Newsflash

Hadiah Berani Untuk Izan
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Wednesday, 19 May 2010

Ketika tiba di rumah usai menjalani hari-hari rutin bekerja di kantor, kami mendapati satu paket yang terbungkus amplop coklat yang ditujukan untuk ananda kami Izan.  Paket tersebut  menggunakan alamat sekolah ananda Izan dan ternyata dikirimkan dari Redaksi Koran Anak Berani.

Itu rupanya Paket yang sudah dinanti oleh Izan sejak 4 hari terakhir.  Paket itu adalah Paket Hadiah yang diberikan oleh Redaksi Berani karena Izan telah memenangkan kuis yang diadakan oleh Harian Berani tersebut.

Cukup membanggakan jika Izan yang masih duduk di kelas 2 SD ternyata sudah memiliki ketertarikan untuk mengikuti kuis yang berisi pertanyaan seputar pengetahuan umum.  Apalagi ternyata Izan dapat memenangkan kuis tersebut.  Hadiahnya cukup lumayan, 1 kaos yang nampaknya terlalu besar untuk digunakan oleh Izan,  1 Kodi Pembatas Buku  yang didalamnya tercetak biografi tokoh terkenal di bidang ilmu pengetahuan, serta 1 Perangkat Permainan Ular Tangga.  Lumayan lah untuk ukuran hadiah bagi anak kelas 2 SD.

ImageImage

Image 

 

 
Sensus Penduduk 2010
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Sunday, 02 May 2010

Tepat tanggal 1 Mei 2010, keluarga kami di perumahan Grand Cibubur kedatangan petugas Sensus Penduduk. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan seputar keluarga dan orang yang tinggal di rumah kami, petugas sensus menempelkan stiker sebagai tanda rumah kami sudahdisensus.

Image 

Menurut informasi yang kami dapatkan, Indonesia kini sedang melakukan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.

Image 

Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.

 
Selengkapnya...
 
Buah Langka di KumKum
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Saturday, 08 May 2010

Pada saat mengikuti kegiatan KumKum di Museum Bank Mandiri pada tanggal 17-18 April 2010 yang lalu, ada salah satu komunitas yang menyajikan stand yang memamerkan beberapa buah yang relatif sudah langka dan jarang ditemui di pekarangan rumah.  Buah-buahan tersebut adalah Cerme, Kokosan, Buni, dan Jambu Bol

ImageImage

ImageImage 

Izan yang kami ajak berkunjung ke stand tersebut dan kami tanyakan buah apa yang ada di hadapan mereka, menyatakan tidak mengenal buah tersebut.  Petugas stand kemudian memberikan informasi kepada Dhany dan Izan tentang buah yang ada di hadapan mereka.

ImageImage

ImageImage 

Merujuk kepada wikipedia Indonesia, berikut ini adalah penjelasan tentang  buah tersebut :

 

Cerme

Cerme, cereme atau ceremai adalah nama sejenis pohon dengan buahnya sekali. Buah yang masam ini dikenal pula dengan nama-nama lain seperti ceremoi (Aceh), chermai (Mal.), karmay (Ilokano, Fil.), mayom (Thai.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite gooseberry, Malay gooseberry dan beberapa sebutan yang lain. Nama ilmiahnya adalah Phyllanthus acidus.

Pemerian

Perdu atau pohon kecil dengan ketinggian sampai 9 m, bercabang rendah dan renggang. Sepintas, pohon cerme bukan tidak mirip dengan pohon belimbing wuluh.

Daun tunggal, bundar telur dengan ujung runcing, panjang 2-7 cm, tersusun di rantingnya seperti daun majemuk menyirip.

Bunga-bunganya berkelamin tunggal atau ganda, merah, berbilangan 4, tersusun dalam malai hingga 12 cm. Buah batu, bulat dengan 6-8 rusuk, kuning keputihan menyerupai lilin, berdiameter hingga 2,5 cm, bergantungan sendiri atau dalam untaian. Daging buah keputihan, masam dan banyak berair, di tengahnya terdapat inti yang keras dengan 4-6 butir biji.

Manfaat

Buah cerme sering dimakan segar dengan dicampur gula, garam atau dirujak. Cerme juga kerap dibuat manisan, direbus (disetup) atau dibuat minuman penyegar. Daun mudanya digunakan sebagai lalap.

