Ketika tiba di rumah usai
menjalani hari-hari rutin bekerja di kantor, kami mendapati satu paket yang
terbungkus amplop coklat yang ditujukan untuk ananda kami Izan.Paket
tersebutmenggunakan alamat sekolah
ananda Izan dan ternyata dikirimkan dari Redaksi Koran Anak Berani.
Itu rupanya Paket yang sudah dinanti oleh Izan sejak 4 hari terakhir.Paket itu adalah Paket Hadiah yang diberikan
oleh Redaksi Berani karena Izan telah memenangkan kuis yang diadakan oleh
Harian Berani tersebut.
Cukup membanggakan jika Izan yang masih duduk di kelas 2 SD ternyata sudah
memiliki ketertarikan untuk mengikuti kuis yang berisi pertanyaan seputar
pengetahuan umum.Apalagi ternyata Izan
dapat memenangkan kuis tersebut.Hadiahnya cukup lumayan, 1 kaos yang nampaknya terlalu besar untuk
digunakan oleh Izan,1 Kodi Pembatas
Bukuyang didalamnya tercetak biografi
tokoh terkenal di bidang ilmu pengetahuan, serta 1 Perangkat Permainan Ular
Tangga.Lumayan lah untuk ukuran hadiah
bagi anak kelas 2 SD.
Sensus Penduduk 2010
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
Sunday, 02 May 2010
Tepat tanggal 1 Mei 2010, keluarga kami di perumahan Grand Cibubur kedatangan petugas Sensus Penduduk. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan seputar keluarga dan orang yang tinggal di rumah kami, petugas sensus menempelkan stiker sebagai tanda rumah kami sudahdisensus.
Menurut informasi yang kami dapatkan, Indonesia
kini sedang melakukan sensus penduduk modern yang keenam yang akan
diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya
diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.
Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah
sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar
setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di
antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan
tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun
2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Pada saat mengikuti kegiatan KumKum
di Museum Bank Mandiri pada tanggal 17-18 April 2010 yang lalu, ada salah satu
komunitas yang menyajikan stand yang memamerkan beberapa buah yang relatif sudah
langka dan jarang ditemui di pekarangan rumah.Buah-buahan tersebut adalah Cerme, Kokosan, Buni, dan Jambu Bol
Izan yang kami ajak berkunjung ke
stand tersebut dan kami tanyakan buah apa yang ada di hadapan mereka,
menyatakan tidak mengenal buah tersebut.Petugas stand kemudian memberikan informasi kepada Dhany dan Izan tentang
buah yang ada di hadapan mereka.
Merujuk kepada wikipedia Indonesia,
berikut ini adalah penjelasan tentang buah tersebut :
Cerme
Cerme, cereme atau ceremai adalah nama sejenis pohon dengan buahnya sekali. Buah yang masam ini dikenal pula
dengan nama-nama lain seperti ceremoi (Aceh), chermai (Mal.),
karmay (Ilokano, Fil.), mayom (Thai.)
dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite
gooseberry, Malay gooseberry dan beberapa sebutan yang lain. Nama
ilmiahnya adalah Phyllanthus acidus.
Pemerian
Perdu
atau pohon kecil dengan ketinggian sampai 9 m, bercabang rendah dan
renggang. Sepintas, pohon cerme bukan tidak mirip dengan pohon belimbing
wuluh.
Daun tunggal, bundar telur dengan ujung runcing, panjang 2-7 cm,
tersusun di rantingnya seperti daun majemuk menyirip.
Bunga-bunganya berkelamin tunggal atau ganda, merah, berbilangan 4, tersusun
dalam malai hingga 12 cm. Buah batu, bulat dengan 6-8 rusuk, kuning keputihan
menyerupai lilin, berdiameter hingga 2,5 cm, bergantungan sendiri atau dalam
untaian. Daging buah keputihan, masam dan banyak berair, di tengahnya terdapat
inti yang keras dengan 4-6 butir biji.
