan sesuatu yang sama dengan apa yang pernah aku berikan kepada mereka. Kemudian beliau diam, tidak menyebutkan yang ketiga, atau mungkin menyebutkannya tetapi aku lupa

 

942 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Sa`ad bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang nadzar yang pernah dinadzarkan oleh ibunya, tetapi ia wafat sebelum sempat melaksanakannya. Rasulullah saw. bersabda: Laksanakanlah untuknya

943 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata: Pernah suatu hari Rasulullah saw. melarang kami bernadzar, dan beliau bersabda: Sesungguhnya nadzar itu tidak dapat mengembalikan apapun, tetapi hanya dengan nadzar itu (sesuatu) yang keluar dari orang yang kikir

 

944 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kalian bernadzar, karena nadzar itu tidak dapat menolak takdir sedikitpun juga, ia hanyalah alat mengeluarkan sesuatu dari orang yang bakhil

945 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Nabi saw. melihat orang tua yang dipapah kedua anaknya. Maka beliau bertanya: Ada apa dengannya? Orang-orang berkata: Ia bernadzar akan berjalan. Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan orang yang menyiksa dirinya sendiri. Dan beliau memerintahkannya untuk berkendaraan

946 - Hadits riwayat Uqbah bin Amir ra. ia berkata: Saudara perempuanku bernadzar akan berjalan menuju Baitullah tanpa alas kaki. Ia menyuruhku untuk minta fatwa kepada Rasulullah saw. untuknya, maka akupun meminta fatwa. Beliau bersabda: Berjalan (dengan alas kaki) dan naiklah kendaraan

 

947 - Hadits riwayat Umar bin Khathab ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia melarang kalian bersumpah dengan bapak-bapak kalian

 

948 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa di antara kalian bersumpah dan dalam sumpahnya ia mengucapkan: Demi Laata, maka hendaknya ia segera mengucapkan, (Laa ilaaha illa Allah) Tidak ada Tuhan selain Allah Dan barangsiapa mengatakan kepada temannya: Kemarilah untuk berjudi denganku, maka bersedekahlah

 

949 - Hadits riwayat Abu Musa Al Asy`ari ra. ia berkata: Aku bersama orang-orang Asy`ari datang menemui Nabi saw. meminta kendaraan untuk mengangkut barang-barang bawaan kami. Beliau bersabda: Demi Allah, aku tidak bisa menjamin kalian. Aku tidak memiliki apa-apa untuk membawa barang-barang kalian. Kemudian kami tinggal beberapa lama, lalu beliau diberi unta oleh seseorang kemudian memerintahkan kepada kami untuk menggunakan tiga ekor unta tersebut yang kesemuanya berwarna putih. Ketika sudah berangkat aku berkata: Allah tidak akan memberi berkah kepada kita. Dahulu ketika kita datang kepada Rasulullah saw. meminta kendaraan (unta) beliau bersumpah untuk tidak memenuhi permintaan kita. Tetapi buktinya beliau sekarang memenuhi permintaan kita. Kemudian mereka datang menemui Rasulullah saw. dan menceritakan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda: Bukan aku yang telah memenuhi kalian, tetapi Allah yang telah memeberika kepada kalian. Demi Allah, sungguh aku tidak akan bersumpah lalu aku melihat ada yang lebih baik dari sumpahku itu, maka aku akan membayar kaffarat sumpahku tadi dan aku akan mengerjakan yang lebih baik tersebut

 

950 - Hadits riwayat Abdur Rahman bin Samurah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Wahai Abdur Rahman bin Samurah, Janganlah kamu meminta kepemimpinan. Sesungguhnya jika kepemimpinan itu diberikan kepadamu lewat permintaan, tentu kamu diserahi secara bulat-bulat dan jika kepemimpinan itu diberikan kepadamu bukan lewat permintaan, maka kamu akan dibantu dalam memikul tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Jika kamu telah terlanjur bersumpah, kemudian kamu melihat ada sesuatu yang lebih baik dari sumpahmu tadi, maka hendaknya kamu membayar denda dari sumpahmu tadi dan hendaknya kamu mengerjakan sesuatu yang lebih baik itu

 

