Jelang pukul 9 pagi di Hari
Minggu yang cerah tanggal 25 April
2010, anak-anak mulai berdatangan ke Rumah Cerdas Kreatif. Hari itu ada kegiatan "Ayo Bermain Clay" di
Rumah Cerdas Kreatif. Bentuk
kegiatannya adalah mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan kreasi aneka
bentuk menggunakan media Clay yang dibuat dari tepung. Tidak hanya mengajak membuat aneka benda
dari Clay Tepung, anak-anak juga diajak untuk membuat sendiri Clay Tepung
tersebut.
Total ada 15 anak usia 5 hingga 12 tahun yang mengikuti
kegiatan tersebut. Juga ada 3 anak
Balita yang datang bersama pengasuh untuk ikutan bermain dan mengetahui
bagaimana cara membuat Clay dari Tepung yang aman digunakan untuk media bermain
anak-anak.
Kegiatan bermain di Rumah Cerdas Kreatif dipandu oleh Om Didi. Anak-anak
diberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan Clay serta keunggulan
Clay Tepung dibandingkan dengan Lilin Plastisin.Secara umum Om Didi menjelaskan bahwa Clay dari Tepung adalah
media yang aman digunakan sebagai media bermain dan secara teknis dapat
dibedakan menjadi 2 macam Clay Tepung, yaitu Clay Tepung yang tidak dapat
mengeras dan Clay Tepung yang dapat mengeras.Berbeda dengan Lilin Plastisin yang umumnya tetap lunak dan tidakdapat mengeras.
Om Didi menjelaskan bahwa bahan baku untuk membuat
Clay Tepung terdiri dari campuran Tepung Terigu, Tepung Tapioka, dan Tepung
Beras yang diulen menjadi adonan kalis dengan mencampurnya dengan Lem Kayu yang
berwarna putih.Bila sudah menjadi
adonan kalis, maka bisa langsung dibuat bermacam-macam bentuk benda.Agak lebih menarik, adonan tesebut dapat
dibagi menjadi beberapa adonan kecil dan kemudian diulen lagi setelah dibubuhi
pewarna makanan untuk membuat Clay tepung dengan aneka macam warna.Aneka Bentuk benda yang sudah dibentuk
tersebut setelah diangin-anginkan akan mengeras dan siap untuk dipajang.Agar lebih awet, dapat disemprotkan dengan
cat pylox transparant untuk menimbulkan efek mengkilap.
Acara membuat Clay-nya pun dibuat.Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok.Masing-masing kelompok diberikan bahan-baku untuk membuat Clay Tepung
dan dipersilahkan untuk meramu sendiri adonan tersebut.Lihat saja bagaimana ceria-nya anak-anak
ketika bersama-sama membuat Adonan Clay.
Tepung yang digunakan nampak bertebaran kemana-mana, tangan anak-anak
berlumur tepung.Kegiatan mengaduk
adonan Clay yang seharusnya dilakukan oleh satu orang anak, dilakukan secara
keroyokan."khan aku pengin ngerasa'in
cara ngulenin adonannya Om .." begitu kata anak-anak waktu kami minta untuk cukup
satu orang saja yang menguleni adonan.
Begitu pula ketika harus dilakukan pewarnaan adonan. Setiap Anak-anak ingin melakukan
sendiri membuat adonan Clay warna tersebut. Jadilah
lantai tempat arena berkegiatan dipenuhi dengan ceceran pewarna makanan. Begitu pula tangan anak-anak yang menjadi
warna-warni berlumur pewarna.Namun
karena pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan, maka tidak ada kesulitan
untuk membersihkan pewarna yang melekat di tangan dan di area lantai.
Kegiatan yang rencananya dimulai pukul 9 pagi baru dimulai pada pukul 10
pagi, sehingga hanya ada sedikit waktu yang tersisa ketika adonan Clay sudah
siap untuk dibentuk.Akibatnya anak-anak
tidak optimal ketika mencoba membuat aneka benda menggunakan adonan Clay yang
sudah tersedia.Sinar Matahari
mengganggu kegiatan kami di Rumah Cerdas Kreatif, sehingga acara akhirnya harus
diakhiri segera agar anak-anak tidak merasakan terik matahari yang mulai
menyengat.
Anak-anak mengakhiri kegiatan setelah masing-masing diyakinkan sudah memahami
cara membuat Clay dari Tepung serta sudah memahami cara membentuk aneka benda
dengan menggunakan media Clay.Ketika
pulang, anak-anak dibekali dengan Adonan Clay yang sudah siap untuk digunakan
berikut pewarna adonan, serta beberapa contoh gambar aneka bentuk benda yang
dibuat dari Clay.
Selain bertujuan agar anak-anak dapat dirangsang untuk melakukan aktivitas
yang kreatif dan bermanfaat,tujuan yang
utama adalah agar anak-anak Grand Cibubur dapat saling mengenal satu sama lain,
serta untuk memupuk kerjasama antar anak-anak Grand Cibubur.Ini semua karena Grand Cibubur harus dapat
menjadi kampung halaman yang menyenangkan buat anak-anak Granci.
