Newsflash

Tanda Pangkat Polisi
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Friday, 20 November 2009

Saat sedang berada di jalan, kita pasti sering melihat keberadaan polisi yang sedang bertugas.  Untuk mengetahui Pangkat Petugas Polisi yang sedang bertugas tersebut, di bawah ini adalah Urutan tanda pangkat di Kepolisian dai yang tertinggi hingga yang terendah :

  • Jenderal : Bintang empat berwarna emas.
  • Komisaris Jenderal (Komjen) : Bintang tiga.
  • Inspektur Jenderal (Irjen) : Bintang dua. Umumnya menjabat Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah)
  • Brigadir Jenderal (Brigjen) : Bintang satu
  • Komisaris Besar Polisi (Kombes) : Melati tiga. Umumnya menjabat Kepala Kepolisian Resort (Kapolres)
  • Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) : melati dua
  • Komisari Polisi (Kompol) : melati satu.
  • Ajun Komisaris Polisi (AKP) : Tiga Balok Emas. Umumnya menjabat Kapolsek (Kepala kepolisian sektor).
  • Inspektur Satu (IPTU) : balok emas dua
  • Inspektur Dua (IPDA) : balok emas satu
  • Ajun Inspektur Satu (AIPTU) : Balok bergelombangnya dua
  • Ajun Inspektur Dua (AIPDA) : Balok bergelombang satu.
  • Brigadir Kepala (Bripka) : Siku empat
  • Brigadir : Siku tiga
  • Brigadir Satu (Briptu) : Siku dua
  • Brigadir Dua (Bripda) : siku satu
 
Mushola Impian
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Friday, 20 November 2009

Kegiatan Ramadhan 1430 H di lingkungan Perumahan Kami di Grand Cibubur Boutique Residence, rupanya menyisakan semangat religius di hati sebagian besar warga muslim yang tinggal disana.  

Lokasi perumahan yang letaknya hanya berjarak 4 Kilometer dari Gerbang Tol Cibubur dan secara Geografis masih "menempel" dengan kota Jakarta, dan sebagian besar warganya bekerja dan berkegiatan di Jakarta yang penuh gemerlap dan hingar bingar khas kota metropolitan, tetap tidak melunturkan semangat religius warganya.

ImageImage

Salah satu semangat religius yang tersisa dari kegiatan Ramadhan 1430 H dan semakin kental mengendap adalah keinginan untuk memiliki sarana ibadah yang memadai di lingkungan perumahan kami.  Melalui diskusi dan pertemuan yang diadakan secara formal dan informal, akhirnya disepakati untuk merealisasikan semangat ini dengan membentuk Panitia Pembangunan Musholla di Perumahan Grand Cibubur Boutique Residence.

Selengkapnya...
 
Nyekar
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Friday, 20 November 2009

ImageImage

ImageImage

ImageImage

ImageImage

 
Getuk Goreng
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Friday, 20 November 2009

Ketika dalam perjalanan Jogja menuju Tegal beberapa waktu yang lalu, ketika tiba di Kota Purwokerto, kami menyempatkan diri untuk membeli panganan istimewa kesukaan kami, yaitu Getuk Goreng.

Image

Getuk goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan gurih, dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa. Getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku, sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli.

Getuk goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng.

Image

 
Kebun Mangga
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Friday, 20 November 2009

Ketika  kami berkunjung ke Desa Jatilawang yang merupakan kampung halaman orang tua kami, tidak lupa kami melakukan aktivitas Panen Mangga di Kebun mangga yang dimiliki oleh Mbah Buyut dari Dhanizandra.

Mengutip dari wikipedia, Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.

Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.

Nama buah ini berasal dari Malayalam manga. Kata ini diindonesiakan menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: "(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India".

Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh

ImageImage

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 31 - 36 dari 167
© 2010 Rumah Cerdas Kreatif
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.