951 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Sulaiman memiliki enam puluh istri. Suatu ketika ia pernah berkata: Malam ini aku pasti akan menggauli semua istriku, sehingga masing-masing dari mereka akan mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki yang hebat dalam menunggang kuda untuk berjihad di jalan Allah. Ternyata mereka tidak mengandung kecuali seorang, itupun melahirkan anak cacat. Kemudian Rasulallah saw. bersabda: Andaikata Sulaiman mengecualikan, maka masing-masing dari mereka akan melahirkan seorang anak lelaki yang hebat dalam menunggang kuda untuk berjihad di jalan Allah

 

952 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Demi Allah, salah seorang di antara kamu yang biasa mengucapkan sumpahnya di hadapan istrinya, maka ia akan lebih berdosa di sisi Allah daripada ia memenuhi denda (kafarat) yang telah diwajibkan oleh Allah atas pelanggaran sumpahnya

 

953 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. bahwa: Umar pernah berkata: Wahai Rasulallah! Sesungguhnya aku pernah bernadzar di masa jahiliyah untuk beri`tikaf semalam di Masjidil Haram. Kemudian beliau bersabda: Penuhilah nadzarmu itu

 

954 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Abul Qasim saw. pernah bersabda: Barangsiapa menuduh budak miliknya berbuar zina, maka kelak di hari kiamat ia akan terkena hukuman, kecuali kalau tuduhannya itu sesuai dengan kenyataan

 

955 - Hadits riwayat Abu Dzar ra. ia berkata: Aku pernah terlibat dalam percekcokan dengan saudaraku sendiri, ibu lelaki itu bukan bangsa Arab. Pada suatu ketika aku pernah mencaci ibunya. aku lalu diadukan kepada Nabi saw. kemudian aku menemui Nabi saw. Beliau bersabda: Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya pada dirimu masih ada sifat jahiliyah. Aku menjawab: Wahai Rasulullah! Bukankah seorang yang mencaci orang tua orang lain itu sama dengan mencaci maki ayah dan ibunya sendiri? Beliau bersabda: Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya pada dirimu masih ada sifat jahiliyah. Mereka itu adalah saudara-saudaramu sendiri, mereka dijadikan Allah berada dibawah kekuasaanmu. Berilah mereka makanan seperti apa yang kamu makan. Berilah mereka pakaian seperti apa yang kamu kenakan. Dan janganlah mereka kamu tuntut untuk melakukan sesuatu melebihi batas kemampuannya. Jika terpaksa itu kamu lakukan, maka hendaknya kamu ikut membantunya

 

956 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ketika pelayan salah seorang di antara kamu telah selesai memasak kemudian menghidangkannya, sungguh ia adalah orang yang telah menangani panas serta asapnya hidangan. Maka hendaknya ia mengajaknya menikmati masakan itu bersama-sama. Jika makanan itu cuma sedikit, maka hendaknya ia memberikannya kepada pelayan itu barang satu atau dua suapan

 

957 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya seorang budak yang setia kepada tuannya dan menjalankan ibadah kepada Allah dengan baik, maka dia mendapat dua pahala

 

958 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Seorang budak yang setia mendapat dua pahala

 

959 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Alangkah bahagianya seorang budak yang ketika menjelang kematianya ia selalu memperbaiki ibadahnya kepada Allah dan selalu setia kepada tuannya. Duh alangkah bahagianya ia

 