Khusus untuk adik-adik Balita yang datang bersama Mbak pengasuh mereka, Om Didi mengajarkan Mbak Pengasuh cara membuat
Clay Tepung yang aman digunakan bermain untuk anak-anak balita.Clay untuk anak-anak Balita dibuat dari
campuran adonan Tepung Terigu, Garam, Air, dan sejumlah kecil Minyak Goreng
serta pewarna.Hasil yang didapat
setelah adonan tersebut dicampur dan diuleni hingga kalis adalah adonan Clay
yang dapat dibuat menjadi berbagai aneka bentuk benda yang disukai oleh
anak.Bermain menggunakan Clay Tepung
yang dibuat dari bahan-bahan yang Non Toxin sangat membantu adik-adik balita
untuk melatih perkembangan motorik mereka.
Sampai jumpa di kegiatan yang lainnya di Bulan Depan .... Salam Cerdas
Kreatif ....
Merancang Kota dengan Barang Bekas
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
Tuesday, 20 April 2010
Hari minggu tanggal 18 April 2010, pagi pukul 07.30 Wib kami sudah berada di Museum Bank Mandiri untuk mengikuti kegiatan Workshop "Merancang Kota Menggunakan Barang Bekas" yang merupakan bagian dari Kegiatan KumKum yang digelar pada tanggal 17-18 April 2010.
Karena hari masih terlalu pagi dan lokasi acara masih sedang dalam persiapan, maka kami putuskan untuk mencarti Sarapan Pagi terlebih dahulu. Pagi itu kami berangkat pukul 06.30 Wib untuk menghindari agar tidak kesulitan mencari lokasi parkir. Karena terlalu pagi, akhirnya kami sepakat untuk mencari sarapan pagi terlebih dahulu. Bubur Ayam jadi pilihan sarapan pagi kami.
Setelah menunggu kehadiran peserta yang lain, akhirnya kegiatan Workshop dimulai. Kegiatan dimulai dengan Kegiatan Diskusi dan Braim Stroming tentang apa saja yang jadi kebutuhan manusia. Ini dia jepretan Fotonya :
Setelah diskusi, akhirnya peserta mulai merancang Kota dan saling bekerjasama dengan peserta lainnya.
Ini dia hasil Rancangan kota mereka :
Lelah berkegiatan, kami kemudian putuskan untuk makan siang
usai santap siang, kami berkeliling area kegiatan dan selanjutnya pulang ke Cibubur.
Ayo ikutan kegiatan Bermain Clay ..
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
Saturday, 10 April 2010
Sesuai jadwal yang telah dibuat oleh Rumah Cerdas Kreatif, seharusnya tanggal 18 April 2010 digelar kegiatan yang mengambil Topik "Saatnya JadiArsitek" . Pada Kegiatan tersebut, anak-anak akan diajak untuk berkompetisi merancang bangunan dengan menggunakan media Clay/Lilin Plastisin.
Namun karena pada tanggal 18 April 2010 bertepatan dengan kegiatan Workshop "Merancang kota lestari dengan barang bekas" yang diadakan di Museum Bank Mandiri, maka kegiatan "Saatnya Jadi Arsitek" digeser menjadi tanggal 25 April2010. Pergeseran waktu kegiatan tersebut juga akan diikuti dengan perubahan Topik Kegiatan menjadi Ayo Bermain Clay ..
Pada kegiatan Ayo Bermain Clay .. yang akan digelar oleh Rumah Cerdas Kreatif, yang lokasinya masih di Perumahan Grand Cibubur Blok G No. 11, anak-anak akan diajak untuk berkreasi membuat aneka bentuk benda dengan menggunakan media clay. Jika biasanya kegiatan semacam ini menggunakan Clay dari lilin plastisin, maka Rumah Cerdas Kreatif akan mengajak anak-anak untuk berkreasi dengan menggunakan Clay dari Tepung.
Minggu pagi, anak-anak Grand Cibubur berkumpul bersama di salah satu rumah warga di Blok G No. 11 untuk mengikuti kegiatan Bermain dan Belajar yang diadakan oleh Rumah Cerdas Kreatif.
Kegiatan perdana Rumah Cerdas Kreatif di Perumahan Grand Cibubur mengambil tema kegiatan “Ceria Bermain dengan Angka”
Angka-angka seringkali identik dengan Matematika yang banyak menjadi momok bagi anak-anak kita yang duduk di bangku sekolah. Kegiatan Ceria Bermain Angka yang diadakan oleh Rumah Cerdas Kreatif mencoba menghapus momok tersebut dengan menyuguhkan beberapa permaianan yang berbasis angka dan perhitungan dasar matematika. Permainan yang berbasis kepada angka tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak agar dapat lebih menyukai mata pelajaran matematika.
Kegiatan Ceria Bermain dengan Angka dipandu langsung oleh Om Didi (begitu ia membahasakan dirinya ke anak-anak).
Kegiatan dibuka dengan Permainan Tebak Angka. Permainan Tebak Angka ini dilakukan dengan mempersilahkan setiap anak untuk memilih angka puluhan. Setelah itu anak-anak diminta untuk melakukan beberapa perhitungan sederhana dan menyebutkan hasil akhir hitungan tersebut. Berdasarkan hasil hitungan tersebut, Om Didi bisa langsung menebak berapa angka yang ditulis oleh setiap anak.
Permainan pertama ini membuat anak-anak tersenyum senang dan mulai tertarik untuk memainkan permainan angka yang lainnya. Anak-anak cukup terheran-heran bagaimana Om Didi bisa menebak angka yang mereka tuliskan dengan hanya melakukan beberapa operasi matematika sederhana. Anak-anak juga senang ketika Om Didi membuka Rahasianya.