Rebusan akar cerme digunakan untuk meringankan asma dan mengobati penyakit kulit. Bahan penyamak juga dihasilkan dari kulit akarnya.

Pohon cerme kerap ditanam sebagai peneduh atau penghias halaman dan taman. Pohon ini dapat tumbuh di daerah tropik dan subtropik, menyukai tempat yang lembab sampai ketinggian sekitar 1.000 m dpl. Cerme dapat dibiakkan melalui biji atau stek.

Penyebaran

Cerme diperkirakan memiliki asal-usul dari Madagaskar. Kini cerme telah menyebar ke berbagai wilayah tropis seperti di Asia Tenggara (Vietnam selatan, Laos, Indonesia dan Malaya bagian utara), kepulauan-kepulauan Mauritius, Réunion dan Rodrigues di Samudra Hindia, serta di Guam, Hawaii dan beberapa kepulauan lain di Samudra Pasifik.

Di tahun 1793, tanaman ini dibawa ke Jamaika dari Timor; dan semenjak itu menyebar luas ke seluruh kepulauan Karibia, diikuti kemudian dengan masuknya ke Amerika Tengah dan Selatan.

Jenis berkerabat

Cerme berkerabat dekat dengan pohon malaka (Phyllanthus emblica) dan meniran (P. niruri); keduanya adalah tumbuhan yang berkhasiat obat.

 


 

Selengkapnya...
 
Bermain Clay
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Tuesday, 27 April 2010

Jelang pukul 9 pagi di Hari Minggu yang cerah tanggal 25 April 2010, anak-anak mulai berdatangan ke Rumah Cerdas Kreatif.  Hari itu ada kegiatan "Ayo Bermain Clay" di Rumah Cerdas Kreatif.   Bentuk kegiatannya adalah mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan kreasi aneka bentuk menggunakan media Clay yang dibuat dari tepung.   Tidak hanya mengajak membuat aneka benda dari Clay Tepung, anak-anak juga diajak untuk membuat sendiri Clay Tepung tersebut.

Total ada  15 anak usia 5 hingga 12 tahun yang mengikuti kegiatan tersebut.  Juga ada 3 anak Balita yang datang bersama pengasuh untuk ikutan bermain dan mengetahui bagaimana cara membuat Clay dari Tepung yang aman digunakan untuk media bermain anak-anak.

Kegiatan bermain di Rumah Cerdas Kreatif dipandu oleh Om Didi. Anak-anak diberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan Clay serta keunggulan Clay Tepung dibandingkan dengan Lilin Plastisin.  Secara umum Om Didi menjelaskan bahwa Clay dari Tepung adalah media yang aman digunakan sebagai media bermain dan secara teknis dapat dibedakan menjadi 2 macam Clay Tepung, yaitu Clay Tepung yang tidak dapat mengeras dan Clay Tepung yang dapat mengeras.  Berbeda dengan Lilin Plastisin yang umumnya tetap lunak dan tidak  dapat mengeras.  

Om Didi menjelaskan bahwa bahan baku untuk membuat Clay Tepung terdiri dari campuran Tepung Terigu, Tepung Tapioka, dan Tepung Beras yang diulen menjadi adonan kalis dengan mencampurnya dengan Lem Kayu yang berwarna putih.  Bila sudah menjadi adonan kalis, maka bisa langsung dibuat bermacam-macam bentuk benda.   Agak lebih menarik, adonan tesebut dapat dibagi menjadi beberapa adonan kecil dan kemudian diulen lagi setelah dibubuhi pewarna makanan untuk membuat Clay tepung dengan aneka macam warna.  Aneka Bentuk benda yang sudah dibentuk tersebut setelah diangin-anginkan akan mengeras dan siap untuk dipajang.  Agar lebih awet, dapat disemprotkan dengan cat pylox transparant untuk menimbulkan efek mengkilap.

Acara membuat Clay-nya pun dibuat.  Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok.  Masing-masing kelompok diberikan bahan-baku untuk membuat Clay Tepung dan dipersilahkan untuk meramu sendiri adonan tersebut.   Lihat saja bagaimana ceria-nya anak-anak ketika bersama-sama membuat Adonan Clay.