960 - Hadits riwayat Rafi` bin Khadij ra. dan Sahal bin Abu Hatsmah ra. mereka berkata: Abdullah bin Sahal bin Zaid dan Muhaishah bin Mas`ud bin Zaid keluar untuk berperang. Sesampai di daerah Khaibar keduanya berpisah. Kemudian Muhaishah mendapatkan Abdullah bin Sahal terbunuh. Setelah memakamkan jenazahnya, Muhaishah dengan ditemani kedua orang adiknya bernama Huwaishah bin Mas`ud dan Abdurrahman bin Sahal datang menghadap Rasulullah saw. Abdurrahman yang merupakan saudara paling kecil bermaksud akan berbicara mendahului kedua orang kakaknya tersebut. Namun Rasulullah saw. memperingatkannya: Yang tua hendaknya dituakan. Seketika itu Abdurrahman diam. Akhirnya Muhaishah dan Huwaishahlah yang membuka pembicaraan, kemudian Abdurrahman ikut berbicara. Mereka menceritakan kepada Rasulullah saw. mengenai peristiwa terbunuhnya Abdullah bin Sahal. Rasulullah saw. bertanya kepada mereka: Apakah kalian mau bersumpah lima puluh kali, baru kalian punya hak atas kawan kalian itu? Mereka mengatakan: Bagaimana kami harus bersumpah sementara kami tidak bisa menyaksikan peristiwanya? Rasulullah saw. bersabda: Kalau begitu orang-orang Yahudi akan terbebas dari tuntutan kalian karena mereka mau bersumpah lima puluh kali. Mereka merasa keberatan: Bagaimana kami bisa menerima sumpahnya orang-orang kafir? Maka akhirnya Rasulullah saw. memberikan diyatnya

 

961 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Beberapa orang dari Kaum Urainah datang ke Madinah menemui Rasulullah saw, mereka terserang penyakit perut yang cukup parah. Kepada mereka Rasulullah saw. menganjurkan: Sebaiknya kalian keluar dan mencari unta sedekah lalu kalian minum susu dan air kencingnya. Setelah dicoba ternyata mereka menjadi sehat. Kemudian mereka nimbrung di tengah para penggembala lalu membunuh orang-orang yang tidak berdosa itu. Bahkan mereka juga murtad atau keluar dari Islam. Mereka juga menggiring unta-unta milik Rasulullah saw. Kabar tentang ulah mereka itu akhirnya didengar oleh Rasulullah saw, beliau lalu memerintahkan para shahabat untuk menangkap mereka. Setelah berhasil ditangkap, mereka lalu dihadapkan kepada beliau. Rasulullah saw. lalu memotong tangan dan kaki mereka serta mencukil mata mereka. Kemudian beliau membiarkan mereka berada di Harrah sampai mereka meninggal dunia

 

962 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. bahwa: Seorang Yahudi membunuh seorang hamba perempuan untuk merampas perhiasan yang dikenakannya. Si Yahudi itu berusaha membunuhnya dengan batu. Dalam keadaan sudah sangat kritis, perempuan tersebut dibawa kepada Rasulullah saw. Beliau bertanya kepadanya: Apakah si Fulan yang membunuhmu? Dengan menggeleng kepala, si perempuan mengisyaratkan tidak. Beliau bertanya lagi kepadanya, kembali ia mengisyaratkan dengan kepalanya bahwa bukan Fulan itu yang membunuhnya. Kemudian untuk ketiga kalinya Rasulullah saw. bertanya lagi dan saat itulah si perempuan dengan memakai isyarat kepalanya menjawab: Ya. Kemudian Rasulullah saw. membunuh si Yahudi tersebut dengan dua buah batu

963 - Hadits riwayat Imran bin Hushain ra. ia berkata: Ya`la bin Munyah alias Ibnu Umayyah bertengkar dengan seorang lelaki. Salah satu dari keduanya menggigit yang lainnya. Yang digigit menarik tangannya dari mulut orang yang menggigit, sampai gigi bagian depan Ibnu Mutsanna terlepas. Keduanya lalu mengadukan hal itu kepada Nabi saw. lalu beliau bersabda: Apakah salah seorang kamu menggigit seperti ternak jantan yang menggigit? Jika itu yang terjadi, maka tidak ada diyat baginya

 

964 - Hadits riwayat Anas ra. bahwa Sesungguhnya saudara perempuan Rabi` bin Haritsah, melukai seseorang. Beberapa orang keluarganya lalu mengadu kepada Nabi saw. Rasulullah saw. bersabda: Laksanakan hukuman qishas dan serahkan kepada orang yang berhak. Ummu Rabi` berkata: Wahai Rasulullah! Apakah perlu dijatuhkan hukuman qishas terhadap si Fulanah itu? Demi Allah, ia jangan diqishas. Nabi saw. bersabda: Maha Suci Allah, wahai Ummu Rabi`! Hukuman qishas adalah ketentuan Allah. Ummu Rabi` berkata: Demi Allah, jangan, ia jangan diqishas buat selama-lamanya. Hal itu terus berlangsung sampai mereka menerima diyat. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah itu terdapat orang yang kalau bersumpah atas nama Allah, dia berlaku jujur kepada-Nya