Manfaat
Buah cerme sering dimakan segar dengan dicampur gula, garam atau dirujak. Cerme juga kerap
dibuat manisan, direbus (disetup) atau dibuat minuman penyegar. Daun mudanya
digunakan sebagai lalap.
Rebusan akar cerme digunakan untuk meringankan asma dan mengobati
penyakit kulit. Bahan penyamak juga dihasilkan dari kulit akarnya.
Pohon cerme kerap ditanam sebagai peneduh atau penghias halaman dan taman.
Pohon ini dapat tumbuh di daerah tropik dan subtropik, menyukai tempat yang
lembab sampai ketinggian sekitar 1.000 m dpl. Cerme dapat dibiakkan melalui biji
atau stek.
Di tahun 1793, tanaman ini dibawa ke Jamaika
dari Timor;
dan semenjak itu menyebar luas ke seluruh kepulauan Karibia,
diikuti kemudian dengan masuknya ke Amerika
Tengah dan Selatan.
Jenis berkerabat
Cerme berkerabat dekat dengan pohon malaka (Phyllanthus
emblica) dan meniran (P. niruri);
keduanya adalah tumbuhan yang berkhasiat obat.
Jelang pukul 9 pagi di Hari
Minggu yang cerah tanggal 25 April
2010, anak-anak mulai berdatangan ke Rumah Cerdas Kreatif. Hari itu ada kegiatan "Ayo Bermain Clay" di
Rumah Cerdas Kreatif. Bentuk
kegiatannya adalah mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan kreasi aneka
bentuk menggunakan media Clay yang dibuat dari tepung. Tidak hanya mengajak membuat aneka benda
dari Clay Tepung, anak-anak juga diajak untuk membuat sendiri Clay Tepung
tersebut.
Total ada 15 anak usia 5 hingga 12 tahun yang mengikuti
kegiatan tersebut. Juga ada 3 anak
Balita yang datang bersama pengasuh untuk ikutan bermain dan mengetahui
bagaimana cara membuat Clay dari Tepung yang aman digunakan untuk media bermain
anak-anak.
Kegiatan bermain di Rumah Cerdas Kreatif dipandu oleh Om Didi. Anak-anak
diberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan Clay serta keunggulan
Clay Tepung dibandingkan dengan Lilin Plastisin.Secara umum Om Didi menjelaskan bahwa Clay dari Tepung adalah
media yang aman digunakan sebagai media bermain dan secara teknis dapat
dibedakan menjadi 2 macam Clay Tepung, yaitu Clay Tepung yang tidak dapat
mengeras dan Clay Tepung yang dapat mengeras.Berbeda dengan Lilin Plastisin yang umumnya tetap lunak dan tidakdapat mengeras.
Om Didi menjelaskan bahwa bahan baku untuk membuat
Clay Tepung terdiri dari campuran Tepung Terigu, Tepung Tapioka, dan Tepung
Beras yang diulen menjadi adonan kalis dengan mencampurnya dengan Lem Kayu yang
berwarna putih.Bila sudah menjadi
adonan kalis, maka bisa langsung dibuat bermacam-macam bentuk benda.Agak lebih menarik, adonan tesebut dapat
dibagi menjadi beberapa adonan kecil dan kemudian diulen lagi setelah dibubuhi
pewarna makanan untuk membuat Clay tepung dengan aneka macam warna.Aneka Bentuk benda yang sudah dibentuk
tersebut setelah diangin-anginkan akan mengeras dan siap untuk dipajang.Agar lebih awet, dapat disemprotkan dengan
cat pylox transparant untuk menimbulkan efek mengkilap.
Acara membuat Clay-nya pun dibuat.Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok.Masing-masing kelompok diberikan bahan-baku untuk membuat Clay Tepung
dan dipersilahkan untuk meramu sendiri adonan tersebut.Lihat saja bagaimana ceria-nya anak-anak
ketika bersama-sama membuat Adonan Clay.
Tepung yang digunakan nampak bertebaran kemana-mana, tangan anak-anak
berlumur tepung.Kegiatan mengaduk
adonan Clay yang seharusnya dilakukan oleh satu orang anak, dilakukan secara
keroyokan."khan aku pengin ngerasa'in
cara ngulenin adonannya Om .." begitu kata anak-anak waktu kami minta untuk cukup
satu orang saja yang menguleni adonan.