ImageImage

ImageImage 

Tepung yang digunakan nampak bertebaran kemana-mana, tangan anak-anak berlumur tepung.   Kegiatan mengaduk adonan Clay yang seharusnya dilakukan oleh satu orang anak, dilakukan secara keroyokan.   "khan aku pengin ngerasa'in cara ngulenin adonannya Om .." begitu kata anak-anak waktu kami minta untuk cukup satu orang saja yang menguleni adonan. 

Begitu pula ketika harus dilakukan pewarnaan adonan.  Setiap Anak-anak ingin melakukan sendiri membuat adonan Clay warna tersebut.  Jadilah lantai tempat arena berkegiatan dipenuhi dengan ceceran pewarna makanan.  Begitu pula tangan anak-anak yang menjadi warna-warni berlumur pewarna.  Namun karena pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan, maka tidak ada kesulitan untuk membersihkan pewarna yang melekat di tangan dan di area lantai.

ImageImage

ImageImage 

Kegiatan yang rencananya dimulai pukul 9 pagi baru dimulai pada pukul 10 pagi, sehingga hanya ada sedikit waktu yang tersisa ketika adonan Clay sudah siap untuk dibentuk.  Akibatnya anak-anak tidak optimal ketika mencoba membuat aneka benda menggunakan adonan Clay yang sudah tersedia.   Sinar Matahari mengganggu kegiatan kami di Rumah Cerdas Kreatif, sehingga acara akhirnya harus diakhiri segera agar anak-anak tidak merasakan terik matahari yang mulai menyengat.

ImageImage 

Anak-anak mengakhiri kegiatan setelah masing-masing diyakinkan sudah memahami cara membuat Clay dari Tepung serta sudah memahami cara membentuk aneka benda dengan menggunakan media Clay.   Ketika pulang, anak-anak dibekali dengan Adonan Clay yang sudah siap untuk digunakan berikut pewarna adonan, serta beberapa contoh gambar aneka bentuk benda yang dibuat dari Clay.

Selain bertujuan agar anak-anak dapat dirangsang untuk melakukan aktivitas yang kreatif dan bermanfaat,  tujuan yang utama adalah agar anak-anak Grand Cibubur dapat saling mengenal satu sama lain, serta untuk memupuk kerjasama antar anak-anak Grand Cibubur.   Ini semua karena Grand Cibubur harus dapat menjadi kampung halaman yang menyenangkan buat anak-anak Granci.

ImageImage

ImageImage 

Khusus untuk adik-adik Balita yang datang bersama Mbak pengasuh mereka, Om Didi mengajarkan Mbak Pengasuh cara membuat Clay Tepung yang aman digunakan bermain untuk anak-anak balita.  Clay untuk anak-anak Balita dibuat dari campuran adonan Tepung Terigu, Garam, Air, dan sejumlah kecil Minyak Goreng serta pewarna.  Hasil yang didapat setelah adonan tersebut dicampur dan diuleni hingga kalis adalah adonan Clay yang dapat dibuat menjadi berbagai aneka bentuk benda yang disukai oleh anak.  Bermain menggunakan Clay Tepung yang dibuat dari bahan-bahan yang Non Toxin sangat membantu adik-adik balita untuk melatih perkembangan motorik mereka.

ImageImage

Sampai jumpa di kegiatan yang lainnya di Bulan Depan .... Salam Cerdas Kreatif ....

 

 

 
Radang Otak
Ditulis Oleh Rumah Cerdas Kreatif   
Saturday, 24 April 2010

Sabtu pagi tanggal 17 April 2010, hati tersentak dengan berita duka yang kami terima dari BB, rekan kami H. Komarudin telah berpulang ke Rahmatullah.   Setelah lebih dari  3 minggu mengalami koma di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), rekan kami akhirnya pergi menghadap sang Pencipta.   Almarhum didiagonosa terkena Meningitis atau Peradangan Selaput Otak.  Penyakit yang juga menimpa Ayah mertua kami.

Mengutip paparan dari salah satu situs perawat Indonesia, berikut ini dijabarkan informasi tentang Meningitis

 

A. Definisi


Definisi Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ jamur(Smeltzer, 2001).
Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh salah satu dari mikroorganisme pneumokok, Meningokok, Stafilokok, Streptokok, Hemophilus influenza dan bahan aseptis (virus) (Long, 1996).

Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi & Rita, 2001).

 

Selengkapnya...
 
Lagi...
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 13 - 18 dari 197
© 2010 Rumah Cerdas Kreatif
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.