965 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali satu di antara tiga perkara ini: Seorang yang telah kawin lalu berzina, seorang yang membunuh jiwa orang lain, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama`ah

 

966 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Setiap kali ada seseorang dibunuh secara zhalim, maka putera Adam yang pertama itu mendapatkan bagian darahnya, lantaran dia adalah orang pertama yang melakukan pembunuhan

 

967 - Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesuatu yang pertama kali akan diputuskan di antara manusia pada hari kiamat kelak, ialah persoalan yang menyangkut masalah darah

968 - Hadits riwayat Abu Bakrah ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Sesungguhnya zaman itu benar-benar terus berputar seperti pada saat Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan. Empat di antaranya ialah bulan-bulan haram dan tiga di antaranya berturut-turut, yaitu: bulan Dzulqa`dah, Dzulhijjah dan Muharram. Rajab adalah bulan Mudhar, yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya`ban. Kemudian beliau bertanya: Bulan apakah sekarang? Kami menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Sejenak beliau hanya diam saja. Sampai-sampai kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Beliau bertanya: Bukankah sekarang bulan Dzulhijjah? Kami menjawab: Benar. Beliau bertanya: Negeri apakah ini? Kami menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Sejenak beliau hanya diam saja. Sampai-sampai kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain. Beliau bersabda: Bukankah ia negeri Baldah? Kami menjawab: Benar. Beliau bertanya: Hari apakah ini? Kami menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Sejenak beliau diam saja. Sampai-sampai kami mengira akan manyebutnya dengan nama lain. Beliau bersabda: Bukankah itu hari Nahr? Kami menjawab: Benar wahai Rasulullah. Lalu beliau bersabda: Sesungguhnya darahmu, harta bendamu (berkata Muhammad: Aku mengira beliau bersabda: dan kehormatanmu) adalah haram atas dirimu, seperti haramnya hari sekarang ini, di negerimu ini, dan di bulanmu ini. Kamu akan bertemu dengan Tuhanmu. Dia akan bertanya kepadamu mengenai semua amal perbuatanmu. Maka setelahku nanti kamu jangan kembali pada kekafiran maupun kesesatan, di mana salah seorang kamu membunuh sebagian yang lain. Ingatlah, hendaknya orang yang hadir saat ini menyampaikan kepada orang yang tidak hadir. Boleh jadi sebagian orang yang mendengar dari mulut kedua itu lebih dapat menjaga apa yang didengarnya daripada orang yang mendengarnya secara langsung. Kemudian beliau bersabda: Ingat, bukankah telah aku sampaikan?

969 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa: Dua orang wanita dari Hudzail salah satunya membanting yang lain, sehingga menyebabkan janinnya keguguran. Kemudian Nabi saw. memutuskan kepada wanita yang membanting tersebut untuk membayar diyat berupa seorang budak laki-laki atau perempuan

970 - Hadits riwayat Al Mughirah bin Syu`bah ra. ia berkata: Seorang wanita memukul madunya yang sedang hamil dengan tongkat kuno, sehingga meninggal dunia. Salah satu dari keduanya berjenggot panjang. Rasulullah saw. lalu membebankan diyat wanita yang menjadi korban pembunuhan kepada ashabahnya si pelaku. Sedang untuk janin dalam perutya harus ditebus dengan seorang budak baik laki-laki maupun perempuan. Kemudian ada salah seorang anggota ashabahnya si pelaku mengatakan: Apakah aku harus ikut menanggung diyatnya anak yang belum bisa makan, belum bisa minum bahkan belum bisa menjerit sama sekali? Itu jelas merupakan kecelakaan yang tidak bisa ditanggung. Mendengar itu Rasulullah saw. bersabda: Apakah itu seperti sajaknya orang-orang Arab Baduwi? Dan Rasulullah saw. tetap membebankan diyat kepada mereka