Begitu pula ketika harus dilakukan pewarnaan adonan. Setiap Anak-anak ingin melakukan
sendiri membuat adonan Clay warna tersebut. Jadilah
lantai tempat arena berkegiatan dipenuhi dengan ceceran pewarna makanan. Begitu pula tangan anak-anak yang menjadi
warna-warni berlumur pewarna.Namun
karena pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan, maka tidak ada kesulitan
untuk membersihkan pewarna yang melekat di tangan dan di area lantai.
Kegiatan yang rencananya dimulai pukul 9 pagi baru dimulai pada pukul 10
pagi, sehingga hanya ada sedikit waktu yang tersisa ketika adonan Clay sudah
siap untuk dibentuk.Akibatnya anak-anak
tidak optimal ketika mencoba membuat aneka benda menggunakan adonan Clay yang
sudah tersedia.Sinar Matahari
mengganggu kegiatan kami di Rumah Cerdas Kreatif, sehingga acara akhirnya harus
diakhiri segera agar anak-anak tidak merasakan terik matahari yang mulai
menyengat.
Anak-anak mengakhiri kegiatan setelah masing-masing diyakinkan sudah memahami
cara membuat Clay dari Tepung serta sudah memahami cara membentuk aneka benda
dengan menggunakan media Clay.Ketika
pulang, anak-anak dibekali dengan Adonan Clay yang sudah siap untuk digunakan
berikut pewarna adonan, serta beberapa contoh gambar aneka bentuk benda yang
dibuat dari Clay.
Selain bertujuan agar anak-anak dapat dirangsang untuk melakukan aktivitas
yang kreatif dan bermanfaat,tujuan yang
utama adalah agar anak-anak Grand Cibubur dapat saling mengenal satu sama lain,
serta untuk memupuk kerjasama antar anak-anak Grand Cibubur.Ini semua karena Grand Cibubur harus dapat
menjadi kampung halaman yang menyenangkan buat anak-anak Granci.
Khusus untuk adik-adik Balita yang datang bersama Mbak pengasuh mereka, Om Didi mengajarkan Mbak Pengasuh cara membuat
Clay Tepung yang aman digunakan bermain untuk anak-anak balita.Clay untuk anak-anak Balita dibuat dari
campuran adonan Tepung Terigu, Garam, Air, dan sejumlah kecil Minyak Goreng
serta pewarna.Hasil yang didapat
setelah adonan tersebut dicampur dan diuleni hingga kalis adalah adonan Clay
yang dapat dibuat menjadi berbagai aneka bentuk benda yang disukai oleh
anak.Bermain menggunakan Clay Tepung
yang dibuat dari bahan-bahan yang Non Toxin sangat membantu adik-adik balita
untuk melatih perkembangan motorik mereka.
Sampai jumpa di kegiatan yang lainnya di Bulan Depan .... Salam Cerdas
Kreatif ....
Radang Otak
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif
Saturday, 24 April 2010
Sabtu pagi tanggal 17 April 2010, hati tersentak dengan berita
duka yang kami terima dari BB, rekan kami H. Komarudin telah berpulang ke
Rahmatullah.Setelah lebih dari 3 minggu mengalami koma di ruang ICU Rumah
Sakit Pertamina Pusat (RSPP), rekan kami akhirnya pergi menghadap sang
Pencipta.Almarhum didiagonosa terkena
Meningitis atau Peradangan Selaput Otak.Penyakit yang juga menimpa Ayah mertua kami.
Mengutip paparan dari salah satu situs perawat Indonesia, berikut
ini dijabarkan informasi tentang Meningitis
A. Definisi
Definisi Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak
dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ
jamur(Smeltzer, 2001).
Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh
salah satu dari mikroorganisme pneumokok, Meningokok, Stafilokok, Streptokok,
Hemophilus influenza dan bahan aseptis (virus) (Long, 1996).
Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan
spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi &
Rita, 2001).