|
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
|
|
Sunday, 07 February 2010 |
|
Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar. Panjang tubuh kambing liar, tidak termasuk ekor, adalah 1,3 meter - 1,4 meter, sedangkan ekornya 12 sentimeter - 15 sentimeter. Bobot yang betina 50 kilogram - 55 kilogram, sedangkan yang jantan bisa mencapai 120 kilogram. Kambing liar tersebar dari Spanyol ke arah timur sampai India, dan dari India ke utara sampai Mongolia dan Siberia. Habitat yang disukainya adalah daerah pegunungan yang berbatu-batu.
Kambing sudah dibudidayakan manusia kira-kira 8000 hingga 9000 tahun yang lalu. Di alam aslinya, kambing hidup berkelompok 5 sampai 20 ekor. Dalam pengembaraannnya mencari makanan, kelompok kambing ini dipimpin oleh kambing betina yang paling tua, sementara kambing-kambing jantan berperan menjaga keamanan kawanan. Waktu aktif mencari makannya siang maupun malam hari. Makanan utamanya adalah rumput-rumputan dan dedaunan.
Kambing berbeda dengan domba.
Perkembangbiakan
Kambing berkembang biak dengan melahirkan. Kambing bisa melahirkan dua hingga tiga ekor anak, setelah bunting selama 150 hingga 154 hari. Dewasa kelaminnya dicapai pada usia empat bulan. Dalam setahun, kambing dapat beranak sampai dua kali. (dikutip dari wikipedia)
.JPG)
.JPG)
.JPG)
|
|
|
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
|
|
Friday, 05 February 2010 |
|
Setiap kali berkunjung ke Kota Blora, kami sekeluarga tidak pernah melewatkan waktu untuk menikmati Sate Kambing Blora yang lokasinya di depan POM Bensin Kota Blora.
Hal yang menjadi ciri khas dari Penjual Sate Blora adalah cara membakarnya yang langsung di depan pembeli dan sistem pembayarannya, dimana sate yang kita bayar adalah sate yang kita santap saja. Biasanya yang menjadi patokan adalah berapa banyak tusuk sate yang ada di piring kita. Jadi Kalo makan sate Blora di Kota Blora, tusuk satenya tidak boleh dibuang sebelum dilakukan transaksi pembayaran.
Ini dia Foto kami ketika asyik menyantap Sate Blora pada kunjungan ke Blora di Tahun Baru 2010 yang lalu.


|
|
|
Dari Juanda ke Soekarno Hatta |
|
|
|
| |
|
|
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
|
|
Sunday, 24 January 2010 |
|
Sebelum berkunjung ke Surabaya pada hari Sabtu yang lalu, Dhani dan Izan nampak mencari informasi seputar Kota Surabaya. Salah satunya adalah Sejarah Kota Surabaya .
 [].JPG)
Mengutip situs pemda Kota Surabaya, Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasati tersebut terungkap bahwa Surabaya (churabhaya) masih berupa desa ditepian sungai Brantas sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang sungai Brantas.
Surabaya (Surabhaya) juga tercantum dalam pujasastra Negara Kertagama yang ditulis oleh Prapanca tentang perjalanan pesiar baginda Hayam Wuruk pada tahun 1365 dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).
Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (prasasti Trowulan) & 1365 M (Negara Kertagama), para ahli menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tsb.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 36 |