971 - Hadits riwayat Mughirah bin Syu`bah ra. dan Muhammad bin Maslamah ra. bahwa: Umar bin Khatab meminta pendapat kaum muslimin mengenai janin seorang wanita. Maka Al Mughirah bin Syu`bah mengatakan: Aku pernah melihat Nabi saw. memutuskan masalah ini, harus ditebus dengan seorang budak perempuan atau laki-laki. Umar berkata kepada Al Mughirah: Datangkan kepadaku orang yang ikut menyaksikan bersamamu itu. Akhirnya majulah Muhammad bin Maslamah sebagai saksinya

972 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. memotong tangan pencuri yang mencuri harta sebanyak seperempat dinar ke atas

973 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Pada zaman Rasulullah saw. tangan seorang pencuri tidak bisa dipotong hanya karena digunakan mencuri harta yang kurang dari harga sebuah tameng

974 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah memotong tangan orang yang mencuri sebuah tameng yang harganya tiga dirham

975 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah melaknati seorang pencuri, yang mencuri seonggok besi lalu dipotong tangannya

976 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya orang-orang Quraisy merasa kebingungan dengan masalah seorang wanita suku Makhzum yang mencuri. Mereka menawarkan: Siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah saw.? Dengan serentak mereka mengatakan: Kami kira tidak ada yang berani kecuali Usamah, dia adalah kesayangan Rasulullah saw. Maka majulah Usamah untuk berbicara kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Jadi maksud kamu adalah memintakan syafa`at terhadap salah satu hukum Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidato: Wahai manusia! Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, manakala mereka mendapatkan orang mulia mencuri, mereka membiarkan saja. Tetapi manakala mendapatkan orang lemah di antara mereka yang mencuri, mereka tegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, sekiranya Fathimah puteri Muhammad mencuri, maka akan aku potong tangannya

977 - Hadits riwayat Umar bin Khatab ra. ia berkata: Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad saw. dengan benar dan telah menurunkan kepada beliau Al Qur'an. Di antara yang diturunkan kepada beliau ialah ayat yang menyinggung tentang hukuman rajam. Kami selalu membaca, menjaga dan memelihara ayat tersebut. Rasulullah saw. telah melaksanakan hukuman rajam tersebut dan sesudah beliau kamipun melaksanakan hukuman tersebut. Pada satu zaman yang jauh nanti, aku merasa khawatir jika ada orang yang mengatakan: Kami tidak menemukan hukuman rajam dalam Kitab Allah, sehingga mereka akan menjadi sesat diakibatkan mereka meninggalkan salah satu kewajiban yang telah diturunkan oleh Allah. Sesungguhnya hukuman rajam dalam kitab Allah itu haq terhadap orang berzina yang bersatus muhshon (pernah menikah), baik pria maupun wanita, jika memang terdapat bukti berupa kehamilan atau pengakuan

978 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Seorang lelaki dari kaum muslimin datang kepada Rasulullah saw. saat beliau sedang berada di masjid. Lelaki itu memanggil beliau: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku telah berbuat zina. Rasulullah saw. berpaling darinya dan menghadapkan wajahnya ke arah lain. Lelaki itu berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku telah berbuat zina. Kembali Rasulullah saw. berpaling daripadanya. Kejadian seperti itu berlangsung sampai empat kali. Baru ketika itu bersaksi atas dirinya sebanyak empat kali, akhirnya Rasulullah saw. memanggilnya dan bersabda: Apakah kamu gila? Lelaki itu menjawab: Tidak. Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu berstatus muhshon atau sudah berumah tangga? Lelaki itu menjawab: Ya. Maka Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya: Bawa pergi dia dan rajamlah

979 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata bahwa: Nabi saw. bertanya kepada Ma`iz bin Malik: Apakah benar berita yang sampai kepadaku mengenai dirimu itu? Ma`iz bin Malik balik bertanya: Berita apakah itu? Rasulullah saw. bersabda: Kudengar kamu telah berbuat zina dengan seorang budak perempuannya si Fulan. Ma`iz bin Malik menjawab: Memang benar. Bahkan dia bersaksi sendiri sampai empat kali, bahwa dia memang berzina. Akhirnya Rasulullah saw. memerintahkan agar merajamnya, maka diapun dirajamlah

