^Back To Top

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Get Adobe Flash player

Aktivitas Kami

5 (Lima) S
K.H. Abdullah Gymnastiar

 

Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi.

Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi. Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-

...

Tujuh Aturan Berbicara
 

Dari berbagai sumber

Berikut ini adalah tujuh aturan tambahan untuk berbicara. Aturan tambahan ini melengkapi aturan bicara yang sudah rutin Kita terima sebulan sekali, lewat file yang dikirimkan secara otomatis dari milis ini.

Aturan tambahan ini lebih berwawasan art atau bahkan scientific. Tapi Kita tak boleh lupa, berkaitan dengan aturan berbicara, ada aturan dan tata nilai yang lebih hakiki, yaitu apa yang diurai di dalam file rutin Kita itu tadi.

Aturan tambahan ini bisa membantu Kita mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam kemampuan berkomunikasi oral dan verbal. Dan persis seperti yang dimaksud tata nilai mendasar dalam aturan berbicara di atas, Kita harus selalu menjaga mulut Kita.

Satu hal yang perlu diingat adalah, bahwa apa dan bagaimanapun proyeksi Kita sebagai pembicara publik, kualitas dan kualifikasinya akan selalu terkait erat dengan bagaimana Kita berbicara di hari-hari biasa. Di saat ngobrol santai, di rumah, di teras, di warung dan bahkan di tempat tidur bersama suami atau

...

Bunga Rampai Nasihat
K.H. Abdullah Gymnastiar


Mudah-mudahan Allah yang Maha Menguasai segala-galanya selalu membukakan hati kita agar bisa melihat hikmah dibalik setiap kejadian apapun yang terjadi. Yakinlah tidak ada satu kejadian pun yang sia-sia, tidak ada suatu kejadian pun yang tanpa makna, sangat rugi kalau kita menghadapi hidup ini sampai tidak mendapat pelajaran dari apa yang sedang kita jalani. Hidup ini adalah samudera hikmah tiada terputus. Seharusnya apapun yang kita hadapi, efektif bisa menambah ilmu, wawasan, khususnya lagi bisa menambah kematangan, kedewasaan, kearifan diri kita sehingga kalau kita mati besok lusa atau kapan saja, maka warisan terbesar kita adalah kehormatan pribadi kita, bukan hanya harta semata. Rindukanlah dan selalu berharap agar saat kepulangan kita nanti, saat kematian kita adalah saat yang paling indah.

Harusnya saat malaikat maut menjemput, kita benar-benar dalam keadaan siap, benar-benar dalam keadaan khusnul khatimah. Harus sering dibayangkan kalau saat meninggal nanti kita sedang bagus niat, sedang bersih hati,

...