Newsflash

Seputar Dunia Pendidikan
Menggugat GMC (Genius Mind Consultancy) Indonesia PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Thursday, 02 September 2010

Menggugat GMC (Genius Mind Consultancy) Indonesia

For those who do not understand Bahasa Indonesia (perhaps you are from Singapore, Malaysia, Taiwan), you can go to http://translate.google.com/ to translate this page.

Pengantar dari penulis:

Saya sengaja anonim karena :

- Tidak ingin ngetop … benar, saya tidak ingin ngetop atas expense perusahaan orang lain (GMC). Hal ini akan menasional, saya sadari itu. Jadi saya ingin menekankan bahwa saya membuat Group ini bukan karena ingin ngetop, tapi semata-mata karena prihatin. Itu saja.

- Mengurangi kemungkinan intimidasi. Sesungguhnya saya tidak takut sama sekali, toh saya hanya mengemukakan kebenaran. Hanya saja inconvenience yang tidak perlu kan lebih baik dihindari. Gitu aja kok repot … :-)

Banyak yang akan mencap saya pengecut … tak apa-apalah. Saya rela dibilang seorang pengecut. Yang pasti saya yakin saya bukan penipu. Pengecut masih lebih baik daripada penipu, bukan?

Para pembaca dipersilahkan menilai materi dalam tulisan ini murni dari segi materinya saja, tidak perlu ada bias, baik dari segi jender, agama, persaingan usaha, SARA, dlsb. Silahkan berpikir objektif dan diskusikan fakta-faktanya saja.

Kaitan saya dengan GMC (Genius Mind Consultancy)

Anak saya yang pertama ikut aktivasi GMC. Saya tidak memaksanya, dia yg minta ikut setelah lihat salah satu saudara kami yg sudah ikut GMC bisa membedakan kartu dgn blindfold. Ketika didalam ruangan sewaktu aktivasi juga cukup PD, mendapat beberapa hadiah karena berani menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para instruktur. Jadi saya simpulkan tidak stress, tegang, atau tidak mau berpartisipasi, dsb yang menurut GMC akan menghambat proses aktivasi. Setelah ikut 2 hari, ketika di test blindfold tidak bisa. Menurut instruktur kurang konsentrasi, tegang, harus banyak latihan, dsb.

Dia cukup terpukul karena merasa kok dia tidak bisa, sementara perserta yang lain bisa. Saya harus membantu rebuild the confidence, menemani latihan-latihan yang harus dilakukan dirumah. Dan setelah beberapa lama tetap tdk berhasil. Saya sudah menerima bahwa mungkin tiap anak berbeda-beda. Mungkin dia memang bakatnya bukan begitu.

Selengkapnya...
 
Belajar Kelompok PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Monday, 22 March 2010

Hari Sabtu Kemarin, Dhany bersama dengan beberapa kawan sekolahnya, melakukan aktivitas Belajar Kelompok.  Ini dia foto ketika mereka sedang asyik belajar kelompok mengerjakanTugas yang diberikan oleh guru mereka.

belajar kelompok (4).jpgbelajar kelompok (5).jpg

 belajar kelompok (7).jpg                                                                 belajar kelompok (6).jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selengkapnya...
 
Proposal Project - Pemberantasan Buta Huruf PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Thursday, 01 October 2009

PROPOSAL KEGIATAN

PEMBERANTASAN BUTA HURUF BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KOTA BOGOR

 

I.       Pendahuluan

Tingkat Buta Aksara masih tergolong tinggi di Indonesia.  Data Departement Pendidikan Nasional menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2008 Angka Buta Huruf masih mencapai jumlah sebesar 10.1 Juta jiwa atau sekitar 4.59 persen dari jumlah penduduk Indonesia.   Data statistik lainnya menunjukkan bahwa dari 10.1 juta jiwa penduduk Buta Aksara, sebanyak 70 persen diantaranya berada pada golongan usia di atas 45 tahun.   Dimana dua pertiga diantaranya adalah perempuan.

Menyadari bahwa setiap warga Negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan memperoleh akses pendidikan dan pengajaran, maka sudah selayaknya  mereka yang masuk dalam kategori Penduduk Buta Huruf tersebut, juga mendapatkan hak mereka untuk mendapatkan pengajaran.

Penyelenggaraan pendidikan dan memastikan adanya kesetaraan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, adalah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah selaku penyelenggara Negara.  Semua komponen masyarakat dalam bingkai negara dan bangsa memiliki kewajiban yang sama dalam memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan pendidikan sebagai salah satu hak dasar warga Negara.   Semua warga Negara yang memiliki kemampuan untuk penyediaan sarana dan fasilitas belajar, juga memiliki tanggungjawab untuk memastikan warga Negara lainnya memperoleh akses pendidikan dan pengajaran.

Selengkapnya...
 
Guru Pos PAUD Butuh Sertifikasi PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Sunday, 30 August 2009

Guru Pos PAUD Butuh Sertifikasi

Oleh Didi Mardiyanto

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pengalaman mendampingi sebuah Lembaga Sosial yang berkegiatan di bidang pendidikan dan berbasis sukarelawan, dalam bentuk Pos PAUD yang bernama Karang Balita, menyadarkan kepada saya bahwa memang banyak tantangan untuk mengelola sebuah lembaga yang berbasis sosial.

Sejak awal pendirian Pos PAUD yang saya dampingi, konsep awalnya adalah membangun lembaga pendidikan yang Murah Tapi Tidak Murahan, ternyata relatif sulit dalam hal menarik orang untuk mau bergabung menjadi pengelola, tanpa ada efek financial bagi mereka yang diajak bergabung.

Wal hasil, sukarelawan yang bersedia bergabung terbentur dengan basic pendidikan yang mereka miliki.  Agak sulit memang menjalankan Lembaga Pendidikan, walaupun hanya setingkat PAUD, jika sumber daya yang dimiliki memang tidak berasal dari bidang pendidikan.  Banyak para sarjana di lingkungan PAUD Karang Balita yang saya dampingi, menyatakan beribu alasan ketika diajak bergabung dan diberikan informasi bahwa honor yang didapatkan adalah ala kadarnya.

Selengkapnya...
 
Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Sunday, 30 August 2009

Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi ...

Oleh Didi Mardiyanto

Perumahan Taman Griya Kencana atau biasa disebut TGK, adalah salah satu perumahan yang ada di Kota Bogor.  Walaupun secara administratif masuk ke wilayah kota bogor, namun lokasinya relatif cukup jauh dari ibukota Bogor.  Seperti kebanyakan perumahan yang baru tumbuh, warga perumahan  TGK sebagian besar adalah keluarga muda yang memiliki 1 atau 2 anak yang masih berada dikisaran antara 0 hingga 12 tahun. 

Secara strata sosial, sebagian besar warga memang bekerja sebagai karyawan swasta, namun kebanyakan berada pada level yang tidak terlalu tinggi di perusahaannya.  Ibu-ibunya sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya adalah mengurus rumah dan anak balita mereka.

Kelembagaan Sosial di TGK tumbuh dengan baik.  Salah satunya adalah Lembaga Posyandu yang dalam kegiatannya diawaki oleh ibu-ibu yang bekerja sebagai relawan yang menyandang gelar sebagai Kader Posyandu.  Radio Komunitas Suara Kencana juga hadir, menyemarakkan TGK dengan beragam program penyiaran dan Program Off air yang secara berkala diadakan.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 15
© 2010 Rumah Cerdas Kreatif
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.