980 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. dan Zaid bin Khahid Al Juhani ra. bahwa: Seorang lelaki A`rab (Baduwi) datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah! aku datang kepadamu tidak memohon apa-apa selain hanya memohon keputusan darimu berdasarkan Kitab Allah. Seorang yang menjadi lawan sengketanya mengatakan: Dia itu sangat pandai berbicara. Baiklah, putuskanlah antara kami berdasarkan Kitab Allah. Wahai Rasulullah! Sekarang izinkan aku untuk menjelaskan kepadamu. Rasulullah saw. bersabda: Katakanlah. Diapun bercerita, Sesungguhnya anakku menjadi pelayan orang ini, satu hari anakku berbuat zina dengan istrinya. Aku mendapat kabar bahwa anakku itu harus dihukum rajam. Aku telah menebusnya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak perempuan. Ketika hal itu aku tanyakan salah seorang yang alim, aku diberitahu bahwa anakku itu hanya terkena hukuman dera sebanyak seratus kali dan diasingkan setahun, dan isteri orang inilah yang harus dihukum rajam. Mendengar penjelasan itu Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya aku akan memutuskan dengan Kitab Allah. Seratus ekor kambing dan budah perempuan tadi harus dikembalikan dan anakmu harus di dera sebanyak seratus kali serta diasingkan selama setahun. Sekarang pergilah kepada isteri orang ini, wahai Unais. Jika ia mengaku, maka rajamlah ia. Selanjutnya Unaispun datang menemui wanita tersebut dan ia juga mengakui perbuatannya. Maka sesuai dengan perintah Rasulullah saw. maka wanita itu harus dirajam

981 - Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata: Pernah suatu ketika dua orang Yahudi lelaki dan perempuan yang berbuat zina dihadapkan kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. berangkat menemui orang-orang Yahudi, seraya bertanya: Ketentuan apakah yang kalian dapatkan dalam kitab Taurat yang mestinya diberlakukan atas orang yang telah berbuat zina? Mereka menjawab: Kami akan mencoreng muka mereka dengan warna hitam, lalu menaikkannya di atas kendaraan dalam kendaraan beriringan, kemudian mengaraknya keliling jalan. Selanjutnya beliau bersabda: Coba datangkanlah kitab Taurat apabila kalian jujur. Kemudian mereka mengambil kitab Taurat dan membacanya. Ketika bacaan mereka sampai pada ayat rajam seorang pemuda yang ikut membaca tiba-tiba meletakkan tangannya di atas kitab tersebut dan dia hanya membaca ayat yang sebelum dan sesudahnya. Abdullah bin Salam yang saat itu ikut bersama Rasulullah saw. berkata kepada beliau: Perintahkanlah dia untuk mengangkat tangannya. Pemuda tadi lalu mengangkat tangannya. Dan yang dia tutupi tadi adalah ayat rajam. Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan agar kedua orang yang berzina tadi dihukum rajam. Dan hukumanpun dilaksanakan. Lebih lanjut Abdullah bin Umar berkata: Aku termasuk orang yang ikut merajam mereka. Sungguh aku melihat yang laki berusaha mengelak dari lemparan batu

982 - Hadits riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra. Dari Syaibani ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Aufa, Apakah Rasulullah saw. pernah memberlakukan hukum rajam? Ia menjawab: Ya. Aku bertanya: Apakah hal itu sesudah turunnya surat An Nur atau sebelumnya? Dia menjawab: Aku tidak tahu secara persis

983 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang budak perempuan milik salah seorang di antara kalian berbuat zina dan terbukti, maka deralah ia dan kalian jangan memakinya. Jika ia berbuat zina lagi, maka deralah dan kalian jangan memakinya. Dan jika ia berbuat zina lagi dan terbukti maka juallah ia sekalipun seharga sehelai rambut

984 - Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Sesungguhnya pernah seorang lelaki yang meminum khamr (arak) dihadapkan kepada Nabi saw. Kemudian beliau menderanya dengan dua pelapah kurma kurang lebih empat puluh kali

985 - Hadits riwayat Abu Burdah Al Anshari ra. bahwa: Sesungguhnya dia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Seseorang tidak akan didera lebih dari sepuluh cambukan kecuali dalam hukum-hukum Allah

986 - Hadits riwayat Ubadah bin Shamit ra. ia berkata: Aku pernah bersama dengan Rasulullah saw. dalam suatu majlis. Beliau bersabda: Seharusnya kalian berbai`at kepadaku bahwa kalian jangan menyekutukan Allah dengan apapun, kalian jangan berbuat zina, kalian jangan mencuri, dan kalian jangan membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah kecuali dengan hak. Barangsiapa di antara kalian yang memenuhinya maka pahalanya ditanggung Allah. Barangsiapa yang terlanjur sampai berbuat sesuatu di antara itu semua, maka dia terkena hukuman, dan hukuman itu merupakan kafarat baginya. Barangsiapa yang terlanjur berbuat sesuatu di antara itu dan Allah menutupi atas perbuatan itu, maka itu urusannya Allah. Jika Allah menghendaki memberi ampunan, tentu Allah akan mengampuninya. Dan jika Allah hendak menyiksa, tentu Allah akan menyiksanya

987 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Kejahatan binatang itu ada tanggung jawabnya, kejahatan sumur itu ada tanggung jawabnya, kejahatan pertambangan itu ada tangggung jawabnya. Dan harta rikaz seperlimanya harus dikeluarkan zakatnya

988 - Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata bahwa: Nabi saw. bersabda: Andai kata manusia diberi menurut tuntutan mereka, tentu manusia akan banyak menuntut darah dan harta orang-orang. Karena itu, bagi penuntut harus mendatangkan saksi dan sumpah (ingkar) diwajiban bagi terdakwa

989 - Hadits riwayat Ummi Salamah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Terkadang kalian bersengketa di hadapanku. Boleh jadi sebagian dari kalian lebih pandai mengajukan alasannya ketimbang yang lain lalu aku memutuskan buat keuntungannya sesuai dengan apa yang kudengar darinya. Oleh sebab itu, barangsiapa aku beri sebagian dari hak saudaranya, maka janganlah dia mengambilnya. Sesungguhnya yang kuberikan kepadanya itu, tidak lain hanyalah sepotong api neraka

990 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia bekata: Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Ya Rasulullah! Abu Sufyan adalah seorang lelaki yang kikir. Dia tidak mau memberikan kepadaku nafkah yang mencukupiku dan mencukupi anakku kecuali apa yang kuambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah dalam hal ini aku menanggung dosa? Rasulullah saw. bersabda: Ambillah dari hartanya dengan cara yang baik apa yang mencukupimu dan mencukupi anakmu

991 - Hadits riwayat Al Mughirah bin Syu`bah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Ta`ala mengharamkan atas kalian; durhaka kepada ibu, Dia juga membenci pada kalian; banyak bicara, banyak bertanya dan menghambur-hamburkan harta

992 - Hadits riwayat Amru bin Al Ash ra. bahwa: Ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang hakim memutuskan perkara dengan menggunakan ijtihad, kemudian dia benar, maka dia mendapatkan dua pahala. Dan kalau hakim itu memutuskan perkara dengan menggunakan ijtihad, lalu dia keliru, maka dia memperoleh satu pahala

993 - Hadits riwayat Abi Bakrah ra. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Seseorang tidak boleh menetapkan hukum di antara dua orang, ketika dia sedang marah

994 - Hadits riwayat Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan (agama) kami tanpa ada dasarnya, maka sesuatu itu tertolak

995 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. beliau bersabda: Ketika dua orang wanita sedang bersama anak mereka masing-masing, tiba-tiba datang seekor serigala yang lalu membawa anak salah seorang di antara mereka. Seorang di antara mereka berkata kepada yang lain: Yang dibawa oleh serigala itu adalah anakmu. Yang lain mengatakan: Tidak, anakmulah yang dibawa. Lalu mereka berdua meminta keadilan kepada Nabi Dawud as. Setelah mereka menceritakan perkara mereka, maka Sulaiman bin Dawud as. berkata: Ambilkan pisau, aku akan membagi anak ini untuk kalian berdua. Maka yang kecil berkata: Jangan lakukan, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu, dia adalah anaknya. Maka (Sulaiman) menyerahkanya kepada yang kecil

996 - Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Seseorang membeli tanah dari orang lain. Tiba-tiba orang yang membeli tanah itu menemukan di dalam tanahnya terdapat guci berisi emas. Orang yang membeli tanah itu berkata kepada si penjual: Ambillah emasmu ini dariku. Yang aku beli darimu adalah tanah dan aku tidak membeli emas darimu. Orang yang menjual tanah berkata: Yang aku jual kepadamu adalah tanah berikut isinya. Mereka berdua lalu meminta keputusan kepada seseorang. Orang yang dimintai keputusan itu bertanya: Apakah kalian berdua mempunyai anak? Seorang di antara mereka berdua menjawab: Ya, aku mempunyai seorang anak laki-laki. Yang lainnya menimpali: Aku mempunyai seorang anak perempuan. Orang yang diminta memberi keputusan itu berkata: Nikahkanlah anak laki-laki dan anak perempuan itu. Kemudian belanjakanlah untuk kepentingan kalian berdua dari emas tersebut. Dan bersedekahlah kalian berdua

997 - Hadits riwayat Zaid Bin Khalid Al Juhaniy ra. ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. untuk bertanya tentang barang temuan. Rasulullah saw. bersabda: Kenalilah wadah dan talinya, lalu umumkanlah setahun, jika pemiliknya datang, maka berikanlah. Kalau tidak, maka terserah kepadamu. Orang itu bertanya lagi: Bagaimana kalau temuan itu berupa kambing? Rasulullah saw. bersabda: Untukmu atau untuk saudaramu atau untuk serigala. (berarti boleh diambil) Orang itu kembali bertanya: Bagaimana jika temuan itu berupa unta? Rasulullah saw. bersabda: Apa pedulimu terhadapnya? Dia (unta itu) sudah membawa wadah air dan sepatunya sendiri (kuat menahan dahaga beberapa hari dan kuat berjalan). Dia bisa datang ke tempat air dan makan pepohonan sampai ditemukan oleh pemiliknya

998 - Hadits riwayat Ubaiy bin Ka`ab ra. ia berkata: Aku pernah menemukan dompet berisi seratus dinar pada masa Rasulullah saw. Aku datang membawa dompet itu kepada Rasulullah saw, beliau bersabda: Umumkanlah selama setahun! Akupun mengumumkannya. Namun, aku tidak menemukan orang yang mengakuinya. Aku datang lagi kepada Rasulullah saw. Beliau masih saja bersabda: Umumkanlah selama setahun! Akupun mengumumkannya, tetapi tidak kutemukan orang yang mengakuinya. Aku datang kembali kepada Rasulullah saw. dan beliau tetap bersabda: Umumkanlah selama setahun! Aku mengumumkannya, tetapi tidak kutemukan orang yang mengakuinya. Maka bersabdalah Rasulullah saw.: Ingat jumlahnya, wadahnya dan tali pengikatnya. Jika nanti datang pemiliknya, berikanlah. Kalau tidak, engkau boleh memanfaatkannya. Akupun memanfaatkannya. Perawi hadits berkata: Aku bertemu Salamah bin Kuhali di Mekah sesudah itu ia berkata: Aku tidak pasti apakah tiga tahun, ataukah satu tahun

999 - Hadits riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata bahwa: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah sekali-kali seseorang memerah susu ternak orang lain, kecuali dengan seizinnya. Adakah seseorang di antara kalian suka, bila ruang minumnya didatangkan, tapi tempat penyimpanannya dipecahkan lalu makanannya dipindahkan? Sesungguhnya hanya susu-susu (tetek) ternak merekalah yang menyimpan makanan bagi mereka. Karena itu, janganlah sekali-kali seseorang memerah susu ternak orang lain, kecuali dengan seizinnya

1000 - Hadits riwayat Uqbah bin Amir ra. ia berkata: Kami pernah berkata: Wahai Rasulullah engkau mengutus kami, lalu kami mampir pada suatu kaum, tetapi mereka tidak menyuguhi kami, apa pendapatmu? Rasulullah saw. bersabda kepada kami: Jika kalian bertamu pada suatu kaum, lalu mereka menyuguhi kalian dengan apa yang memang pantas untuk tamu, maka terimalah. Kalau mereka tidak melakukannya, maka dari mereka kalian boleh mengambil hak tamu yang layak

 

 

Add comment


Security code
Refresh